Blog

  • Dony Oskaria Akan Awasi Langsung Pelaporan LHKPN Pejabat BUMN dan SDI

    Dony Oskaria Akan Awasi Langsung Pelaporan LHKPN Pejabat BUMN dan SDI

    Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyatakan akan turun tangan langsung untuk memastikan pimpinan perusahaan BUMN dan Danantara Sumberdaya Indonesia (SDI) melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

    Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan Dony dengan Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminuddin, di Gedung C1 KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026).

    “Prinsipnya nanti kami (Danantara dan KPK) sudah bersepakat bahwa saya akan mengontrol sendiri ketaatan daripada penyampaian LHKPN dan kita harapkan itu tepat waktu karena ini tidak ada toleransi yang kita berikan,” ujar Dony seusai audiensi.

    Dony menegaskan kewajiban pelaporan LHKPN bagi setiap pimpinan BUMN sesuai ketentuan perundang-undangan. Menurutnya, pelaporan tersebut merupakan langkah untuk memperkuat transparansi, integritas, dan akuntabilitas di tubuh BUMN.

    “Intinya adalah seluruh BUMN ke depannya setelah kita lakukan transformasi, kita berharap ke depannya seluruhnya tentu harus kita batasi koridornya supaya tidak terjadi potensi untuk adanya korupsi masa yang akan datang,” kata Dony.

    Dari sisi KPK, Deputi Pencegahan dan Monitoring Aminuddin mengonfirmasi masih terdapat banyak manajemen BUMN yang belum menyampaikan LHKPN sejak batas waktu 31 Maret 2026 hingga akhir Juni 2026.

    Aminuddin menyebut KPK sudah mengirimkan surat kepada pihak terkait di BUMN agar memberikan sanksi kepada pejabat yang belum melapor sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

    “Kami sudah menyurati ya kepada stakeholder untuk mereka-mereka yang tidak melaporkan supaya diberikan sanksi. Karena kalau yang untuk ASN itu ada sanksinya. Kalau untuk yang level di BUMN disesuaikan sanksinya dengan aturan internal yang ada di BUMN,” ujar Aminuddin.

    Dia menambahkan, “Betul bahwa per 31 Maret 2026, posisi per akhir Juni ini memang ada beberapa manajemen BUMN yang wajib lapor itu belum melaporkan LHKPN.”

  • BRI Danareksa: IHSG Diprediksi Tertekan, Tiga Saham Direkomendasikan

    BRI Danareksa: IHSG Diprediksi Tertekan, Tiga Saham Direkomendasikan

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan pelemahan pada perdagangan, Selasa (30/6/2026). Kenaikan ketidakpastian global dan data ekonomi yang dinanti menjadi latar sentimen pasar.

    Pada penutupan sebelumnya, IHSG melemah 1,28% ke level 5.820,7 di tengah aktivitas perdagangan yang minim dan sikap wait and see investor.

    Pelaku pasar masih berhati-hati menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, termasuk data ketenagakerjaan, serta pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh. Ketidakpastian geopolitik yang meningkat juga ikut memengaruhi sentimen.

    Di domestik, peserta pasar akan mencermati rilis PMI Manufaktur, data inflasi, dan neraca perdagangan Indonesia sebagai indikator kesehatan ekonomi. Selain itu, rencana penawaran umum saham perdana (IPO) beberapa emiten pada awal Juli berpotensi menyerap likuiditas dalam jangka pendek.

    Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih mixed namun cenderung melemah dengan support di 5.730 dan resistance di 6.000. Rebound dinilai masih terbatas selama indeks belum mampu menembus area resistance tersebut.

    Indeks saham di bursa Wall Street menutup perdagangan kemarin dengan penguatan. Dow Jones Industrial Average naik 0,59% ke 52.182,7, S&P 500 menguat 1,18% ke 7.440,4, dan Nasdaq Composite bertambah 2,07% menjadi 25.820,1.

    Menanggapi kondisi pasar, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham HMSP, DSSA, dan UNVR untuk tujuan trading.

  • Analis TD Securities Prediksi Harga Emas Turun Terlebih Dahulu Sebelum Reli ke US$5.300

    Analis TD Securities Prediksi Harga Emas Turun Terlebih Dahulu Sebelum Reli ke US$5.300

    Analis dari TD Securities memproyeksikan harga emas dunia akan mengalami penurunan tajam terlebih dahulu sebelum kembali menguat ke level di atas US$5.000 per troy ounce.

    Bart Melek, Kepala Riset Komoditas TD Securities, memperkirakan harga emas dapat merosot ke bawah US$3.900 per troy ounce sebelum kemudian reli menuju sekitar US$5.300 per troy ounce dalam beberapa waktu mendatang.

    Proyeksi Pemulihan dan Faktor Pendukung

    Melek menyatakan bahwa, meskipun terancam penurunan berkelanjutan, posisi emas tetap kondusif untuk pemulihan kuat hingga 2027 dan berpotensi menembus rekor baru di atas US$5.300 per troy ounce.

    Menurutnya, berakhirnya pelonggaran hambatan ekonomi dan aliran dana terkait konflik di Iran akan menjadi katalis positif bagi emas. Dia juga menunjuk ekspektasi inflasi yang rendah, pergeseran kebijakan The Fed, serta kemungkinan suntikan likuiditas sebagai faktor yang dapat menopang harga logam mulia.

    “Berakhirnya pelonggaran hambatan ekonomi dan arus dana yang terkait dengan perang di Iran seharusnya memberikan katalis positif bagi emas. Sementara itu, ekspektasi inflasi yang rendah dan pergeseran kebijakan The Fed, bersamaan dengan kemungkinan suntikan likuiditas, untuk mengimbangi pelemahan ekonomi dari guncangan pasokan energi dan komoditas utama seharusnya semakin mendukung logam mulia mencapai rekor tertinggi baru,”

    Risiko Jangka Pendek

    Melek menggarisbawahi bahwa risiko jangka pendek terbesar bagi harga emas saat ini terkait sentimen terhadap harga minyak. Dia menilai tekanan pada minyak akan terus memengaruhi tingkat inflasi.

    Dia menambahkan bahwa gangguan di Selat Hormuz yang menekan pasokan energi ke level rendah berisiko memicu rebound tajam pada pasar minyak mentah.

    “Dengan gangguan di Selat Hormuz yang mengikis persediaan energi ke tingkat terendah dalam sejarah, risiko utamanya adalah pasar minyak mentah yang terlalu jenuh dapat mengalami rebound tajam,”

    Melek juga memperkirakan harga minyak Brent bisa bergerak ke kisaran US$90–110 per barel, yang menurutnya akan meningkatkan ekspektasi inflasi, memperkuat bias kebijakan yang restriktif, serta meningkatkan biaya carry dan peluang bagi pemegang emas.

    “Kami percaya harga minyak Brent masih dapat bergerak ke kisaran US$90–110/barel, meningkatkan ekspektasi inflasi dan memperkuat bias kebijakan yang restriktif, sehingga meningkatkan biaya carry dan peluang bagi pemegang emas,”
  • BEI Pantau Pergerakan Saham NSSS Usai Naik 22,8% Sebulan

    BEI Pantau Pergerakan Saham NSSS Usai Naik 22,8% Sebulan

    Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau pergerakan saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) setelah tercatat mengalami aktivitas pasar yang tidak biasa pada Selasa, 30 Juni 2026.

    Pengumuman masuknya saham ini ke dalam observasi Unusual Market Activity (UMA) mendorong BEI untuk melakukan pemantauan ketat terhadap pola harga dan transaksi.

    Dalam keterangan resmi, BEI menegaskan bahwa “Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.”

    Saham NSSS tercatat naik 22,8% dalam sebulan terakhir. Namun sejak awal tahun, saham ini justru turun 38,9%.

    Imbauan Untuk Investor

    BEI meminta investor memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi bursa dan mencermati kinerja serta keterbukaan informasi perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.

    Selain itu, BEI mengimbau agar investor mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari.

  • Zuckerberg: Kebebasan Gagal Jadi Syarat Utama untuk Inovasi

    Zuckerberg: Kebebasan Gagal Jadi Syarat Utama untuk Inovasi

    Mark Zuckerberg mengatakan kebebasan untuk gagal adalah salah satu kunci utama menuju kesuksesan besar. Pernyataan itu disampaikan saat ia memberi pidato kelulusan di Universitas Harvard pada 2017, di mana ia mengaitkan kebebasan bereksperimen dengan peluang menghasilkan inovasi penting.

    Dalam pidatonya, pendiri Facebook mencontohkan perjalanan karier J.K. Rowling dan Beyoncé sebagai bukti bahwa kegagalan berulang tidak menutup kemungkinan munculnya prestasi luar biasa. Ia juga menyoroti keterbatasan yang dihadapi banyak orang karena kurangnya dukungan finansial.

    Wirausaha dan Risiko Di Era Modern

    Zuckerberg berpendapat ekonomi modern menuntut jiwa kewirausahaan, baik untuk memulai perusahaan, menjalankan proyek kreatif, maupun mengejar jalur karier nonkonvensional. Menurutnya, budaya inovasi hanya dapat berkembang jika orang memiliki ruang untuk mencoba hal baru tanpa takut satu kegagalan akan menghancurkan hidup mereka.

    Ia mengakui perjalanan kariernya sendiri tidak selalu mulus. Sebelum Facebook, Zuckerberg mengatakan ia pernah mengembangkan berbagai proyek digital yang gagal di pasaran, termasuk gim komputer, sistem obrolan, alat bantu belajar, hingga aplikasi pemutar musik.

    Contoh Kasus dan Pernyataan

    Untuk menguatkan argumennya, Zuckerberg menyebutkan pengalaman J.K. Rowling dan Beyoncé. “J.K. Rowling ditolak oleh penerbit sebanyak 12 kali sebelum akhirnya berhasil menerbitkan novel Harry Potter. Bahkan musisi hebat seperti Beyoncé pun harus menciptakan ratusan lagu terlebih dahulu sebelum bisa melahirkan karya hit legendaris seperti ‘Halo’,” ujarnya.

    “Kesuksesan terbesar justru lahir ketika seseorang memiliki kebebasan dan ruang untuk mengalami kegagalan,” tegas Zuckerberg.

    Ketimpangan Ekonomi dan Jaring Pengaman Finansial

    Selain menyorot pentingnya kebebasan gagal, Zuckerberg juga mengkritik ketimpangan ekonomi. Ia menilai sistem sosial kerap memberi penghargaan besar kepada mereka yang sudah sukses, namun kurang menyediakan dukungan bagi mereka yang ingin mencoba sesuatu sejak awal.

    “Ada yang salah dengan sistem kita ketika saya bisa keluar dari kampus ini dan menghasilkan miliaran dolar dalam waktu 10 tahun, sementara di sisi lain ada jutaan mahasiswa yang kesulitan melunasi pinjaman pendidikan mereka, apalagi untuk memulai sebuah bisnis,” kata Zuckerberg.

    Ia mengatakan sepanjang pengalamannya, ia jarang bertemu pengusaha yang menyerah hanya karena takut tidak bisa menghasilkan uang banyak. Sebaliknya, banyak talenta yang menurutnya terpaksa mengubur impian karena tidak punya jaring pengaman finansial jika usaha mereka gagal.

    Zuckerberg juga mengakui peran faktor keberuntungan dalam keberhasilan jangka panjang. Ia menyebut kemungkinan ia tak akan mendirikan Facebook jika harus menanggung beban finansial keluarga atau jika hidupnya tidak akan tetap baik-baik saja bila Facebook mengalami kegagalan di tahap awal.

    Jejak Karier dan Sumbangan Filantropi

    Mark Zuckerberg memulai Facebook pada 2004 saat berusia 19 tahun di kamar asramanya di Universitas Harvard. Platform itu berkembang pesat dari layanan untuk mahasiswa menjadi perusahaan publik lewat penawaran saham perdana pada 2012.

    Pada 2021, untuk memperluas visi teknologi ke ranah dunia virtual atau metaverse, Facebook mengubah nama perusahaan induknya menjadi Meta Platforms, Inc.

    Berkat bisnis digitalnya, Zuckerberg tercatat sebagai salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan bersih mencapai 186,6 miliar dolar AS menurut data terbaru yang disebutkan dalam sumber. Selain itu, pada 2015 ia bersama istrinya, Priscilla Chan, mendirikan yayasan Chan Zuckerberg Initiative dan berkomitmen menyumbangkan 99% saham Meta mereka selama masa hidup mereka untuk tujuan memajukan potensi manusia dan mempromosikan kesetaraan sosial.

  • J Resources Umumkan Dividen Rp105 Per Saham, Yield 19%

    J Resources Umumkan Dividen Rp105 Per Saham, Yield 19%

    PT J Resources Asia Pasifik Tbk akan mencairkan dividen tunai sebesar Rp 2,77 triliun atau setara Rp 105 per saham pada Selasa, 30 Juni 2026.

    Perhitungan yield dividen pada cum date menunjukkan angka tinggi: 19% berdasarkan harga penutupan saat itu.

    Jadwal Pembayaran dan Cum Date

    Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada 11 Juni 2026. Harga penutupan saham J Resources Asia Pasifik pada tanggal tersebut tercatat Rp 550, sehingga yield dividen dihitung sebesar 19%.

    Tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen ditetapkan per 15 Juni 2026 pukul 16.00 WIB.

    Kinerja Keuangan dan Pergerakan Saham

    Sepanjang tahun buku 2025, perusahaan membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 35,45 juta. Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya tercatat US$ 175,83 juta.

    Pada perdagangan Senin, 29 Juni 2026, saham PSAB tercatat naik tipis 0,49% ke level Rp 410. Dalam sebulan terakhir, saham perusahaan mengalami penurunan sebesar 13,87%.

  • CGS Sebut Target 144-148, BUMI Siap Uji Resistance

    CGS Sebut Target 144-148, BUMI Siap Uji Resistance

    PT Bumi Resources Tbk (BUMI) disebut memiliki potensi menguat menuju level resistance setelah analis menempatkan target harga di kisaran Rp144–Rp148.

    Panduan teknikal itu disampaikan CGS International Sekuritas Indonesia dalam catatan untuk perdagangan Selasa, 30 Juni 2026, yang juga memetakan area support saham BUMI pada level Rp136–Rp138.

    “BUMI memiliki level support 136-138, dengan target terdekat pada level 144-148,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia pada catatan perdagangan Selasa (30/6/2026).

    Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Senin (29/6/2026), harga saham BUMI tercatat stagnan di level Rp141.

    Pergerakan harga terakhir menunjukkan penurunan mingguan dan bulanan: dalam sepekan saham BUMI melemah 12,9% dan dalam sebulan turun 15%. Secara year to date (ytd), saham ini tercatat turun 61,4%.

    Data perdagangan menunjukkan adanya pembelian bersih oleh investor asing. Menurut Stockbit, net buy asing pada saham BUMI tercatat sebesar Rp13 miliar pada perdagangan Senin (29/6/2026).

  • Ada Pembelian Besar Saat Saham BBRI Turun, JP Morgan Catat Net Buy Rp118,7 Miliar

    Ada Pembelian Besar Saat Saham BBRI Turun, JP Morgan Catat Net Buy Rp118,7 Miliar

    Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tercatat melemah 1,05% ke Rp 2.840 pada perdagangan Senin (29/6/2026). Meski demikian, aktivitas beli besar tercatat saat harga bergerak turun.

    Perdagangan hari itu mencatat 173,1 juta saham BBRI berpindah tangan dengan frekuensi 33.359 kali dan nilai transaksi mencapai Rp 491,93 miliar.

    Data aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan broker JP Morgan Sekuritas Indonesia mencatat net buy untuk investor asing pada saham BBRI sebesar Rp 118,7 miliar dengan harga rata‑rata Rp 2.842.

    Sebelumnya saham BBRI sempat menguat selama dua hari berturut‑turut sebelum berbalik turun pada hari Senin.

    Pergerakan Nilai Transaksi

    Nilai transaksi saham BBRI dalam tiga hari terakhir cenderung menurun, meski volume dan frekuensi perdagangan tetap signifikan pada hari Senin.

    Pandangan Analis

    Dalam catatan untuk perdagangan Selasa (30/6/2026), CGS International Sekuritas menyebut saham BBRI berpeluang rebound jika menyentuh pivot di 2.853.

    Level resistance yang disebut analis adalah pertama pada 2.877 dan kedua pada 2.913. Sementara level support dicatat pada 2.817 untuk support pertama dan 2.793 untuk support kedua.

  • Guinea Bidik Jadi Pusat Pemurnian Emas Regional

    Guinea Bidik Jadi Pusat Pemurnian Emas Regional

    Guinea melangkah untuk mengubah posisi industrinya dengan menempatkan dirinya sebagai pusat pemurnian emas di Afrika Barat. Pemerintah menggenjot kapasitas pemurnian domestik setelah mengambil kebijakan melarang ekspor emas mentah.

    Langkah ini dimaksudkan untuk mempertahankan lebih banyak nilai tambah dari komoditas tambang di dalam negeri di tengah kenaikan harga emas global.

    Pemerintah telah membangun kilang baru yang menurut pejabat negara itu termasuk salah satu yang terbesar di benua, dan ditujukan untuk memproses produksi emas dari seluruh wilayah Guinea.

    Wakil kepala Dana Investasi Pertambangan Guinea, Bangaly Steve Toure, menyebut target produksi fasilitas itu mencapai 530 metrik ton per tahun—sekitar 17 juta ons—dengan nilai investasi diperkirakan US$30 miliar. Pada kapasitas penuh, target ditingkatkan menjadi 733 metrik ton.

    Operasi kilang dijadwalkan dimulai pada bulan Juli setelah memperoleh persetujuan akhir, menurut pernyataan resmi pihak berwenang.

    “Jika setiap negara (Afrika Barat) memiliki kilang, tidak ada masalah. Jika kilang Anda tidak kompetitif, itu akan gagal atau berhasil karena faktor ekonomi, bukan politik,”

    kata Menteri Pertambangan Guinea, Bouna Sylla.

    Sylla juga menyatakan bahwa Guinea memproduksi sekitar 2,32 juta ons emas tahun lalu dengan nilai sekitar US$7 miliar, namun negara tersebut hanya mempertahankan kurang dari 1% dari nilai itu di dalam negeri.

    Upaya peningkatan pemurnian di Guinea terjadi bersamaan dengan langkah serupa dari negara-negara tetangga. Ghana—produsen emas terbesar di Afrika—serta Mali dan Burkina Faso, disebut-sebut juga tengah mengembangkan pusat pemurnian logam mulia domestik untuk menangkap nilai tambah dari emas batangan.

    Sektor produksi di Guinea didominasi perusahaan seperti AngloGold Ashanti dan Nordgold. Kawasan Afrika Barat diperkirakan menghasilkan sekitar 11 juta ons emas pada 2025, menurut perkiraan industri.

  • Asing Lepas Saham-saham Blue Chip, IHSG Terkoreksi 1,28% pada 29 Juni

    Asing Lepas Saham-saham Blue Chip, IHSG Terkoreksi 1,28% pada 29 Juni

    Investor asing melakukan aksi jual bersih pada sejumlah saham saat perdagangan Senin (29/6/2026). Pelepasan asing berlangsung signifikan, seiring Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup melemah 75,3 poin atau 1,28% ke level 5.820,7.

    Berdasarkan data perdagangan, total net sell asing mencapai Rp 881,5 miliar di seluruh pasar pada hari tersebut. Tekanan jual paling besar tercatat di pasar reguler dengan nilai jual bersih sebesar Rp 854,1 miliar, sedangkan pasar negosiasi dan tunai mencatat net sell Rp 27,4 miliar.

    Sepuluh Saham Paling Banyak Dijual Asing

    1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp 423,6 miliar
    2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp 97,8 miliar
    3. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Rp 71,2 miliar
    4. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Rp 53,7 miliar
    5. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): Rp 43,1 miliar
    6. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI): Rp 40,2 miliar
    7. PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Rp 39,3 miliar
    8. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT): Rp 30,1 miliar
    9. PT Astra International Tbk (ASII): Rp 28,7 miliar
    10. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF): Rp 27,6 miliar

    Pelepasan asing ini berlangsung di tengah nilai transaksi harian yang tercatat mencapai Rp 8,78 triliun. Aktivitas perdagangan menunjukkan 13,3 miliar saham berpindah tangan dalam 1,21 juta kali transaksi.

    Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 228 saham menguat, 467 saham melemah, dan 264 saham stagnan pada penutupan hari itu.