Pemerintah mendorong percepatan implementasi Perjanjian Perdagangan Indonesia–Eurasian Economic Union (I-EAEU) sebagai langkah memperkuat hubungan dagang dengan Belarus dan kawasan Eurasia.
Langkah ini diharapkan mendorong peningkatan nilai perdagangan bilateral yang saat ini mencapai sekitar US$220 juta.
Langkah Ratifikasi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tren perdagangan antara Indonesia dan Belarus menunjukkan peningkatan seiring menguatnya hubungan ekonomi kedua negara.
Airlangga menyebut proses ratifikasi perjanjian I-EAEU tengah berjalan di Indonesia, sementara Rusia dan Belarus telah lebih dahulu merampungkan ratifikasi mereka.
“Perdagangan Indonesia dengan Belarus yang nilainya sekitar 220 juta dolar AS ini sudah meningkat. Sejak kita menandatangani I-EAEU dan kita berharap penandatanganan I-EAEU ini segera diratifikasi,” kata Airlangga dalam Forum Bisnis Indonesia-Belarus di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Airlangga menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan surat kepada DPR sebagai bagian dari proses ratifikasi perjanjian tersebut.
MoU Dan Potensi Ekspor
Menurut Airlangga, implementasi I-EAEU akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia ke kawasan Eurasia, termasuk Belarus. Lebih dari 90 persen produk Indonesia akan memperoleh fasilitas bea masuk nol persen.
Selain membuka peluang ekspor, kerja sama ekonomi juga diperkuat melalui kemitraan antar pelaku usaha. Pada pertemuan bilateral terbaru, 17 nota kesepahaman business to business disaksikan oleh kedua pemerintah sebagai tindak lanjut kerja sama.
Airlangga menilai komitmen Belarus terlihat dari intensitas komunikasi kedua negara. Setelah menggelar Joint Commission Meeting di Belarus pada Mei 2026, delegasi Belarus kembali mengunjungi Indonesia dalam waktu kurang dari satu bulan.
Indonesia dan Belarus juga telah menyepakati peta jalan kerja sama ekonomi yang mencakup sektor perdagangan, investasi, industri, pertanian, hingga teknologi. Kedua negara berharap implementasi I-EAEU menjadi katalis peningkatan volume perdagangan dan investasi bilateral dalam beberapa tahun mendatang.
“Belum satu bulan mereka sudah hadir kembali dan mereka sangat berharap Indonesia bisa meningkatkan baik investasi maupun perdagangannya,” ujar Airlangga.

Tinggalkan Balasan