Agus Fatoni, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) untuk masa bakti 2026–2031.
Pemilihan berlangsung pada Kongres Nasional Luar Biasa (Konaslub) yang digelar di Gedung Balairung Jenderal Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Sabtu (27/6/2026).
Usai terpilih, Fatoni menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kongres dan yang memberi kepercayaan memimpin organisasi.
“Saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh panitia, kepada pengurus IKAPTK sebelumnya yang telah meletakkan pondasi yang kuat. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada panitia yang menyelenggarakan kegiatan hari ini dari awal hingga akhir acara, kepada komisariat, DPN, DPP dan DPK, pimpinan sidang. Terima kasih kepada Pembina IKAPTK Bapak Menteri Dalam Negeri, Wakil Menteri Dalam Negeri, Sekretaris Jenderal, seluruh pimpinan kementerian/lembaga, Gubernur, Bupati, dan Walikota yang turut mendukung proses ini,”
Fatoni mengatakan dukungan berbagai pihak menunjukkan organisasi itu diterima oleh beragam elemen pemerintahan.
“Ini bukti bahwa kita bisa diterima semuanya. Ini kebanggaan kita. Terima kasih atas dukungan, atas kepercayaan, atas usulan, atas amanah yang diberikan ini. Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Latar Belakang dan Pengalaman
Fatoni bukan sosok baru di lingkungan IKAPTK. Ia termasuk penggagas dan pendiri organisasi Purna Praja serta pernah menjabat Ketua IKAPTK periode 2010–2015 dan Ketua Harian Dewan Pengurus Nasional (DPN) periode 2017–2021.
IKAPTK merupakan wadah bagi alumni pendidikan tinggi kepamongprajaan, meliputi lulusan KDC, APDN, IIP, STPDN, hingga IPDN, dengan anggota lebih dari 43 ribu alumni yang tersebar di instansi pemerintahan pusat dan daerah.
Peran Publik dan Jabatan Pemerintahan
Saat ini Fatoni menjabat Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri. Sepanjang kariernya, ia pernah empat kali dipercaya sebagai Pejabat (Pj) Gubernur, yakni di Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Papua.
Jabatan lain yang pernah diembannya antara lain Pelaksana Harian Sekretaris Jenderal Kemendagri, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri, Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Sekretaris KORPRI, Kepala Pusat Kerjasama, Kepala Bagian Protokol Kemendagri, dan Sekretaris Pribadi Kemendagri.
Aktivitas Organisasi dan Penghargaan
Di luar birokrasi, Fatoni aktif di berbagai organisasi. Riwayatnya mencakup Ketua Senat Mahasiswa IIP, Ketua Umum Forum Koordinasi Protokol Indonesia, Ketua Umum Pujangga Nusantara, anggota Komite Audit Wali Amanat Universitas Sriwijaya, Wakil Ketua Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP), serta kepemimpinan di Badan Amil Zakat Nasional.
Ia juga menerima sejumlah penghargaan, termasuk Mahasiswa Teladan IIP (1999), penghargaan sebagai Pejabat Gubernur Terbaik bidang ekonomi daerah (2023), serta dua kali menerima PIN Emas dari Kapolri (2023 dan 2024).
Penghargaan lain yang tercatat antara lain pengakuan di ajang Indonesia Top Achievements of The Year: Excellence in Regional Finance Governance (2026), Digital Innovation Awards (2026), CNN Award kategori Leading Public Infrastructure Management (2024), serta penghargaan tokoh inspiratif dan penghargaan atas peran percepatan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem.
Selain itu, Fatoni menerima beberapa gelar adat, antara lain Sutan Raja Pangondian dan Panabalan Marga Hasibuan dari Badan Pemangku Adat Padanglawas (2024), Kanjeng Raden Tumenggung dari Keraton Surakarta (2024), Meraje Emban Adat dari Lembaga Adat Kabupaten Muara Enim (2023), dan Pangeran Batuah Seketi dari pemangku adat Kota Lubuklinggau (2023).
Konaslub digelar untuk memilih ketua umum baru setelah berakhirnya masa bakti kepengurusan DPN IKAPTK periode 2020–2025. Forum tersebut juga menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi dan menyusun arah kebijakan IKAPTK ke depan.









