Blog

  • Clarity Act Jadi Penentu Masa Depan Pasar Kripto AS

    Clarity Act Jadi Penentu Masa Depan Pasar Kripto AS

    Rancangan undang-undang bernama Clarity Act menjadi titik tumpu harapan pelaku industri kripto di Amerika Serikat. Setelah minat investor ritel bergeser ke sektor kecerdasan buatan, pasar aset digital menunggu kepastian regulasi yang bisa menata ulang hubungan antara bursa, pengembang, dan regulator.

    RUU ini dinilai mampu menyediakan kerangka hukum yang lebih jelas mengenai klasifikasi token serta pembagian kewenangan antarlembaga federal. Hasilnya diharapkan memulihkan kepercayaan institusi keuangan tradisional untuk masuk ke produk on-chain di AS.

    Status Terbaru Clarity Act

    Pada Mei 2026, RUU tersebut lolos dari Komite Perbankan Senat, membuka jalur menuju pemungutan suara penuh (floor vote). Jika disahkan, aturan itu akan merevisi cara klasifikasi aset digital, mengatur ulang interaksi bursa dengan regulator, serta mempertegas posisi pengembang DeFi.

    Analis J.P. Morgan menyebut kemungkinan pengesahan sebagai katalis positif bagi industri kripto pada paruh kedua 2026. Pernyataan tersebut muncul di tengah penurunan harga Bitcoin sekitar 50% dari rekor tertinggi pada Oktober 2025.

    Penolakan Dari Sektor Perbankan

    Sektor perbankan tradisional memberikan perlawanan signifikan terhadap Clarity Act. Independent Community Bankers of America (ICBA), yang mewakili sekitar 4.000 bank lokal AS, meluncurkan kampanye untuk menggagalkan RUU ini.

    ICBA menyorot pasal yang mengizinkan perusahaan kripto memberikan insentif pada transaksi stablecoin. Mereka memperkirakan potensi migrasi likuiditas dapat menguras dana simpanan bank lokal hingga US$1,3 triliun (sekitar Rp 23.271,3 triliun), sehingga menekan kemampuan bank menyalurkan kredit kepada usaha kecil dan sektor pertanian di daerah.

    Bagaimana Clarity Act Bekerja

    RUU ini mengusulkan pembagian kewenangan yang lebih tegas antara tiga lembaga utama:

    • SEC: mengawasi aset digital yang menyerupai kontrak investasi;
    • CFTC: mengawasi komoditas digital dan pasar spot aset tersebut;
    • Regulator perbankan: bertanggung jawab atas hubungan antara kripto dan sistem keuangan tradisional, termasuk fungsi kustodian dan distribusi stablecoin.

    Dengan pembagian itu, AS diharapkan beralih dari praktik regulation by enforcement—di mana aturan baru sering muncul setelah kasus hukum—ke buku aturan khusus bagi pasar kripto.

    Dampak Bagi Investor dan DeFi

    Bagi investor ritel, kepastian hukum dapat memperbaiki sentimen terhadap altcoins yang selama ini dianggap berisiko oleh praktik proyek tanpa tata kelola. Token yang terikat pada tim aktif bisa memiliki jalur registrasi dan pengungkapan yang lebih jelas.

    Draf RUU juga memuat perlindungan untuk pengembang protokol non-kustodian. Layanan DeFi dan dompet digital diharapkan dapat meningkat statusnya menjadi instrumen keuangan arus utama yang legal dan dapat dipercaya.

    Peluang Pengesahan dan Hambatan Politik

    Probabilitas pengesahan RUU sebelum akhir 2026 diperkirakan berkurang; peneliti Galaxy Digital menurunkan perkiraan tersebut menjadi sekitar 60% dari sebelumnya 75%. Kendala waktu dan dinamika politik Washington menjadi faktor utama yang menghambat.

    Senator Cynthia Lummis memperingatkan bahwa jika Clarity Act gagal disahkan pada 2026, peluang berikutnya baru akan muncul pada “setidaknya tahun 2030.” Ketegangan politik terkait RUU lain di Kongres turut memperumit jadwal legislatif, sehingga pembahasan Clarity Act terancam tersisih dari prioritas menjelang masa reses Agustus 2026.

    Akar Permasalahan dan Urgensi Regulasi

    Lahirnya draf Clarity Act merupakan respons terhadap guncangan berulang di industri kripto beberapa tahun terakhir. Ketiadaan aturan yang jelas di AS, salah satu pusat likuiditas global, telah menciptakan ruang abu-abu yang memicu praktik buruk dan kegagalan beberapa entitas besar.

    Sebagian pihak menilai kekosongan hukum tersebut mendorong inovasi radikal seperti DeFi, tetapi juga dimanfaatkan oleh aktor nakal. Pendekatan penegakan yang bersifat represif di masa lalu membuat sebagian perusahaan finansial berpindah jurisdiksi mencari kepastian hukum.

    Memasuki 2026, kebutuhan undang-undang komprehensif semakin mendesak. Peralihan minat investor ritel dan modal ventura ke teknologi AI menambah tekanan agar pasar kripto mendapatkan kepastian perlindungan konsumen dan transparansi hukum, jika tak ingin kehilangan momentum pertumbuhan jangka panjang.

  • Harga Emas Pecahan Kecil Turun, Minigold Tetap Stabil 30 Juni 2026

    Harga Emas Pecahan Kecil Turun, Minigold Tetap Stabil 30 Juni 2026

    Harga emas batangan pecahan kecil mengalami penurunan di beberapa produsen pada Selasa, 30 Juni 2026, sementara beberapa produk lain mencatat harga yang stabil.

    Data dari masing-masing penyedia menunjukkan perubahan harga jual dan harga beli kembali (buyback) untuk produk 1 gram dan pecahan lebih kecil pada hari tersebut.

    Pergerakan Harga Per Produsen

    PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat penurunan harga emas 1 gram. Harga jual tercatat turun sebesar Rp 35.000 menjadi Rp 2.575.000 per gram, sedangkan harga buyback turun Rp 33.000 menjadi Rp 2.447.000 per gram.

    PT Hartadinata Abadi Tbk (Emasku) juga mengalami koreksi harga. Harga Emasku 1 gram turun Rp 40.000 menjadi Rp 2.408.000 per gram. Untuk harga buyback, Emasku tercatat turun Rp 39.000 menjadi Rp 2.292.000 per gram.

    Lotus Archi mencatat penurunan pada pecahan 1 gram serta buyback. Harga emas Lotus Archi 1 gram turun Rp 585.000 menjadi Rp 2.493.000 per gram, sedangkan harga buyback anjlok Rp 45.000 menjadi Rp 2.315.000 per gram.

    Sementara itu, Minigold mempertahankan level harga pada hari yang sama. Harga jual Minigold 1 gram tercatat stabil di Rp 2.483.000 per gram, dan harga buyback tetap di Rp 2.235.000 per gram.

    Daftar Harga Lengkap (30 Juni 2026)

    • BSI
      • Harga emas BSI 1 gram: Rp 2.575.000
      • Harga buyback BSI 1 gram: Rp 2.447.000
    • Emasku (HRTA)
      • Harga Emasku 0,1 gram: Rp 306.500
      • Harga Emasku 0,25 gram: Rp 718.000
      • Harga Emasku 0,5 gram: Rp 1.259.000
      • Harga Emasku 1 gram: Rp 2.408.000
      • Harga buyback Emasku 1 gram: Rp 2.292.000
    • Lotus Archi
      • Harga Lotus Archi 0,1 gram: Rp 323.000
      • Harga Lotus Archi 0,2 gram: Rp 603.000
      • Harga Lotus Archi 0,5 gram: Rp 1.296.000
      • Harga Lotus Archi 1 gram: Rp 2.493.000
      • Harga buyback Lotus Archi 1 gram: Rp 2.315.000
    • Minigold
      • Harga Minigold 0,1 gram: Rp 280.200
      • Harga Minigold 0,25 gram: Rp 682.000
      • Harga Minigold 0,5 gram: Rp 1.292.000
      • Harga Minigold 1 gram: Rp 2.483.000
      • Harga buyback Minigold 1 gram: Rp 2.235.000
  • Ekraf Pastikan Akses Global Bagi Pengembang Gim Lewat Kerja Sama Dengan Coda

    Ekraf Pastikan Akses Global Bagi Pengembang Gim Lewat Kerja Sama Dengan Coda

    Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat upaya mengakselerasi industri gim nasional dengan menjalin kerja sama strategis bersama Coda, platform perdagangan digital internasional.

    Langkah ini bertujuan membuka akses komersial bagi pengembang lokal, memperbesar peluang ekspor produk digital, dan mendorong pengembangan ekosistem gim yang lebih kompetitif di pasar global.

    Angka menunjukkan potensi besar industri gim dalam negeri. Menurut Niko Partners, pendapatan industri gim Indonesia mencapai lebih dari US$1,1 miliar pada 2025 dan diproyeksikan naik menjadi US$1,5 miliar pada 2030.

    Sementara panggung global juga menunjukkan pertumbuhan. Laporan video gaming report 2026 dari Boston Consulting Group (BCG) memproyeksikan nilai industri gim dunia mencapai sekitar US$350 miliar pada 2030.

    Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan nota kesepahaman (MoU) antara Ekraf dan Coda merupakan bukti komitmen pemerintah serta sektor swasta untuk membangun ekosistem gim yang berdaya saing internasional.

    “Kolaborasi antara Coda, Ekraf, dan para pengembang gim di Indonesia bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman di atas kertas. Tapi ini adalah langkah formal yang menunjukkan keseriusan dan komitmen Pemerintah dan sektor industri seperti Coda,”

    Irene menambahkan bahwa kerja sama ini akan dieksplorasi melalui berbagai program guna memastikan kreator lokal dapat mengakses peluang global sekaligus memperkuat ketahanan dan daya saing industri gim Indonesia.

    “Bagi semua pengembang gim di sini, Indonesia bukan hanya negeri penuh berbasis pemain gim yang besar atau target pasar yang hebat. Melalui penguatan ekosistem ini, kita ingin membuktikan bahwa kita tidak hanya mampu memenangi kejuaran dunia sebagai pemain, tetapi juga menguasai pasar global sebagai kreator yang hebat,” kata Irene.

    Data perilaku konsumen di kawasan juga menjadi pertimbangan. Niko Partners mencatat di Asia Tenggara sekitar 38% pendapatan gim mobile kini berasal dari metode pembayaran di luar aplikasi (out of app), meningkat dibandingkan 21% dua tahun sebelumnya.

    Perubahan metode transaksi juga terlihat: dompet digital digunakan 55% pemain gim mobile, sedangkan hampir seperempat pemain memanfaatkan pembayaran melalui operator seluler (potong pulsa). Tren tersebut menyoroti pentingnya solusi pembayaran lokal yang adaptif untuk membantu penerbit menjangkau pemain dan mengoptimalkan pendapatan baru.

    Fokus Pada Pemberdayaan Pengembang

    Shane Happach, CEO Coda, menilai Indonesia memiliki komunitas pengembang gim yang dinamis. Namun, menurutnya, pengembangan bisnis gim memerlukan akses ke infrastruktur, jaringan, dan peluang komersial.

    “Melalui kemitraan dengan Ekraf, kami ingin mendampingi lebih banyak pengembang dalam perjalanan tersebut. Dengan memperluas akses ke perangkat, keahlian, dan jaringan global, kami berharap dapat membantu lebih banyak studio gim di Indonesia membangun bisnis yang berkelanjutan dan menjangkau pemain di seluruh dunia,”

    Dalam pelaksanaannya, kolaborasi ini akan menghadirkan program yang membekali pengembang dengan perangkat komersial, kapabilitas bisnis, dan pengetahuan untuk mendorong skala usaha dan memperluas jangkauan audiens global.

    Nota kesepahaman ini melanjutkan rangkaian inisiatif sebelumnya yang didukung Ekraf. Program-program sebelumnya turut meningkatkan kapasitas lebih dari 70 pengembang lokal melalui kegiatan seperti Global Game Jam Pre-Workshop di Jakarta.

    Selain itu, perluasan pasar internasional juga didorong melalui Codashop, marketplace milik Coda untuk pembelian konten dalam gim dan konten digital.

    Empat Tren Strategis Menurut BCG

    BCG mengidentifikasi empat tren strategis yang diperkirakan membentuk industri gim dalam 5–10 tahun ke depan dan membuka peluang pendapatan baru.

    1. AI Generatif (GenAI). Teknologi ini berpotensi mengubah proses pembuatan gim dan memicu lonjakan jumlah permainan baru. BCG mencatat pada pertengahan 2025 sekitar 20% gim baru di Steam menyatakan penggunaan AI, dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
    2. Konten Buatan Pengguna (UGC). Ekspansi UGC diperkirakan meningkatkan keterlibatan audiens lebih luas. Ekonomi kreator di platform seperti Fortnite dan Roblox diperkirakan akan melihat pembayaran melebihi US$1,5 miliar pada 2025.
    3. Cloud Gaming. Perkembangan cloud gaming dipandang akan mempercepat perubahan distribusi, memperluas akses, dan mengurangi ketergantungan pada perangkat keras lokal.
    4. Pembukaan Toko Aplikasi Baru. Munculnya toko aplikasi alternatif menawarkan peluang bagi pengembang untuk menurunkan biaya dan mengontrol distribusi produk mereka.

    Dengan landasan data dan kerja sama lintas sektor, Ekraf dan mitra berupaya memanfaatkan tren tersebut untuk memperkuat posisi industri gim Indonesia di pasar global.

  • Pertamina Perluas Jaringan Distribusi Demi Akses Energi Hingga Pelosok

    Pertamina Perluas Jaringan Distribusi Demi Akses Energi Hingga Pelosok

    Dari ibu kota hingga daerah paling terpencil, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) menjadi penopang aktivitas harian masyarakat. PT Pertamina (Persero) menyatakan upayanya fokus memastikan energi itu hadir merata, termasuk di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

    Perusahaan menegaskan ketahanan energi bergantung pada integrasi rantai pasok yang mencakup produksi, pengolahan, pengangkutan, dan distribusi. Seluruh elemen itu dijalankan untuk menjaga pasokan energi ke seluruh pelosok negeri.

    Volume Penyaluran Sepanjang 2025

    Sepanjang Januari–Desember 2025, Subholding Downstream Pertamina menyalurkan sejumlah energi bersubsidi dan penugasan kepada masyarakat. Realisasi penyaluran meliputi 18,23 juta kiloliter Solar Subsidi, 28,06 juta kiloliter Pertalite, 507,94 ribu kiloliter minyak tanah, serta 8,52 juta metrik ton LPG Tabung 3 Kg.

    Jaringan Distribusi dan Titik Layani

    Keandalan distribusi didukung infrastruktur yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga akhir 2025, Pertamina mengoperasikan 15.380 titik penyaluran BBM dan 273.388 pangkalan LPG di 38 provinsi.

    Untuk memperluas akses di wilayah 3T, perusahaan mengelola 588 lembaga penyalur BBM Satu Harga yang dibangun antara 2017 dan 2025. Program ini dimaksudkan agar harga BBM lebih setara antara wilayah perkotaan dan pelosok.

    Selain itu, Pertamina mengoperasikan 6.703 Pertashop yang difungsikan untuk melayani masyarakat di area yang belum terjangkau stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

    Distribusi LPG dan Armada Laut

    Dalam penyaluran LPG bersubsidi, Pertamina menjalankan Program One Village One Outlet (OVOO) yang telah menjangkau 70.451 desa dan kelurahan, setara sekitar 96,3 persen wilayah Indonesia. Jaringan ini dimaksudkan memudahkan masyarakat mendapatkan LPG Tabung 3 Kg, termasuk di daerah pelosok.

    Kelancaran logistik antarpulau juga didukung 481 armada kapal yang beroperasi sepanjang 2025. Rinciannya mencakup 110 kapal tanker, 1 unit Floating Storage Offloading (FSO), dan 370 unit marine support vessel yang menghubungkan distribusi BBM, LPG, dan produk energi lainnya.

    Pernyataan Perusahaan

    Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), mengatakan ketahanan energi bukan hanya soal cukupnya pasokan, melainkan kemampuan membawa energi hingga ke seluruh penjuru negeri.

    “Sebagai BUMN energi, Pertamina mengemban amanah untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh akses energi di mana pun mereka berada. Karena itu, kami terus memperkuat jaringan distribusi dan infrastruktur agar BBM maupun LPG dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal,”

    Baron menambahkan bahwa di balik setiap liter BBM dan setiap tabung LPG yang diterima masyarakat terdapat sistem logistik terintegrasi dari produksi hingga distribusi.

    “Melalui sinergi seluruh lini bisnis Pertamina, kami terus memperkuat infrastruktur distribusi, memperluas jangkauan BBM Satu Harga, Pertashop, serta jaringan pangkalan LPG agar akses energi semakin mudah, merata, dan andal bagi masyarakat. Upaya ini sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung aktivitas ekonomi di seluruh Indonesia,”
  • Komisaris Utama Pertamina Pastikan Pasokan Avtur dan Biosolar B50 Lancar

    Komisaris Utama Pertamina Pastikan Pasokan Avtur dan Biosolar B50 Lancar

    Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, meninjau fasilitas operasi Pertamina Patra Niaga di Jawa Timur pada Senin (29/6/2026). Kunjungan difokuskan pada Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda dan Integrated Terminal Surabaya untuk memastikan infrastruktur strategis beroperasi andal demi kelancaran layanan energi bagi masyarakat.

    Iriawan menyatakan keandalan pasokan energi menjadi fondasi bagi aktivitas ekonomi, transportasi, pertahanan, dan pelayanan publik. Pengawasan berkelanjutan menurutnya diperlukan agar operasional berjalan aman, andal, dan sesuai standar tata kelola perusahaan.

    Kesiapan Avtur di AFT Juanda

    Di AFT Juanda, Iriawan meninjau kesiapan pasokan avtur, kondisi fasilitas, dan kualitas pelayanan bagi maskapai. Kunjungan itu dilakukan menjelang periode libur sekolah yang meningkatkan mobilitas penerbangan.

    “Tugas menjaga pasokan avtur menuntut toleransi nol terhadap kekurangan stok maupun jeda pelayanan. Juanda harus menjadi salah satu garda terdepan dalam mendukung transformasi energi nasional,” ujar Iriawan.

    Dimas Bagus Satriyo Wibowo, perwakilan Aviation Fuel Terminal Juanda PT Pertamina Patra Niaga, menyampaikan bahwa AFT Juanda merupakan fasilitas strategis penopang sektor penerbangan di Jawa Timur. Terminal tersebut memiliki kapasitas 20 ribu kiloliter, didukung delapan tangki penyimpanan, tujuh hydrant dispenser, sembilan mobil tangki refuller, serta diperkuat 49 operator.

    AFT Juanda juga berfungsi sebagai titik suplai bagi lima AFT lain yang melayani bandara di Jawa Timur: Iswahjudi (Madiun), Abdulrachman Saleh (Malang), Dhoho (Kediri), Notohadinegoro (Jember), dan Blimbingsari (Banyuwangi).

    Perhatian pada Integrated Terminal Surabaya

    Iriawan juga meninjau Integrated Terminal Surabaya, yang disebut sebagai salah satu terminal terintegrasi terbesar di Indonesia. Ia memberi perhatian pada kesiapan infrastruktur serta jaringan distribusi untuk peluncuran bahan bakar biosolar B50 yang dijadwalkan awal Juli 2026.

    Selain itu, Iriawan menekankan pentingnya pemeliharaan aset strategis seperti tangki timbun, jetty, dan jaringan pipa agar distribusi energi tetap berjalan lancar dalam berbagai kondisi.

    Tekankan HSSE dan Budaya Kerja

    Menutup kunjungan, Komisaris Utama mengingatkan bahwa target operasional dan transformasi bisnis harus mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Ia menegaskan bahwa budaya Corporate Life Saving Rules (CLSR) harus menjadi bagian dari perilaku kerja setiap pegawai Pertamina.

    “Budaya CSLR harus melekat dalam perilaku sehari-hari, untuk melindungi aset negara dan memastikan pekerja pulang dengan selamat,” pungkas Iriawan.

  • IHSG Anjlok 2,42% ke 5.679, Investor Tahan Diri Menyusul Sentimen Berlapis

    IHSG Anjlok 2,42% ke 5.679, Investor Tahan Diri Menyusul Sentimen Berlapis

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok pada sesi I perdagangan Selasa (30/6/2026). Bursa mengalami tekanan kuat, membuat mayoritas pelaku pasar memilih menahan transaksi.

    Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia, hingga akhir sesi I IHSG turun 141 poin atau 2,42% ke level 5.679.

    Sentimen Global Memperburuk Kekhawatiran

    Analis dari Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan pelemahan terjadi ketika pelaku pasar menunggu rilis data ekonomi penting dan perkembangan sejumlah sentimen global yang belum pasti.

    Perhatian global tertuju pada rencana kelanjutan pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Doha, Qatar. Meski ada kesepakatan penghentian sementara aksi serang di Selat Hormuz, pasar masih mempertanyakan keberlanjutan gencatan tersebut, apalagi Iran menegaskan akan tetap mengawasi lalu lintas kapal di perairan strategis tersebut.

    Di sisi lain, aktivitas ekonomi China menunjukkan tanda perbaikan. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur untuk Juni naik menjadi 50,3 dari 50,0, melampaui ekspektasi 50,1. PMI nonmanufaktur juga meningkat menjadi 50,2 dari 50,1, di atas proyeksi 49,9. People’s Bank of China menyuntikkan likuiditas sebesar 300 miliar yuan melalui operasi reverse repo untuk menjaga kondisi pasar.

    “Meski demikian, sentimen positif dari China belum mampu mengangkat minat beli investor di pasar saham Indonesia,” tulis Pilarmas dalam risetnya.

    Sentimen Domestik Membebani

    Pilarmas menilai tekanan terbesar terhadap IHSG justru datang dari faktor domestik. Investor tetap bersikap wait and see menjelang rilis data ekonomi penting dan mengamati hasil evaluasi indeks MSCI yang berpotensi memengaruhi arus modal asing.

    Selain itu, terbitnya aturan baru yang memberikan perlindungan hukum menyeluruh bagi pembeli obligasi yang diterbitkan Badan Pengelola Investasi Danantara memunculkan kekhawatiran mengenai aspek tata kelola dan transparansi. Kondisi ini mendorong peningkatan kehati-hatian dan arus keluar dana investor asing.

    “Sentimen tinjauan MSCI dan regulasi baru terkait Danantara menjadi perhatian pasar karena menimbulkan kekhawatiran terhadap tata kelola dan transparansi. Kondisi ini mendorong terjadinya outflow dana investor asing,”

    Pada sesi I, tekanan jual meluas ke hampir seluruh sektor. Saham yang mencatat kenaikan terbesar antara lain PEGE, AYLS, MGNA, BOBA, dan ENAK. Sebaliknya, lima emiten dengan pelemahan terdalam adalah MMIX, PANS, RGAS, COCO, dan OILS.

    Meski pasar terkoreksi tajam, Pilarmas masih melihat peluang pada saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU). Sekuritas tersebut merekomendasikan buy dengan area support di level 4.240 dan resistance di level 5.250.

  • BRIDS Soroti Tekanan Luas, IHSG Terkoreksi 2,42% ke 5.679,75

    BRIDS Soroti Tekanan Luas, IHSG Terkoreksi 2,42% ke 5.679,75

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama 30 Juni 2026 pada level 5.679,75, anjlok 2,42% setelah tekanan jual meluas ke hampir seluruh sektor pasar.

    Dari 792 saham yang diperdagangkan, hanya 99 saham menguat sementara 583 saham melemah, mencerminkan tekanan penjualan yang tersebar luas di bursa.

    Sektor Basic Materials mencatat pelemahan terdalam sebesar 4,30%, diikuti sektor Energi yang turun 3,31%. Sektor Keuangan juga melemah 1,69% dan turut menekan pergerakan indeks.

    Saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, TPIA, TLKM, dan AMMN tercatat ditutup melemah dan menjadi salah satu sumber penurunan IHSG pada sesi tersebut.

    Sentimen Valuta Dan Risiko Pasar

    Rupiah berada di kisaran Rp 17.800 per dolar AS, kondisi yang menurut BRIDS menunjukkan tekanan eksternal terhadap aset domestik belum sepenuhnya mereda. Kondisi ini mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko.

    Catatan Untuk Investor

    BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mencatat beberapa hal yang perlu diperhatikan investor. Pertama, pelemahan pasar bersifat broad-based, bukan hanya dipicu oleh satu sektor atau saham tertentu.

    Kedua, saham-saham berkapitalisasi besar masih menjadi sumber tekanan utama bagi IHSG. Ketiga, pergerakan nilai tukar Rupiah dan sentimen global diperkirakan masih menentukan arah pasar dalam jangka pendek.

    “Pergerakan Rupiah dan sentimen global diperkirakan masih menjadi faktor yang menentukan arah pasar dalam jangka pendek,”
    “Selama belum ada katalis positif baru, volatilitas diperkirakan masih akan tinggi,”

    BRIDS menilai koreksi tajam pada hari tersebut menggambarkan pasar sedang memasuki fase risk-off, di mana investor memilih mengurangi risiko daripada menambah posisi.

    Bagi investor jangka panjang, BRIDS menyebut kondisi koreksi ini dapat menjadi kesempatan untuk mencermati saham-saham berkualitas yang terkoreksi ke valuasi lebih menarik. Namun, perusahaan juga mengingatkan pentingnya penerapan manajemen risiko dan menunggu konfirmasi stabilisasi pasar sebelum menambah posisi.

  • Nadal Pastikan Warisan Baru Lewat Perhotelan dan Akademi

    Nadal Pastikan Warisan Baru Lewat Perhotelan dan Akademi

    Rafael Nadal telah mengalihkan energi kariernya dari lapangan tenis ke dunia bisnis, khususnya perhotelan dan pendidikan olahraga. Mantan petenis peringkat dunia itu baru saja membuka hotel keempat di Fuerteventura, Kepulauan Kanari, sebagai bagian dari merek Zel Hotels yang didirikan pada 2022 bersama Meliá Hotels International.

    Nadal resmi pensiun dari kompetisi pada November 2024 setelah memenangi 22 gelar Grand Slam. Kini dia mengklaim fokusnya adalah membangun “warisan di luar lapangan.” “Saya bukan tipe pria yang suka bangun di pagi hari tanpa tahu harus berbuat apa. Tujuan saya adalah terus melangkah maju. Jika dulu saya membangun warisan di dalam lapangan, sekarang adalah saatnya saya membangun warisan di luar lapangan,” ujar Nadal.

    Strategi di Sektor Hospitality

    Zel Hotels sebelumnya membuka properti di Mallorca, Costa Brava (Spanyol), dan Punta Cana (Republik Dominika). Nadal melihat pergeseran perilaku konsumen yang lebih memilih menghabiskan uang untuk pengalaman, sehingga sektor hospitality menurutnya menawarkan peluang investasi meskipun persaingan ketat.

    Dia menyebutkan pengalaman dan disiplin dari karier tenisnya turut membantu dalam mengelola bisnis. “Olahraga mengajari Anda untuk mentoleransi rasa frustrasi, belajar bekerja dalam tim, dan menerima kenyataan bahwa terkadang Anda harus kalah. Anda juga harus bisa mengelola kemenangan, karena tidak peduli seberapa besar Anda menang hari ini, Anda harus kembali bertanding keesokan harinya,” kata Nadal.

    Portofolio Di Luar Hotel

    Selain perhotelan, Nadal mengembangkan usaha lewat perusahaan keluarga Aspemir yang menaruh perhatian pada pendidikan dan kebugaran. Salah satu aset utamanya adalah Rafa Nadal Academy di Mallorca yang berdiri sejak 2016 dan telah berkembang ke beberapa negara.

    Pada 2025, Nadal menjual 44,9% saham akademi kepada GPF Capital senilai 94 juta euro, namun tetap mempertahankan kendali mayoritas sebesar 55,1%. “Semakin hari, semakin banyak orang sadar bahwa menjaga tubuh itu sangat penting. Jadi, berinvestasi pada pendidikan anak-anak, kesejahteraan, dan olahraga adalah langkah yang tepat,” ujarnya.

    Pandangan soal Sengketa Hadiah Uang Wimbledon

    Nadal juga angkat bicara terkait protes soal pembagian hadiah uang yang melibatkan pemain top dan penyelenggara Wimbledon. Tahun ini, Wimbledon menaikkan total hadiah sebesar 20% menjadi 64,2 juta pound sterling. Namun, beberapa pemain menuntut angka sekitar 71 juta pound sterling atau setara 16% dari pendapatan turnamen, dengan target 22% pada 2030 di seluruh Grand Slam.

    Dia menyatakan memahami kedua sisi, tetapi mengingatkan para pemain untuk realistis terhadap beban penyelenggara. Nadal menyarankan solusi jangka panjang: “Tandatangani kesepakatan persentase kenaikan tahunan yang adil untuk pemain dan turnamen selama 10 tahun. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan 10 tahun masa tenang tanpa konflik.”

    Transisi Karier dan Visi Jangka Panjang

    Nadal menyebut transisi dari atlet menjadi pengusaha berjalan lancar karena dia memanfaatkan reputasi, disiplin, dan rekam prestasi. Pilihan investasi di hotel serta pendidikan olahraga dimaksudkan bukan hanya untuk mengamankan aset finansial, tetapi juga membangun ekosistem yang berkelanjutan bagi generasi berikutnya.

    Langkah ini sejalan dengan tren di kalangan atlet elite yang merencanakan “second career” pasca-pensiun. Nadal menegaskan kesiapan mentalnya setelah menjalani operasi pinggul pada 2023 dan memilih pensiun, lalu melanjutkan babak baru dalam kehidupan profesionalnya.

  • BNI Rayakan 80 Tahun Dengan Transformasi Untuk Perkuat Kinerja dan Daya Saing

    BNI Rayakan 80 Tahun Dengan Transformasi Untuk Perkuat Kinerja dan Daya Saing

    Memperingati 80 tahun beroperasi, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan komitmen transformasi menyeluruh untuk memperkuat kinerja dan daya saing. Transformasi ini dijalankan sebagai landasan peningkatan kontribusi bank terhadap nasabah dan perekonomian nasional.

    Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menyatakan transformasi diarahkan bukan hanya untuk menggenjot kinerja bisnis, tetapi juga memperkuat kemampuan menghadapi perubahan dan menangkap peluang pertumbuhan baru. Menurut Paolo, penguatan tata kelola BUMN oleh Danantara Indonesia mendukung orientasi penciptaan nilai jangka panjang.

    Fokus Transformasi dan Digitalisasi

    BNI mengimplementasikan transformasi di berbagai lini, termasuk penguatan kapabilitas digital, peningkatan produktivitas organisasi, optimalisasi jaringan layanan, dan peningkatan manajemen risiko. Strategi ini ditujukan untuk mewujudkan pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

    Pada sisi digital, BNI terus mengembangkan wondr by BNI sebagai platform layanan digital ritel. Hingga akhir 2025, platform tersebut telah digunakan oleh lebih dari 12 juta nasabah, sekaligus mendukung pertumbuhan tabungan ritel dan penguatan dana murah.

    Perkuat Layanan Korporasi

    Di segmen wholesale banking, BNI memperkuat layanan BNIdirect untuk cash management, trade finance, bank guarantee, dan supply chain financing. Sepanjang 2025, jumlah pengguna dan nilai transaksi BNIdirect tumbuh lebih dari 25% secara tahunan, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan giro korporasi dan kualitas layanan transaksi bisnis.

    Kinerja Keuangan

    Hasil transformasi tercermin pada kinerja keuangan 2025. BNI mencatat laba bersih sebesar Rp 20 triliun. Kualitas aset menunjukkan perbaikan dengan NPL bruto turun menjadi 1,9% dan loan at risk (LaR) membaik menjadi 8,5%.

    Momentum positif berlanjut pada 2026. Hingga akhir Mei 2026, BNI melaporkan total aset Rp 1.365,36 triliun dan dana pihak ketiga (DPK) Rp 1.063,92 triliun. Periode yang sama mencatat laba bersih Rp 9,05 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 160,99 triliun.

    Ambisi Jangka Panjang

    Paolo menilai fondasi bisnis yang semakin kuat menjadi modal penting bagi BNI untuk terus menciptakan nilai bagi pemegang saham, nasabah, dan perekonomian. “Kami meyakini bahwa perusahaan yang sehat dan bertumbuh akan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi pemegang saham, mendukung agenda pembangunan nasional, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang,” ujarnya.

    BNI juga menyatakan harapan bahwa kehadiran Danantara akan memperkuat upaya BUMN dalam penciptaan nilai jangka panjang melalui pengelolaan investasi terintegrasi, peningkatan produktivitas, dan penguatan daya saing. Perseroan menegaskan akan melanjutkan agenda transformasi sejalan semangat “Terus Mengabdi untuk Terus Melayani” untuk meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan nasional.

  • Harga Emas Digital Turun Selasa 30 Juni 2026: Rincian Per Platform

    Harga Emas Digital Turun Selasa 30 Juni 2026: Rincian Per Platform

    Harga emas digital pada Selasa, 30 Juni 2026, tercatat cenderung melemah. Pergerakan ini terkait dengan fluktuasi harga emas global dan nilai tukar rupiah.

    Di tengah koreksi harga, minat masyarakat terhadap emas digital tetap tumbuh. Produk ini populer karena dapat diakses secara online, fleksibel, dan memungkinkan pembelian mulai dari nominal kecil, sehingga menjadi alternatif bagi investor ritel yang ingin menabung emas secara bertahap.

    Update Harga Per Platform

    Berikut update harga emas digital hingga Selasa 30 Juni 2026 yang berasal dari beberapa platform jual beli emas digital:

    • PT Indonesia Logam Pratama (Treasury)

      Harga beli: Rp 2.374.487 per gram (-Rp 24.868)
      Harga jual: Rp 2.295.938 per gram.

    • PT Laku Emas Indonesia (Lakuemas)

      Harga beli: Rp 2.375.000 per gram (stabil)
      Harga jual: Rp 2.302.000 per gram (stabil).

    • PT Indogold Makmur Sejahtera (IndoGold)

      Harga beli: Rp 2.381.624 per gram (-Rp 19.880)
      Harga jual: Rp 2.322.000 per gram (-Rp 20.500).

    • PT Syariah Koin Indonesia (ShariaCoin)

      Harga beli: Rp 2.445.000 per gram (-Rp 23.000)
      Harga jual: Rp 2.361.000 per gram (-Rp 22.000).