Nadal Pastikan Warisan Baru Lewat Perhotelan dan Akademi

Written by

in

Rafael Nadal telah mengalihkan energi kariernya dari lapangan tenis ke dunia bisnis, khususnya perhotelan dan pendidikan olahraga. Mantan petenis peringkat dunia itu baru saja membuka hotel keempat di Fuerteventura, Kepulauan Kanari, sebagai bagian dari merek Zel Hotels yang didirikan pada 2022 bersama Meliá Hotels International.

Nadal resmi pensiun dari kompetisi pada November 2024 setelah memenangi 22 gelar Grand Slam. Kini dia mengklaim fokusnya adalah membangun “warisan di luar lapangan.” “Saya bukan tipe pria yang suka bangun di pagi hari tanpa tahu harus berbuat apa. Tujuan saya adalah terus melangkah maju. Jika dulu saya membangun warisan di dalam lapangan, sekarang adalah saatnya saya membangun warisan di luar lapangan,” ujar Nadal.

Strategi di Sektor Hospitality

Zel Hotels sebelumnya membuka properti di Mallorca, Costa Brava (Spanyol), dan Punta Cana (Republik Dominika). Nadal melihat pergeseran perilaku konsumen yang lebih memilih menghabiskan uang untuk pengalaman, sehingga sektor hospitality menurutnya menawarkan peluang investasi meskipun persaingan ketat.

Dia menyebutkan pengalaman dan disiplin dari karier tenisnya turut membantu dalam mengelola bisnis. “Olahraga mengajari Anda untuk mentoleransi rasa frustrasi, belajar bekerja dalam tim, dan menerima kenyataan bahwa terkadang Anda harus kalah. Anda juga harus bisa mengelola kemenangan, karena tidak peduli seberapa besar Anda menang hari ini, Anda harus kembali bertanding keesokan harinya,” kata Nadal.

Portofolio Di Luar Hotel

Selain perhotelan, Nadal mengembangkan usaha lewat perusahaan keluarga Aspemir yang menaruh perhatian pada pendidikan dan kebugaran. Salah satu aset utamanya adalah Rafa Nadal Academy di Mallorca yang berdiri sejak 2016 dan telah berkembang ke beberapa negara.

Pada 2025, Nadal menjual 44,9% saham akademi kepada GPF Capital senilai 94 juta euro, namun tetap mempertahankan kendali mayoritas sebesar 55,1%. “Semakin hari, semakin banyak orang sadar bahwa menjaga tubuh itu sangat penting. Jadi, berinvestasi pada pendidikan anak-anak, kesejahteraan, dan olahraga adalah langkah yang tepat,” ujarnya.

Pandangan soal Sengketa Hadiah Uang Wimbledon

Nadal juga angkat bicara terkait protes soal pembagian hadiah uang yang melibatkan pemain top dan penyelenggara Wimbledon. Tahun ini, Wimbledon menaikkan total hadiah sebesar 20% menjadi 64,2 juta pound sterling. Namun, beberapa pemain menuntut angka sekitar 71 juta pound sterling atau setara 16% dari pendapatan turnamen, dengan target 22% pada 2030 di seluruh Grand Slam.

Dia menyatakan memahami kedua sisi, tetapi mengingatkan para pemain untuk realistis terhadap beban penyelenggara. Nadal menyarankan solusi jangka panjang: “Tandatangani kesepakatan persentase kenaikan tahunan yang adil untuk pemain dan turnamen selama 10 tahun. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan 10 tahun masa tenang tanpa konflik.”

Transisi Karier dan Visi Jangka Panjang

Nadal menyebut transisi dari atlet menjadi pengusaha berjalan lancar karena dia memanfaatkan reputasi, disiplin, dan rekam prestasi. Pilihan investasi di hotel serta pendidikan olahraga dimaksudkan bukan hanya untuk mengamankan aset finansial, tetapi juga membangun ekosistem yang berkelanjutan bagi generasi berikutnya.

Langkah ini sejalan dengan tren di kalangan atlet elite yang merencanakan “second career” pasca-pensiun. Nadal menegaskan kesiapan mentalnya setelah menjalani operasi pinggul pada 2023 dan memilih pensiun, lalu melanjutkan babak baru dalam kehidupan profesionalnya.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *