Blog

  • Bank Sentral Diperkirakan Terus Borong Emas Sampai 2026, SocGen Beri Peringatan

    Bank Sentral Diperkirakan Terus Borong Emas Sampai 2026, SocGen Beri Peringatan

    Bank-bank sentral diperkirakan akan melanjutkan akumulasi emas hingga akhir 2026, tetapi laju pembelian diperkirakan tak setajam beberapa tahun terakhir karena ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar energi membuat pengelola cadangan lebih berhati-hati.

    Survei World Gold Council (WGC) menunjukkan permintaan emas dari bank sentral tetap kuat. Dalam survei terbaru, 79 bank sentral berpartisipasi—jumlah terbanyak sejak survei ini dilakukan—dan 89% responden memperkirakan kepemilikan emas institusi mereka akan meningkat dalam 12 bulan ke depan.

    Hasil survei juga mencatat rekor 45% responden menyatakan institusinya berencana menambah cadangan emas, naik dari 43% pada survei 2025.

    Meski optimisme itu muncul, analis Société Générale (SocGen) memperingatkan agar hasil survei ditafsirkan hati-hati. Mereka menekankan bahwa niat membeli belum tentu langsung diwujudkan menjadi transaksi nyata, terutama karena ketidakpastian di panggung geopolitik global.

    “Seperti halnya pengelola aset lainnya, bank sentral umumnya memiliki visibilitas yang lebih baik terhadap strategi portofolio dalam jangka pendek dibandingkan dalam horizon satu tahun. Karena itu, niat pembelian lebih relevan jika dilihat dalam periode yang lebih singkat,” tulis analis SocGen dalam risetnya.

    SocGen memandang konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah dan ketidakstabilan pasar energi sebagai faktor utama yang mendorong kehati-hatian bank sentral. Selama kondisi tersebut belum membaik, prioritas diperkirakan akan bergeser pada pengelolaan risiko daripada pembelian emas dalam jumlah besar.

    Namun, SocGen tidak mengantisipasi penghentian total akumulasi. Mereka memperkirakan bank sentral akan membeli sekitar 100–120 ton emas sepanjang sisa 2026, angka yang hampir dua kali lipat dibandingkan akumulasi selama empat bulan pertama tahun ini.

    China Masih Dominan

    Data perdagangan menunjukkan lonjakan ekspor emas Inggris pada April, mencapai 35 ton dibandingkan 13 ton pada Maret. Sebagian besar pengiriman mengalir ke China, yang tetap menjadi tujuan utama ekspor emas dunia—pengiriman dari Inggris ke China tercatat 25 ton pada April, jauh di atas rata-rata historis untuk bulan tersebut.

    Selain itu, data penyimpanan di London Bullion Market Association (LBMA) menunjukkan penurunan cadangan emas di brankas London, yang mengindikasikan peningkatan permintaan emas fisik, termasuk dari bank sentral.

    Di luar permintaan institusional, SocGen menilai arah suku bunga riil Amerika Serikat menjadi faktor penentu harga emas beberapa bulan ke depan. Ekonom SocGen memperkirakan imbal hasil riil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun akan bertahan di atas 2% hingga kuartal III-2026 sebelum menurun secara bertahap pada akhir tahun dan berlanjut hingga paruh pertama 2027.

    Ketika suku bunga riil masih tinggi, biaya peluang memegang emas relatif besar dan berpotensi menekan kenaikan harga. Sebaliknya, penurunan suku bunga riil diperkirakan dapat meningkatkan daya tarik emas, karena komoditas ini tidak memberikan imbal hasil kupon.

    Dengan minat yang kuat dari bank sentral untuk menambah cadangan emas dan kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter pada akhir tahun, pasar emas dianggap masih memiliki fondasi yang kokoh. Namun, perkembangan konflik geopolitik dan arah suku bunga global akan menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan harga hingga akhir tahun.

  • Phintraco: IHSG Diprediksi Sideways, Ini 5 Saham yang Dinilai Berpeluang Cuan

    Phintraco: IHSG Diprediksi Sideways, Ini 5 Saham yang Dinilai Berpeluang Cuan

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak sideways pada perdagangan Selasa (30/6/2026) karena minimnya katalis positif. Phintraco Sekuritas menetapkan kisaran teknikal IHSG pada resistance 6.000, pivot 5.900, dan support 5.700.

    Rumusan itu disampaikan setelah IHSG tercatat menutup sesi sebelumnya melemah 1,28% ke level 5.820,79. Secara teknikal, indeks berada di bawah MA5 dan MA20, menunjuk tren jangka pendek yang masih lemah, sementara indikator MACD menunjukkan histogram positif yang menyempit dan Stochastic RSI bergerak turun dari area overbought.

    Proyeksi Pergerakan dan Sentimen Investor

    Phintraco Sekuritas menilai minimnya katalis dalam jangka pendek serta kehati-hatian investor menjelang rilis data makro domestik menjadi faktor utama yang mendorong prospek pergerakan sideways IHSG dalam rentang 5.700–5.900.

    “Dengan minimnya katalis positif dalam jangka pendek serta tingginya kehati-hatian investor menjelang rilis data makro domestik, IHSG hari ini diprediksi akan bergerak sideways dalam rentang 5.700–5.900,” tulis Phintraco Sekuritas dalam rilisnya.

    Risiko Anggaran dan Dampaknya

    Selain kondisi pasar saham, Phintraco Sekuritas mencatat usulan tambahan anggaran belanja kementerian/lembaga sebesar Rp 984 triliun untuk tahun anggaran 2027. Badan Anggaran DPR menyatakan usulan tersebut akan disampaikan resmi kepada Menteri Keuangan untuk dipertimbangkan dalam penyusunan RAPBN 2027.

    Phintraco menyoroti bahwa jika penambahan anggaran itu disetujui, postur pengeluaran APBN bisa meningkat signifikan dan berisiko memperlebar defisit.

    Rencana Pembentukan Dewan Kawasan Industri Nasional

    Phintraco Sekuritas juga memaparkan rencana pemerintah membentuk Dewan Kawasan Industri Nasional (DKIN). DKIN direncanakan menjadi forum koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat pengelolaan serta pengembangan kawasan industri.

    Susunan DKIN menurut rencana melibatkan presiden sebagai ketua, wakil presiden sebagai wakil ketua, serta menteri perindustrian sebagai ketua harian, dengan anggota dari kementerian/lembaga terkait dan perwakilan pemangku kepentingan.

    Perusahaan sekuritas itu menyatakan, jika diimplementasikan dengan baik, DKIN diharapkan dapat menyelesaikan hambatan lintas sektoral dan meningkatkan daya saing. Namun, pembentukan lembaga baru ini dikhawatirkan bisa bertentangan dengan upaya penyederhanaan birokrasi.

    Rekomendasi Saham

    Dalam kondisi pasar yang dinilai sideways, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang berpeluang memberikan keuntungan, yaitu:

    • DSSA
    • HMSP
    • MTEL
    • ADRO
    • SUPA
  • Harga CPO Menguat Didukung Ekspor Malaysia dan Peluncuran B50 RI

    Harga CPO Menguat Didukung Ekspor Malaysia dan Peluncuran B50 RI

    Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives menguat pada penutupan Senin (29/6/2026), melanjutkan kenaikan untuk hari kedua berturut-turut. Penguatan pasar dipicu oleh lonjakan ekspor Malaysia sepanjang Juni dan mulai berlakunya program biodiesel B50 di Indonesia.

    Data bursa menunjukkan kontrak berjangka CPO untuk Juli 2026 naik 19 Ringgit menjadi 4.523 Ringgit per ton. Kontrak Agustus 2026 juga menguat 19 Ringgit ke 4.558 Ringgit per ton, sementara September naik 20 Ringgit menjadi 4.588 Ringgit per ton.

    Kontrak Oktober 2026 melonjak 21 Ringgit menjadi 4.612 Ringgit per ton. Kontrak November dan Desember masing-masing naik 22 Ringgit menjadi 4.633 Ringgit per ton dan 4.653 Ringgit per ton.

    Ekspor Malaysia Dan B50 Jadi Penopang

    Menurut Direktur Pelindung Bestari, Paramalingam Supramaniam, kenaikan ekspor Malaysia pada Juni merupakan faktor utama yang menopang harga CPO. “Ekspor yang kuat sepanjang Juni memberikan dukungan terhadap harga, sementara kebijakan mandatori B50 di Indonesia menjadi katalis tambahan bagi pasar,” katanya.

    Indonesia resmi menerapkan program biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026, yakni campuran 50% biodiesel berbahan baku minyak sawit dengan 50% solar. Kebijakan ini diperkirakan akan meningkatkan konsumsi domestik CPO dan mengurangi pasokan untuk pasar ekspor.

    Data Ekspor Dan Produksi

    Perusahaan survei kargo melaporkan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada 1-25 Juni meningkat antara 10,6% hingga 11,1% dibandingkan bulan sebelumnya. Pelaku pasar menantikan rilis data ekspor penuh sepanjang Juni yang dijadwalkan pada Selasa.

    Dari sisi pasokan, produksi CPO di Semenanjung Malaysia menunjukkan pemulihan lebih baik dari perkiraan, sedangkan produksi di Malaysia Timur masih relatif lemah. Supramaniam menilai kondisi cuaca yang kondusif akan mendukung produksi hingga kuartal III-2026.

    Namun, dia memperkirakan pergerakan harga masih akan terbatas hingga pasar menerima arahan baru dari laporan bulanan Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang akan dirilis pada 10 Juli.

    Faktor Pasar Lainnya

    Penguatan harga CPO juga mengikuti kenaikan minyak nabati lain. Di Bursa Dalian, kontrak minyak kedelai naik 0,65% dan kontrak minyak sawit menguat 1,26%. Di Chicago Board of Trade, harga minyak kedelai tercatat naik 0,49%.

    Harga minyak mentah dunia yang tetap tinggi turut memberi dukungan karena membuat minyak sawit lebih kompetitif sebagai bahan baku biodiesel dan memperbaiki prospek permintaan.

    Sementara itu, apresiasi nilai tukar ringgit Malaysia sebesar 0,44% terhadap dolar AS sedikit membatasi kenaikan harga CPO karena membuat komoditas itu lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.

  • Lima Berita Populer 29 Juni 2026: Saham Keluar MSCI, Update Harga Emas, dan Laporan Keuangan MBMA

    Lima Berita Populer 29 Juni 2026: Saham Keluar MSCI, Update Harga Emas, dan Laporan Keuangan MBMA

    Berikut rangkuman lima berita yang menjadi perhatian pembaca hingga Senin, 29 Juni 2026. Pilihan ini mencakup pergerakan indeks saham, perkembangan harga emas, rencana korporasi, dan kinerja kuartalan emiten.

    Setiap poin menyajikan fakta utama dan data yang dipublikasikan per 29 Juni 2026, tanpa tambahan analisis atau komentar di luar keterangan resmi.

    Saham-Saham Yang Dikeluarkan Dari MSCI

    Maybank Sekuritas mencatat dua dari lima saham yang dikeluarkan dari MSCI Large Cap relatif lebih tahan banting berdasarkan penutupan perdagangan Jumat, 26 Juni 2026.

    MSCI Inc sebelumnya menyelesaikan tinjauan indeks Mei 2026 dan mengumumkan perubahan pada 12 Mei 2026, yang kemudian diimplementasikan pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.

    Dalam putusan itu, enam saham emiten Indonesia dicoret dari perhitungan MSCI Global Standard Index: PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Kaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

    Harga Emas Perhiasan Periode 29 Juni 2026

    Harga emas perhiasan pada pagi Senin, 29 Juni 2026, tercatat solid menurut data dari Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas.

    Pergerakan yang dinamis mendorong anjuran bagi calon pembeli maupun investor untuk terus memantau harga sebelum memutuskan membeli atau menjual emas perhiasan.

    Mitratel Ikut Menyederhanakan Struktur Grup

    PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) berencana melakukan penyederhanaan struktur grup dengan menerima penggabungan usaha (merger) dari dua anak usaha: PT Persada Sokka Tama (PST) dan PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT).

    Kedua entitas merupakan anak perusahaan yang 100% sahamnya dikendalikan MTEL, sehingga transaksi dikategorikan sebagai transaksi afiliasi tanpa menimbulkan dilusi. Tujuan merger meliputi peningkatan skala dan portofolio, optimalisasi rasio kolokasi, efisiensi biaya operasional, memperkuat struktur permodalan, memperluas jangkauan, dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

    Mitratel akan meminta persetujuan pemegang saham terkait penggabungan usaha dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada Selasa, 30 Juni 2026, setelah terlebih dahulu menggelar RUPS Luar Biasa terkait penambahan kegiatan usaha sebagai konsekuensi merger.

    MBMA Catat Laba Kuartal I-2026 Mendekati Rekor Pra-IPO

    PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) membalikkan rugi menjadi laba pada kuartal I-2026, mencatat keuntungan US$29,94 juta atau setara Rp534 miliar (kurs asumsi Rp17.850 per US$).

    Perolehan itu membalikkan rugi US$3,45 juta pada periode sama tahun sebelumnya dan menjadi laba kuartalan tertinggi sejak penawaran umum perdana saham pada April 2023. Angka tersebut juga mulai mendekati rekor laba bersih MBMA pada semester I-2022 sebesar US$33,42 juta.

    Catatan kinerja menunjukkan fluktuasi selama tiga tahun terakhir; misalnya, Januari–Maret 2024 MBMA mencetak laba US$3,66 juta setelah rugi US$7 juta pada Januari–Maret 2023.

    Harga Emas Batangan Antam Amblas Pada 29 Juni 2026

    Harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) tercatat turun pada Senin, 29 Juni 2026. Data dari laman Logam Mulia menunjukkan penurunan harga sebesar Rp15.000 pada hari tersebut.

    Selain itu, harga beli kembali (buyback) emas Antam pada hari yang sama juga mengalami penurunan. Daftar harga pecahan emas batangan yang dipublikasikan di laman Logam Mulia tidak termasuk pajak.

  • Soroti Ketegangan AS-Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak

    Soroti Ketegangan AS-Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak

    Harga minyak dunia ditutup menguat lebih dari 1% pada perdagangan Senin (29/6/2026) seiring meningkatnya kekhawatiran pasar atas memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

    Peningkatan harga terpantau meski pasar masih menaruh harap bahwa implementasi kesepakatan damai sementara akan terus berjalan dan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

    Perkembangan Harga

    Harga minyak mentah Brent naik US$1,16 atau 1,61% menjadi US$73,15 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat US$1,52 atau 2,2% ke level US$70,75 per barel.

    Ketegangan Militer Dan Respons Diplomasi

    Sentimen pasar berubah setelah aksi balasan antara AS dan Iran pada akhir pekan yang memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global. Aksi saling serang itu dinilai berpotensi mengganggu implementasi kesepakatan damai sementara yang sebelumnya disepakati kedua negara.

    Di tengah ketegangan, tim teknis AS dan Iran dijadwalkan menggelar pertemuan di Doha, Qatar, dalam beberapa hari ke depan untuk membahas implementasi kesepakatan damai sementara. Pertemuan ini menjadi salah satu faktor yang memberi harapan pasar agar konflik tidak berkembang menjadi perang yang lebih luas.

    Risiko Di Selat Hormuz

    Perhatian pelaku pasar juga tertuju pada kondisi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia. Iran menyatakan para ahli dari Iran dan Oman akan memulai pembahasan mengenai pengaturan ulang jalur pelayaran di Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang, serta menegaskan akan menghalangi kapal-kapal yang berlayar di luar jalur yang telah ditetapkan.

    Namun, kekhawatiran terhadap keamanan tetap tinggi. Direktur Energy Futures Mizuho, Bob Yawger, mengatakan risiko keamanan di Selat Hormuz masih tinggi sehingga arus pengiriman minyak belum dapat kembali normal dalam waktu dekat.

    “Pasokan minyak tidak bisa langsung kembali ke level sebelum perang dalam satu atau dua pekan. Selama ancaman keamanan masih ada, setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz tetap menghadapi risiko serangan,”

    Yawger juga menyebutkan keberadaan ranjau laut di sejumlah titik serta tingginya biaya asuransi pelayaran sebagai hambatan bagi normalisasi lalu lintas kapal di jalur tersebut.

    Aktivitas Ekspor Dan Dampaknya

    Meski situasi ketegangan, aktivitas ekspor dari kawasan Teluk Persia mulai menunjukkan pemulihan. Analis Gelber & Associates memperkirakan ekspor minyak dari kawasan tersebut telah kembali mencapai sedikitnya 75% dari level sebelum konflik meletus.

    Perusahaan energi Arab Saudi, Aramco, dilaporkan kembali melakukan pemuatan minyak mentah di Terminal Ras Tanura sejak Jumat lalu setelah aktivitas tersebut sempat terhenti hampir empat bulan akibat konflik. Operasional terminal tetap berjalan meski sebuah helikopter milik Aramco jatuh di Ras Tanura pada Minggu yang menewaskan 14 orang; penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan.

    Analis menilai harga minyak berpotensi bergerak fluktuatif dalam beberapa waktu ke depan. Selain perkembangan konflik AS-Iran, pelaku pasar akan terus mencermati kelancaran pengiriman minyak melalui Selat Hormuz sebagai salah satu faktor utama menentukan stabilitas pasokan energi global.

  • Dow Jones Cetak Rekor Baru Saat Alphabet Debut, Nasdaq dan S&P Menguat

    Dow Jones Cetak Rekor Baru Saat Alphabet Debut, Nasdaq dan S&P Menguat

    Indeks saham utama Wall Street mengawali pekan dengan reli signifikan. Dow Jones Industrial Average untuk pertama kalinya menutup perdagangan di atas level 52.000, didorong antara lain oleh lonjakan saham Alphabet saat hari pertamanya sebagai anggota indeks tersebut.

    Pada penutupan perdagangan Senin (29/6/2026), Dow Jones tercatat naik 306,63 poin atau 0,59% ke rekor tertinggi sepanjang masa di 52.182,74. Sementara itu, S&P 500 melesat 1,18% menjadi 7.440,43 dan Nasdaq Composite naik 2,07% ke 25.820,14.

    Saham Alphabet menjadi salah satu penopang utama reli setelah melesat hampir 5% pada debutnya di Dow Jones. Kinerja positif perusahaan induk Google turut mengangkat sentimen terhadap saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.

    Komponen lain yang mencuri perhatian adalah saham Comcast, yang naik 4,4% setelah mengumumkan rencana memisahkan bisnis media dan teknologi menjadi dua perusahaan publik. Perusahaan menargetkan proses pemisahan rampung dalam sekitar satu tahun.

    Lonjakan di Sektor Semikonduktor

    Reli juga meluas ke sektor semikonduktor. VanEck Semiconductor ETF (SMH) mencatat kenaikan lebih dari 3% setelah sempat bergerak di zona merah pada awal perdagangan.

    Beberapa saham chip mengalami kenaikan tajam, dengan Astera Labs melonjak sekitar 16%, KLA naik sekitar 12%, dan Applied Materials hampir 11%.

    Sentimen Geopolitik dan Energi

    Pergerakan pasar turut dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Pasar menyambut adanya kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran terkait penghentian aksi militer dan jaminan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.

    Meski demikian, ketegangan belum sepenuhnya mereda. Presiden AS sebelumnya memerintahkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Iran sebagai respons atas insiden di kawasan Selat Hormuz, dan juga memperingatkan Iran agar tidak melanggar kesepakatan gencatan senjata.

    Di pasar energi, harga minyak tetap menguat. Brent naik 1,61% ke US$73,15 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) naik 2,2% ke US$70,75 per barel, sejalan dengan penilaian pasar bahwa risiko gangguan pasokan belum sepenuhnya hilang.

    Prospek Perdagangan Pekan Ini

    Portfolio Manager Equity Armor Investments Joe Tigay memperkirakan pekan ini akan relatif fluktuatif karena volume transaksi yang cenderung lebih tipis menjelang libur Hari Kemerdekaan AS pada Jumat (3/7/2026).

    “Likuiditas pasar kemungkinan lebih tipis karena pekan perdagangan yang lebih pendek. Di sisi lain, banyak manajer investasi juga melakukan penyesuaian portofolio menjelang akhir kuartal sehingga pergerakan harga saham bisa lebih besar dari biasanya,” ujar Tigay.

    Selain penyesuaian portofolio institusi, pelaku pasar kini menantikan kelanjutan negosiasi antara AS dan Iran serta rilis sejumlah data ekonomi penting AS yang diperkirakan akan menentukan arah pasar dalam jangka pendek.

  • Dua Sentimen Tekan Harga Emas: Konflik Timur Tengah dan Fed

    Dua Sentimen Tekan Harga Emas: Konflik Timur Tengah dan Fed

    Harga emas dunia tertekan tajam pada perdagangan Senin (29/6/2026), ditutup anjlok 1,78% ke level US$4.016,66 per ons troi setelah sempat merosot lebih dari 2% pada awal hari.

    Penurunan ini dipengaruhi dua sentimen utama: meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong lonjakan harga minyak, serta ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

    Dua Tekanan Utama

    Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga turun, ditutup anjlok 1,6% ke US$4.030,7 per ons troi.

    Pelaku pasar mencermati eskalasi konflik di Timur Tengah setelah Iran meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain pada Minggu. Serangkaian serangan itu terjadi menyusul pernyataan Presiden AS yang mengancam tindakan tegas terhadap Iran jika tidak memenuhi ketentuan perjanjian damai final.

    Aksi saling serang memicu kenaikan harga minyak mentah Brent. Lonjakan harga energi memunculkan kekhawatiran inflasi kembali meningkat, yang pada gilirannya memperbesar peluang The Fed menaikkan suku bunga.

    Meskipun emas kerap dianggap aset safe haven, kenaikan harga energi bisa menjadi sentimen negatif karena inflasi yang lebih tinggi mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi—kondisi yang mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberi imbal hasil.

    Dolar Menguat dan Fokus Data Ketenagakerjaan

    Tekanan lain datang dari penguatan dolar AS, yang berada di jalur mencatat kenaikan bulanan terbesar dalam hampir setahun. Dolar yang lebih kuat membuat emas relatif lebih mahal bagi investor luar negeri sehingga permintaan melemah.

    Meski The Fed mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan bulan ini, para pembuat kebijakan memberi sinyal kemungkinan kenaikan lagi tahun ini karena inflasi masih di atas target 2%.

    Sekarang perhatian pasar tertuju pada data ekonomi AS mendatang, yakni laporan tenaga kerja versi ADP yang rilis Rabu dan data nonfarm payrolls (NFP) pada Kamis. Kedua angka itu dipandang sebagai petunjuk arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.

    “Pasar sangat sensitif terhadap perkembangan di Timur Tengah. Ketegangan yang meningkat selama akhir pekan dan sikap The Fed yang semakin hawkish menjadi tekanan utama bagi harga emas,” kata Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals.

    Grant menilai harga emas berpotensi melanjutkan pelemahan jika data tenaga kerja AS menunjukkan ketahanan ekonomi. “Jika data ketenagakerjaan masih kuat, peluang The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama akan semakin besar. Itu bisa mendorong harga emas mencetak level terendah baru,” ujarnya.

    Berdasarkan perhitungan pasar, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September kini mencapai sekitar 63%.

    Pergerakan Logam Mulia Lainnya

    Di pasar logam mulia lain, pergerakannya juga negatif. Harga perak rontok 1,51% menjadi US$58,29 per ons, platinum ambles 2,13% ke US$1.583,35 per ons, sementara palladium justru menguat 1,04% menjadi US$1.225,65 per ons.

  • Etawalin Angkat Isu Nyeri Sendi di Jakarta Fair: Ajak Cegah Sejak Usia Produktif

    Etawalin Angkat Isu Nyeri Sendi di Jakarta Fair: Ajak Cegah Sejak Usia Produktif

    Keluhan pegal linu dan nyeri sendi kini tidak hanya dialami lansia, tetapi semakin sering ditemui pada kelompok usia produktif. Perubahan pola hidup dan aktivitas harian disebut berperan sehingga pencegahan lewat kebiasaan sehat menjadi penting.

    Di tengah perhatian itu, PT Etos Kreatif Indonesia (Ethos) membawa produk susu kambing herbal Etawalin ke Jakarta Fair Kemayoran 2026 sebagai salah satu upaya meningkatkan edukasi publik tentang kesehatan sendi dan tulang.

    Partisipasi di Jakarta Fair

    Jakarta Fair Kemayoran 2026 yang berlangsung pada 11 Juni-12 Juli menjadi platform bagi Etawalin untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Di booth perusahaan, pengunjung dapat mengikuti peluncuran kemasan edisi khusus, talkshow kesehatan, hingga cek kesehatan gratis.

    Beragam program disiapkan, antara lain peluncuran Etawalin Special Limited Edition Kemasan Maia Estianty, talkshow “Herbatalk” bersama Lilir Amalini, promo pembelian, layanan cek kesehatan gratis, dan aktivitas interaktif dengan hadiah bagi pengunjung booth Etawalin.

    Komitmen Perusahaan dan Inovasi Produk

    Andik Duana Putra, direktur operasi dan komersial Etos Kreatif Indonesia, menyatakan partisipasi di Jakarta Fair sebagai langkah untuk memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat. “Jakarta Fair Kemayoran menjadi momentum yang sangat penting bagi kami untuk memperkenalkan lebih dekat Etawalin kepada masyarakat Indonesia. Kami percaya bahwa kesehatan sendi dan tulang merupakan fondasi penting untuk menjaga produktivitas dan kualitas hidup,” ujar Andik.

    Etawalin dikembangkan dengan beberapa varian untuk menjawab kebutuhan konsumen, termasuk kemasan sachet yang lebih praktis, Etawalin Delicate sebagai varian rendah gula, serta Etawalin Sereal untuk menunjang gaya hidup sehat.

    Tahun ini perusahaan juga menghadirkan Etawalin Special Limited Edition Kemasan Maia Estianty sebagai bentuk apresiasi kepada konsumen setia dan untuk memperkuat semangat menjaga kesehatan.

    Edukasi Pencegahan Nyeri Sendi

    Dalam sesi talkshow, Lilir Amalini mengingatkan bahwa nyeri sendi tidak selalu berhubungan dengan usia. Aktivitas sehari-hari memiliki peran besar terhadap kondisi sendi.

    Menurut Lilir, menjaga mobilitas menjadi kunci agar seseorang tetap aktif dan produktif. Upaya pencegahan yang disarankan meliputi membiasakan aktivitas fisik teratur, menjaga berat badan ideal, memperhatikan postur saat beraktivitas, serta mengonsumsi nutrisi seimbang.

    Pengalaman Brand Ambassador

    Maia Estianty, yang menjadi brand ambassador Etawalin, menyebut rutin mengonsumsi produk tersebut dua kali sehari sebagai bagian dari gaya hidup sehatnya. “Bagi saya, kesehatan adalah investasi agar kita bisa terus menikmati setiap momen berharga dalam hidup,” kata Maia.

  • Persib Resmi Datangkan Bek Prancis Gabriel Mutombo Untuk Musim 2026/2027

    Persib Resmi Datangkan Bek Prancis Gabriel Mutombo Untuk Musim 2026/2027

    Persib Bandung resmi memperkenalkan Gabriel Mutombo Kupa sebagai rekrutan pertama menyongsong musim 2026/2027. Bek tengah asal Prancis itu didatangkan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Federico Barba.

    Gabriel dikontrak selama satu musim. Klub berharap kehadirannya mampu memperkuat lini pertahanan Persib setelah kepergian sejumlah pemain pada awal bursa transfer.

    Rekomendasi Tim Pelatih

    Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyatakan perekrutan Gabriel adalah usulan langsung dari tim pelatih.

    “Tim pelatih merekomendasikan Gabriel Mutombo untuk mengisi kebutuhan di sektor bek tengah,”

    “Berdasarkan rekomendasi tersebut, tim sporting kemudian bergerak melakukan komunikasi dan negosiasi dengan pihak pemain. Alhamdulillah, seluruh proses berjalan dengan baik hingga tercapai kesepakatan,” ujarnya.

    Pengalaman Klub

    Gabriel bukan sosok asing bagi bobotoh. Pada musim lalu ia pernah berjumpa Persib saat membela klub Thailand, Ratchaburi FC, di ajang AFC Champions League Two.

    Sebelum bermain di Asia, Gabriel memulai karier di akademi Olympique Lyon. Karier profesionalnya juga meliputi pengalaman bersama klub-klub di Eropa seperti Angers SCO dan Troyes di Prancis, FC Botoșani di Rumania, serta Chania FC di Yunani.

    Menanggapi riwayat karier pemain, Adhitia berharap pengalaman Gabriel di berbagai kompetisi akan mempermudah adaptasinya di Indonesia.

    “Dengan pengalaman yang dimiliki di berbagai kompetisi Eropa dan Asia, kami berharap Gabriel dapat segera beradaptasi dan memberikan kontribusi terbaiknya untuk Persib. Selamat datang di keluarga besar Persib. Wilujeng sumping, Gabriel Mutombo,”

    Langkah Awal Perombakan Skuad

    Gabriel menjadi pemain pertama yang direkrut Persib pada bursa transfer jelang musim 2026/2027. Sebelumnya klub melakukan perombakan skuad dengan melepas delapan pemain, termasuk Federico Barba, Sergio Castel, Alfeandra Dewangga, dan Rezaldi Hehanussa.

    Kehadiran Gabriel dipandang sebagai langkah awal Persib dalam membangun kekuatan baru untuk bersaing di kompetisi domestik dan pentas Asia pada musim mendatang.