Kategori: Bisnis

  • Pastikan Transparansi, Zabrina: Kualitas Emiten Kunci Pulihkan Kepercayaan Investor

    Pastikan Transparansi, Zabrina: Kualitas Emiten Kunci Pulihkan Kepercayaan Investor

    Transparansi dan tata kelola perusahaan menjadi faktor utama untuk mengembalikan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Pernyataan itu disampaikan Zabrina Raissa, Head of Online Trading Ciptadana Sekuritas Asia, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

    Menurut Zabrina, fokus pasar tidak lagi semata pada jumlah perusahaan yang melantai, melainkan kualitas emiten yang memiliki fundamental dan tata kelola kuat.

    “Jadi kita harapkan betul bahwa di tahun 2026 kita enggak harap banyak company yang melantai tapi lebih ke kualitasnya itu sendiri. Bagaimana si company bisa punya tata kelola yang baik dan tentunya juga dengan tata kelola yang baik akan beriringan juga dengan fundamental dari si company tersebut,” ujar Zabrina.

    Dia menilai kepercayaan investor penting untuk menjaga daya tarik pasar modal bagi investor domestik maupun asing. Zabrina mengakui semester pertama 2026 adalah periode penuh tantangan bagi pasar saham Indonesia.

    “Kita perlu apresiasi juga IHSG kita sempat menyentuh all time high di Januari 2026, tapi sekarang justru pelan-pelan semakin mengalami penurunan,” katanya.

    MSCI dan Nilai Tukar Jadi Perhatian

    Zabrina menyebut salah satu perhatian investor saat ini adalah hasil evaluasi MSCI yang dijadwalkan diumumkan pada November. Meski Indonesia masih dikategorikan sebagai emerging market, ada ketidakpastian mengenai status tersebut ke depan.

    “Yang dinanti-nanti adalah dari MSCI, dari kondisi global yang memang kemarin infonya kita masih dipertahankan di emerging market tapi di November akan ada info terbaru apakah kita benar-benar stay ataupun justru diturunkan ke frontier market,” ujar Zabrina.

    Selain faktor global, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi sorotan. Meski demikian, Zabrina menyatakan optimisme bahwa pasar modal memiliki peluang untuk pulih sebagaimana pernah terjadi pada masa-masa krisis sebelumnya.

    “Kita harapkan yang terbaiklah untuk IHSG, harapannya menjadi kembali rebound dan juga kepercayaan investor asing dan dalam negeri kembali ke Indonesia,” katanya.

    Transparansi Dinilai Masih Kurang

    Zabrina menambahkan isu transparansi masih menjadi perhatian utama MSCI terhadap pasar modal Indonesia. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu perbandingan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

    “Transparansi ini juga yang selalu digaung-gaungkan dari MSCI karena dengan kondisi tersebut juga jadi salah satu concern di mana kalau di-compare ke South East Asian lainnya, Indonesia ini transparansinya dianggap tidak lebih baik dibandingkan negara-negara tetangga lainnya,” katanya.

    Dia menyebut sejumlah perbaikan oleh regulator dan pelaku pasar sudah berada di jalur yang tepat, namun pasar masih menunggu katalis positif yang dapat mendukung pemulihan IHSG.

    “Harapannya USD IDR bisa menguat kembali dan juga fundamental ekonomi khususnya beberapa big banks dan juga company-company lainnya tentunya juga bisa melaporkan kinerja keuangannya yang baik sehingga ini jadi potensial growth catalyst lah untuk kembali lagi ke pasar modal Indonesia ini,” ujar Zabrina.

  • RI Pastikan Akses Pasar Eurasia Melalui Ratifikasi I-EAEU

    RI Pastikan Akses Pasar Eurasia Melalui Ratifikasi I-EAEU

    Pemerintah mendorong percepatan implementasi Perjanjian Perdagangan Indonesia–Eurasian Economic Union (I-EAEU) sebagai langkah memperkuat hubungan dagang dengan Belarus dan kawasan Eurasia.

    Langkah ini diharapkan mendorong peningkatan nilai perdagangan bilateral yang saat ini mencapai sekitar US$220 juta.

    Langkah Ratifikasi

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tren perdagangan antara Indonesia dan Belarus menunjukkan peningkatan seiring menguatnya hubungan ekonomi kedua negara.

    Airlangga menyebut proses ratifikasi perjanjian I-EAEU tengah berjalan di Indonesia, sementara Rusia dan Belarus telah lebih dahulu merampungkan ratifikasi mereka.

    “Perdagangan Indonesia dengan Belarus yang nilainya sekitar 220 juta dolar AS ini sudah meningkat. Sejak kita menandatangani I-EAEU dan kita berharap penandatanganan I-EAEU ini segera diratifikasi,” kata Airlangga dalam Forum Bisnis Indonesia-Belarus di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

    Airlangga menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan surat kepada DPR sebagai bagian dari proses ratifikasi perjanjian tersebut.

    MoU Dan Potensi Ekspor

    Menurut Airlangga, implementasi I-EAEU akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia ke kawasan Eurasia, termasuk Belarus. Lebih dari 90 persen produk Indonesia akan memperoleh fasilitas bea masuk nol persen.

    Selain membuka peluang ekspor, kerja sama ekonomi juga diperkuat melalui kemitraan antar pelaku usaha. Pada pertemuan bilateral terbaru, 17 nota kesepahaman business to business disaksikan oleh kedua pemerintah sebagai tindak lanjut kerja sama.

    Airlangga menilai komitmen Belarus terlihat dari intensitas komunikasi kedua negara. Setelah menggelar Joint Commission Meeting di Belarus pada Mei 2026, delegasi Belarus kembali mengunjungi Indonesia dalam waktu kurang dari satu bulan.

    Indonesia dan Belarus juga telah menyepakati peta jalan kerja sama ekonomi yang mencakup sektor perdagangan, investasi, industri, pertanian, hingga teknologi. Kedua negara berharap implementasi I-EAEU menjadi katalis peningkatan volume perdagangan dan investasi bilateral dalam beberapa tahun mendatang.

    “Belum satu bulan mereka sudah hadir kembali dan mereka sangat berharap Indonesia bisa meningkatkan baik investasi maupun perdagangannya,” ujar Airlangga.

  • Asing Borong TPIA Meski Net Sell Di Bursa Capai Rp699,8 Miliar

    Asing Borong TPIA Meski Net Sell Di Bursa Capai Rp699,8 Miliar

    Perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia, Selasa (30/6/2026), mencatat arus modal asing yang cenderung keluar dengan nilai jual bersih mencapai Rp 699,8 miliar.

    Meski demikian, investor asing melakukan aksi beli pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), menandai pembelian selektif di tengah tekanan pasar.

    Berdasarkan data BEI yang dikompilasi Stockbit Sekuritas, asing membukukan net buy saham TPIA senilai Rp 61,2 miliar jika dihitung berdasarkan harga rata-rata pada sesi I. Volume pembelian tercatat sebesar 36,5 juta saham.

    Aksi beli tersebut berlangsung saat harga saham TPIA justru melemah. Sampai akhir sesi I, saham TPIA turun 2,34% ke level Rp 1.670 per saham.

    Pergerakan harga tersebut membuat kinerja TPIA dalam jangka lebih panjang masih negatif: dalam sebulan terakhir saham ini turun 6,4%, sementara sejak awal tahun (year to date) tercatat turun 76%.

    Aktivitas Perdagangan

    Data Bursa mencatat total 221,5 juta saham TPIA telah diperdagangkan pada sesi I dengan frekuensi mencapai 31,6 ribu kali. Nilai transaksi untuk saham ini mencapai Rp 370,8 miliar.

    Perdagangan hari ini berbalik arah dibandingkan sesi sebelumnya. Pada perdagangan Senin (29/6/2026), asing tercatat melakukan net sell pada saham TPIA sebesar sekitar Rp 16 miliar.

    Net sell asing di indeks lebih besar, namun mereka tetap melakukan pembelian selektif pada saham TPIA.

  • Asing Borong Jual BBCA, Saham Merosot Setelah Net Sell Rp699,8 Miliar

    Asing Borong Jual BBCA, Saham Merosot Setelah Net Sell Rp699,8 Miliar

    Investor asing melakukan aksi jual signifikan pada perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia, Selasa (30/6/2026), dengan net sell mencapai Rp 699,8 miliar.

    Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi fokus pelepasan, tercatat sebagai saham yang paling banyak dijual asing pada sesi tersebut.

    Berdasarkan data BEI yang dikompilasi oleh Stockbit Sekuritas, asing mencatatkan net sell pada saham BBCA senilai Rp 413,2 miliar jika dihitung berdasarkan harga rata-rata pada sesi I. Volume transaksi mencapai 72,2 juta saham.

    Koreksi harga menyertai aksi jual di pasar reguler; saham BBCA melemah 3,38% ke level Rp 5.725 pada penutupan sesi I.

    Secara pergerakan jangka pendek, BBCA masih mencatat penguatan 0,44% dalam sebulan terakhir. Namun, secara year to date (ytd) saham bank itu turun 29,1%.

    Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan sebanyak 217,5 juta saham BBCA telah diperdagangkan pada sesi I, dengan frekuensi transaksi 43,7 ribu kali dan nilai transaksi mencapai Rp 1,24 triliun.

    Aksi jual pada Selasa melanjutkan pola perdagangan hari sebelumnya. Pada Senin (29/6/2026), net sell asing pada BBCA tercatat sebesar Rp 423,6 miliar.

    Dalam catatan CGS International Sekuritas Indonesia untuk perdagangan Selasa, target terdekat saham BBCA ditetapkan di kisaran Rp 6.108–Rp 6.292.

    Secara teknikal, CGS International Sekuritas Indonesia menilai saham BBCA memiliki area support di rentang Rp 5.742–Rp 5.833.

  • Clarity Act Jadi Penentu Masa Depan Pasar Kripto AS

    Clarity Act Jadi Penentu Masa Depan Pasar Kripto AS

    Rancangan undang-undang bernama Clarity Act menjadi titik tumpu harapan pelaku industri kripto di Amerika Serikat. Setelah minat investor ritel bergeser ke sektor kecerdasan buatan, pasar aset digital menunggu kepastian regulasi yang bisa menata ulang hubungan antara bursa, pengembang, dan regulator.

    RUU ini dinilai mampu menyediakan kerangka hukum yang lebih jelas mengenai klasifikasi token serta pembagian kewenangan antarlembaga federal. Hasilnya diharapkan memulihkan kepercayaan institusi keuangan tradisional untuk masuk ke produk on-chain di AS.

    Status Terbaru Clarity Act

    Pada Mei 2026, RUU tersebut lolos dari Komite Perbankan Senat, membuka jalur menuju pemungutan suara penuh (floor vote). Jika disahkan, aturan itu akan merevisi cara klasifikasi aset digital, mengatur ulang interaksi bursa dengan regulator, serta mempertegas posisi pengembang DeFi.

    Analis J.P. Morgan menyebut kemungkinan pengesahan sebagai katalis positif bagi industri kripto pada paruh kedua 2026. Pernyataan tersebut muncul di tengah penurunan harga Bitcoin sekitar 50% dari rekor tertinggi pada Oktober 2025.

    Penolakan Dari Sektor Perbankan

    Sektor perbankan tradisional memberikan perlawanan signifikan terhadap Clarity Act. Independent Community Bankers of America (ICBA), yang mewakili sekitar 4.000 bank lokal AS, meluncurkan kampanye untuk menggagalkan RUU ini.

    ICBA menyorot pasal yang mengizinkan perusahaan kripto memberikan insentif pada transaksi stablecoin. Mereka memperkirakan potensi migrasi likuiditas dapat menguras dana simpanan bank lokal hingga US$1,3 triliun (sekitar Rp 23.271,3 triliun), sehingga menekan kemampuan bank menyalurkan kredit kepada usaha kecil dan sektor pertanian di daerah.

    Bagaimana Clarity Act Bekerja

    RUU ini mengusulkan pembagian kewenangan yang lebih tegas antara tiga lembaga utama:

    • SEC: mengawasi aset digital yang menyerupai kontrak investasi;
    • CFTC: mengawasi komoditas digital dan pasar spot aset tersebut;
    • Regulator perbankan: bertanggung jawab atas hubungan antara kripto dan sistem keuangan tradisional, termasuk fungsi kustodian dan distribusi stablecoin.

    Dengan pembagian itu, AS diharapkan beralih dari praktik regulation by enforcement—di mana aturan baru sering muncul setelah kasus hukum—ke buku aturan khusus bagi pasar kripto.

    Dampak Bagi Investor dan DeFi

    Bagi investor ritel, kepastian hukum dapat memperbaiki sentimen terhadap altcoins yang selama ini dianggap berisiko oleh praktik proyek tanpa tata kelola. Token yang terikat pada tim aktif bisa memiliki jalur registrasi dan pengungkapan yang lebih jelas.

    Draf RUU juga memuat perlindungan untuk pengembang protokol non-kustodian. Layanan DeFi dan dompet digital diharapkan dapat meningkat statusnya menjadi instrumen keuangan arus utama yang legal dan dapat dipercaya.

    Peluang Pengesahan dan Hambatan Politik

    Probabilitas pengesahan RUU sebelum akhir 2026 diperkirakan berkurang; peneliti Galaxy Digital menurunkan perkiraan tersebut menjadi sekitar 60% dari sebelumnya 75%. Kendala waktu dan dinamika politik Washington menjadi faktor utama yang menghambat.

    Senator Cynthia Lummis memperingatkan bahwa jika Clarity Act gagal disahkan pada 2026, peluang berikutnya baru akan muncul pada “setidaknya tahun 2030.” Ketegangan politik terkait RUU lain di Kongres turut memperumit jadwal legislatif, sehingga pembahasan Clarity Act terancam tersisih dari prioritas menjelang masa reses Agustus 2026.

    Akar Permasalahan dan Urgensi Regulasi

    Lahirnya draf Clarity Act merupakan respons terhadap guncangan berulang di industri kripto beberapa tahun terakhir. Ketiadaan aturan yang jelas di AS, salah satu pusat likuiditas global, telah menciptakan ruang abu-abu yang memicu praktik buruk dan kegagalan beberapa entitas besar.

    Sebagian pihak menilai kekosongan hukum tersebut mendorong inovasi radikal seperti DeFi, tetapi juga dimanfaatkan oleh aktor nakal. Pendekatan penegakan yang bersifat represif di masa lalu membuat sebagian perusahaan finansial berpindah jurisdiksi mencari kepastian hukum.

    Memasuki 2026, kebutuhan undang-undang komprehensif semakin mendesak. Peralihan minat investor ritel dan modal ventura ke teknologi AI menambah tekanan agar pasar kripto mendapatkan kepastian perlindungan konsumen dan transparansi hukum, jika tak ingin kehilangan momentum pertumbuhan jangka panjang.

  • Harga Emas Pecahan Kecil Turun, Minigold Tetap Stabil 30 Juni 2026

    Harga Emas Pecahan Kecil Turun, Minigold Tetap Stabil 30 Juni 2026

    Harga emas batangan pecahan kecil mengalami penurunan di beberapa produsen pada Selasa, 30 Juni 2026, sementara beberapa produk lain mencatat harga yang stabil.

    Data dari masing-masing penyedia menunjukkan perubahan harga jual dan harga beli kembali (buyback) untuk produk 1 gram dan pecahan lebih kecil pada hari tersebut.

    Pergerakan Harga Per Produsen

    PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat penurunan harga emas 1 gram. Harga jual tercatat turun sebesar Rp 35.000 menjadi Rp 2.575.000 per gram, sedangkan harga buyback turun Rp 33.000 menjadi Rp 2.447.000 per gram.

    PT Hartadinata Abadi Tbk (Emasku) juga mengalami koreksi harga. Harga Emasku 1 gram turun Rp 40.000 menjadi Rp 2.408.000 per gram. Untuk harga buyback, Emasku tercatat turun Rp 39.000 menjadi Rp 2.292.000 per gram.

    Lotus Archi mencatat penurunan pada pecahan 1 gram serta buyback. Harga emas Lotus Archi 1 gram turun Rp 585.000 menjadi Rp 2.493.000 per gram, sedangkan harga buyback anjlok Rp 45.000 menjadi Rp 2.315.000 per gram.

    Sementara itu, Minigold mempertahankan level harga pada hari yang sama. Harga jual Minigold 1 gram tercatat stabil di Rp 2.483.000 per gram, dan harga buyback tetap di Rp 2.235.000 per gram.

    Daftar Harga Lengkap (30 Juni 2026)

    • BSI
      • Harga emas BSI 1 gram: Rp 2.575.000
      • Harga buyback BSI 1 gram: Rp 2.447.000
    • Emasku (HRTA)
      • Harga Emasku 0,1 gram: Rp 306.500
      • Harga Emasku 0,25 gram: Rp 718.000
      • Harga Emasku 0,5 gram: Rp 1.259.000
      • Harga Emasku 1 gram: Rp 2.408.000
      • Harga buyback Emasku 1 gram: Rp 2.292.000
    • Lotus Archi
      • Harga Lotus Archi 0,1 gram: Rp 323.000
      • Harga Lotus Archi 0,2 gram: Rp 603.000
      • Harga Lotus Archi 0,5 gram: Rp 1.296.000
      • Harga Lotus Archi 1 gram: Rp 2.493.000
      • Harga buyback Lotus Archi 1 gram: Rp 2.315.000
    • Minigold
      • Harga Minigold 0,1 gram: Rp 280.200
      • Harga Minigold 0,25 gram: Rp 682.000
      • Harga Minigold 0,5 gram: Rp 1.292.000
      • Harga Minigold 1 gram: Rp 2.483.000
      • Harga buyback Minigold 1 gram: Rp 2.235.000
  • Nadal Pastikan Warisan Baru Lewat Perhotelan dan Akademi

    Nadal Pastikan Warisan Baru Lewat Perhotelan dan Akademi

    Rafael Nadal telah mengalihkan energi kariernya dari lapangan tenis ke dunia bisnis, khususnya perhotelan dan pendidikan olahraga. Mantan petenis peringkat dunia itu baru saja membuka hotel keempat di Fuerteventura, Kepulauan Kanari, sebagai bagian dari merek Zel Hotels yang didirikan pada 2022 bersama Meliá Hotels International.

    Nadal resmi pensiun dari kompetisi pada November 2024 setelah memenangi 22 gelar Grand Slam. Kini dia mengklaim fokusnya adalah membangun “warisan di luar lapangan.” “Saya bukan tipe pria yang suka bangun di pagi hari tanpa tahu harus berbuat apa. Tujuan saya adalah terus melangkah maju. Jika dulu saya membangun warisan di dalam lapangan, sekarang adalah saatnya saya membangun warisan di luar lapangan,” ujar Nadal.

    Strategi di Sektor Hospitality

    Zel Hotels sebelumnya membuka properti di Mallorca, Costa Brava (Spanyol), dan Punta Cana (Republik Dominika). Nadal melihat pergeseran perilaku konsumen yang lebih memilih menghabiskan uang untuk pengalaman, sehingga sektor hospitality menurutnya menawarkan peluang investasi meskipun persaingan ketat.

    Dia menyebutkan pengalaman dan disiplin dari karier tenisnya turut membantu dalam mengelola bisnis. “Olahraga mengajari Anda untuk mentoleransi rasa frustrasi, belajar bekerja dalam tim, dan menerima kenyataan bahwa terkadang Anda harus kalah. Anda juga harus bisa mengelola kemenangan, karena tidak peduli seberapa besar Anda menang hari ini, Anda harus kembali bertanding keesokan harinya,” kata Nadal.

    Portofolio Di Luar Hotel

    Selain perhotelan, Nadal mengembangkan usaha lewat perusahaan keluarga Aspemir yang menaruh perhatian pada pendidikan dan kebugaran. Salah satu aset utamanya adalah Rafa Nadal Academy di Mallorca yang berdiri sejak 2016 dan telah berkembang ke beberapa negara.

    Pada 2025, Nadal menjual 44,9% saham akademi kepada GPF Capital senilai 94 juta euro, namun tetap mempertahankan kendali mayoritas sebesar 55,1%. “Semakin hari, semakin banyak orang sadar bahwa menjaga tubuh itu sangat penting. Jadi, berinvestasi pada pendidikan anak-anak, kesejahteraan, dan olahraga adalah langkah yang tepat,” ujarnya.

    Pandangan soal Sengketa Hadiah Uang Wimbledon

    Nadal juga angkat bicara terkait protes soal pembagian hadiah uang yang melibatkan pemain top dan penyelenggara Wimbledon. Tahun ini, Wimbledon menaikkan total hadiah sebesar 20% menjadi 64,2 juta pound sterling. Namun, beberapa pemain menuntut angka sekitar 71 juta pound sterling atau setara 16% dari pendapatan turnamen, dengan target 22% pada 2030 di seluruh Grand Slam.

    Dia menyatakan memahami kedua sisi, tetapi mengingatkan para pemain untuk realistis terhadap beban penyelenggara. Nadal menyarankan solusi jangka panjang: “Tandatangani kesepakatan persentase kenaikan tahunan yang adil untuk pemain dan turnamen selama 10 tahun. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan 10 tahun masa tenang tanpa konflik.”

    Transisi Karier dan Visi Jangka Panjang

    Nadal menyebut transisi dari atlet menjadi pengusaha berjalan lancar karena dia memanfaatkan reputasi, disiplin, dan rekam prestasi. Pilihan investasi di hotel serta pendidikan olahraga dimaksudkan bukan hanya untuk mengamankan aset finansial, tetapi juga membangun ekosistem yang berkelanjutan bagi generasi berikutnya.

    Langkah ini sejalan dengan tren di kalangan atlet elite yang merencanakan “second career” pasca-pensiun. Nadal menegaskan kesiapan mentalnya setelah menjalani operasi pinggul pada 2023 dan memilih pensiun, lalu melanjutkan babak baru dalam kehidupan profesionalnya.

  • BNI Rayakan 80 Tahun Dengan Transformasi Untuk Perkuat Kinerja dan Daya Saing

    BNI Rayakan 80 Tahun Dengan Transformasi Untuk Perkuat Kinerja dan Daya Saing

    Memperingati 80 tahun beroperasi, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan komitmen transformasi menyeluruh untuk memperkuat kinerja dan daya saing. Transformasi ini dijalankan sebagai landasan peningkatan kontribusi bank terhadap nasabah dan perekonomian nasional.

    Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menyatakan transformasi diarahkan bukan hanya untuk menggenjot kinerja bisnis, tetapi juga memperkuat kemampuan menghadapi perubahan dan menangkap peluang pertumbuhan baru. Menurut Paolo, penguatan tata kelola BUMN oleh Danantara Indonesia mendukung orientasi penciptaan nilai jangka panjang.

    Fokus Transformasi dan Digitalisasi

    BNI mengimplementasikan transformasi di berbagai lini, termasuk penguatan kapabilitas digital, peningkatan produktivitas organisasi, optimalisasi jaringan layanan, dan peningkatan manajemen risiko. Strategi ini ditujukan untuk mewujudkan pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

    Pada sisi digital, BNI terus mengembangkan wondr by BNI sebagai platform layanan digital ritel. Hingga akhir 2025, platform tersebut telah digunakan oleh lebih dari 12 juta nasabah, sekaligus mendukung pertumbuhan tabungan ritel dan penguatan dana murah.

    Perkuat Layanan Korporasi

    Di segmen wholesale banking, BNI memperkuat layanan BNIdirect untuk cash management, trade finance, bank guarantee, dan supply chain financing. Sepanjang 2025, jumlah pengguna dan nilai transaksi BNIdirect tumbuh lebih dari 25% secara tahunan, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan giro korporasi dan kualitas layanan transaksi bisnis.

    Kinerja Keuangan

    Hasil transformasi tercermin pada kinerja keuangan 2025. BNI mencatat laba bersih sebesar Rp 20 triliun. Kualitas aset menunjukkan perbaikan dengan NPL bruto turun menjadi 1,9% dan loan at risk (LaR) membaik menjadi 8,5%.

    Momentum positif berlanjut pada 2026. Hingga akhir Mei 2026, BNI melaporkan total aset Rp 1.365,36 triliun dan dana pihak ketiga (DPK) Rp 1.063,92 triliun. Periode yang sama mencatat laba bersih Rp 9,05 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 160,99 triliun.

    Ambisi Jangka Panjang

    Paolo menilai fondasi bisnis yang semakin kuat menjadi modal penting bagi BNI untuk terus menciptakan nilai bagi pemegang saham, nasabah, dan perekonomian. “Kami meyakini bahwa perusahaan yang sehat dan bertumbuh akan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi pemegang saham, mendukung agenda pembangunan nasional, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang,” ujarnya.

    BNI juga menyatakan harapan bahwa kehadiran Danantara akan memperkuat upaya BUMN dalam penciptaan nilai jangka panjang melalui pengelolaan investasi terintegrasi, peningkatan produktivitas, dan penguatan daya saing. Perseroan menegaskan akan melanjutkan agenda transformasi sejalan semangat “Terus Mengabdi untuk Terus Melayani” untuk meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan nasional.

  • Harga Emas Diprediksi Kembali Berpeluang Naik, Dua Tren Jadi Penyangga

    Harga Emas Diprediksi Kembali Berpeluang Naik, Dua Tren Jadi Penyangga

    Para analis menyatakan harga emas berpotensi kembali mendapatkan momentum seiring dua tren yang berjalan saat ini: penurunan harga minyak dunia dan akumulasi pembelian logam mulia oleh sejumlah pelaku pasar.

    Optimisme itu muncul meski emas sempat tertekan oleh penguatan dolar AS dan masih berada di bawah level psikologis penting. Faktor eksternal dan pola permintaan disebut saling mempengaruhi prospek pasar emas ke depan.

    Menurut analis di Heraeus, jika tidak ada penutupan lebih lanjut di Selat Hormuz dan penurunan harga minyak berlanjut, efek penurunan harga tersebut akan dirasakan oleh produsen dan konsumen. Kondisi ini, jika disertai penurunan indeks harga PCE dan indeks lainnya, berimplikasi pada berkurangnya kemungkinan kenaikan suku bunga, sehingga memperkuat prospek investasi untuk logam mulia.

    “Jika tidak ada penutupan lebih lanjut di Selat Hormuz, penurunan harga minyak mulai diteruskan kepada produsen dan konsumen. Kemudian jika indeks harga PCE turun, bersamaan dengan indeks lainnya, kemungkinan kenaikan suku bunga juga akan berkurang, memperkuat prospek investasi untuk logam mulia,” ujar para analis tersebut.

    Harga emas sempat turun di bawah US$4.000 per troy ounce pekan lalu, penurunan yang terjadi untuk pertama kali sejak November 2025. Tekanan ini sebagian besar terjadi saat pasar menilai kebijakan moneter Federal Reserve yang lebih agresif.

    Analis Heraeus menambahkan bahwa penguatan dolar AS turut berkontribusi pada pelemahan harga emas karena menjadikan emas lebih mahal bagi pembeli non-dolar, meski faktor makro yang sama sering memengaruhi pergerakan kedua aset tersebut.

    Akumulasi Logam Mulia Di China

    Selain dinamika pasar minyak dan kebijakan moneter, akumulasi emas oleh pembeli menjadi faktor penyangga lain. Impor emas China naik ke level tertinggi dalam dua tahun terakhir pada Mei 2026, menurut catatan analis.

    Para analis mencatat, sejauh tahun ini impor emas non-moneter ke China mencapai total 691,6 ton. Angka ini naik 76% dari 393,6 ton pada periode Januari hingga Mei tahun sebelumnya, meskipun belum mencapai 840,6 ton yang diimpor pada periode yang sama tahun 2024.

    “Hal ini didorong oleh permintaan yang kuat untuk emas batangan fisik dan rencana akumulasi emas di mana investor ritel dapat membeli emas dengan jumlah uang yang lebih kecil yang disetorkan setiap bulan,” terang para analis.

    Catatan itu menegaskan bahwa meskipun tekanan jangka pendek datang dari faktor makro seperti penguatan dolar dan ekspektasi suku bunga, permintaan fisik dan strategi akumulasi di beberapa pasar utama tetap menjadi penopang bagi prospek harga emas.

  • BSI Raih Posisi Kedua BankCX Tracker 2026, Setara Bank Umum Komersial

    BSI Raih Posisi Kedua BankCX Tracker 2026, Setara Bank Umum Komersial

    PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meraih peringkat kedua dalam BankCX Tracker 2026, alat ukur kualitas customer experience di sektor perbankan Indonesia. Pencapaian ini menunjukkan BSI dinilai sejajar dengan kategori bank umum komersial (KBMI 3).

    Manajemen BSI menyatakan posisi tersebut menandai lonjakan kompetisi, dari yang semula bersaing di level bank syariah kini berhadapan langsung dengan bank-bank besar nasional.

    Ruang Lingkup Penilaian BankCX Tracker 2026

    BankCX Tracker 2026 mengevaluasi lebih dari 50 bank, meliputi 20 bank umum komersial, 10 bank pembangunan daerah, 11 bank syariah, 6 bank umum syariah, 5 unit usaha syariah, dan 10 bank digital.

    Aspek penilaian dibagi menjadi dua pendekatan utama. Layanan fisik termasuk kantor cabang dan layanan prioritas berkontribusi 43% terhadap nilai keseluruhan untuk bank umum dan bank syariah.

    Sedangkan digital touchpoint—termasuk e-banking, pembukaan rekening online, digital branch, ATM, kartu pembiayaan, dan layanan contact center—memegang bobot 57%.

    Respon Manajemen

    Wakil Direktur Utama BSI, Bob T Ananta, mengatakan pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan inovasi dan transformasi digital sebagai wujud komitmen “Melayani Sepenuh Hati” kepada masyarakat.

    “Pencapaian ini menjadi motivasi BSI untuk terus meningkatkan inovasi, transformasi digital sebagai komitmen Melayani Sepenuh Hati kepada seluruh masyarakat. Kami berupaya menjadikan setiap nasabah bisa merasakan pengalaman menjadi bagian dari Sahabat Finansial, Sosial dan Spiritual Bersama BSI,”

    Bob juga menyatakan peringkat kedua mempertegas posisi BSI bukan hanya sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, tetapi juga sebagai salah satu bank nasional dengan kualitas pengalaman nasabah yang baik.

    “Pengakuan ini menjadi motivasi bagi BSI untuk terus menghadirkan layanan yang inovatif dan upaya memperkuat kontribusi perbankan syariah dalam mendorong pertumbuhan industri perbankan nasional,”