Blog

  • Airlangga Tegaskan Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Rusia

    Airlangga Tegaskan Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Rusia

    Pemerintah menegaskan penguatan kerja sama bilateral dengan Rusia sebagai salah satu prioritas dalam upaya memperluas kemitraan strategis yang saling menguntungkan. Hubungan diplomatik yang telah terjalin selama 76 tahun diarahkan untuk memperdalam kerja sama di berbagai sektor ekonomi hingga pariwisata.

    Pernyataan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat memberikan sambutan pada resepsi perayaan Hari Nasional Rusia yang digelar di Jakarta, Senin (29/6/2026) malam.

    “Penguatan kerja sama bilateral menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam memperluas kemitraan strategis yang saling menguntungkan dengan berbagai negara, termasuk dengan Rusia yang telah menjadi salah satu mitra strategis Indonesia selama 76 tahun hubungan diplomatik,” ujar Airlangga.

    Airlangga mengatakan fondasi hubungan kedua negara yang dibangun oleh para pendahulu berhasil dipertahankan lintas generasi. Saat ini, kemitraan Indonesia dan Rusia berjalan komprehensif, mencakup dialog politik, ekonomi, perdagangan, investasi, energi, pertahanan, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebudayaan.

    Indikator ekonomi menunjukkan perkembangan positif. Pada 2025, nilai perdagangan bilateral antara Indonesia dan Rusia mencapai US$ 5 miliar, atau sekitar Rp 89,4 triliun.

    Sektor pariwisata juga tumbuh, ditandai dengan meningkatnya kunjungan wisatawan Rusia ke Indonesia. Tren ini didorong salah satunya oleh realisasi pembukaan rute penerbangan langsung Moskow–Denpasar (Bali).

    Komitmen Kelembagaan Pasca-Kunjungan Kazan

    Sebagai langkah konkret, pemerintah Indonesia melakukan kunjungan kerja strategis ke Kazan, Rusia, pada Mei lalu. Airlangga menegaskan bahwa kerja sama kelembagaan yang kuat, didukung keterlibatan aktif antara pemerintah dan dunia usaha, akan menjadi landasan kemitraan ekonomi kedua negara.

    “Kedua negara meyakini bahwa kerja sama kelembagaan yang kuat, didukung keterlibatan aktif antara pemerintah dan dunia usaha, akan terus menjadi landasan bagi kemitraan ekonomi Indonesia dan Rusia,” kata Airlangga.

    Resepsi Hari Nasional Rusia di Jakarta berlangsung hangat dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi, antara lain Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, dan Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin. Beberapa duta besar negara sahabat juga hadir untuk memberikan penghormatan.

    Menurut Airlangga, arah kebijakan luar negeri yang mempererat hubungan dengan Rusia mencerminkan konsistensi prinsip politik “Bebas Aktif”. Di tengah dinamika geopolitik global dan tekanan sanksi ekonomi terhadap Moskow, Indonesia memilih kebijakan pragmatis yang berorientasi pada kepentingan nasional dan pemulihan ekonomi domestik.

    Airlangga menyebutkan bahwa Rusia bukan hanya mitra historis sejak era Presiden Sukarno, tetapi juga merupakan kekuatan ekonomi besar yang penting dalam suplai energi, pupuk, gandum, serta teknologi pertahanan.

    Dengan mempertahankan nilai perdagangan sekitar Rp 89,4 triliun dan membuka koridor pariwisata langsung Moskow–Bali, pemerintah melihat langkah ini sebagai bagian dari upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi makro.

    Melalui penguatan kelembagaan, pemerintah menyampaikan pesan bahwa Indonesia siap bermitra dengan kekuatan ekonomi mana pun demi kesejahteraan bersama, sekaligus memposisikan diri sebagai jembatan diplomasi yang netral dan inklusif.

  • Tantangan Tata Kelola Identity Untuk Agen AI di Perusahaan

    Tantangan Tata Kelola Identity Untuk Agen AI di Perusahaan

    Agen AI kini makin banyak digunakan di lingkungan perusahaan — bersifat otonom, non-deterministik, dan kian kompleks. Berbeda dengan perangkat lunak tradisional, agen ini menentukan langkah melalui proses penalaran yang membuat perilakunya sulit diprediksi sepenuhnya pada saat implementasi.

    Di kawasan Asia Pasifik, investasi pada AI dan GenAI diperkirakan akan meningkat pesat pada beberapa tahun mendatang, dengan sistem agentic berperan signifikan. Namun perkembangan tata kelola untuk mengendalikan risiko belum secepat laju adopsi teknologi tersebut.

    Identitas Mesin Dan Kekurangan Tata Kelola

    Agen AI beroperasi melalui identitas mesin — seperti service accounts, API tokens, dan kredensial — yang memberi akses ke sistem dan data. Gartner menggarisbawahi bahwa manajemen identitas mesin masih menjadi area yang belum matang dalam kebanyakan program IAM, walaupun skalanya tumbuh cepat dan membawa eksposur risiko tinggi.

    Data menunjukkan jumlah identitas mesin sekarang melampaui jumlah pengguna manusia, namun sebagian besar organisasi masih mengkategorikan hanya identitas manusia sebagai privileged users. Bentuk kegagalan yang sering terjadi adalah over-permissioning, ketika agen AI diberikan hak akses lebih luas dari kebutuhan operasionalnya.

    Dalam studi global terhadap implementasi di perusahaan, 77% organisasi mengandalkan platform IAM yang ada untuk memantau identitas mesin, tetapi hanya 2% yang sudah menerapkan solusi keamanan khusus untuk identitas non-human. Kesenjangan antara eksposur dan cakupan pengelolaan masih signifikan.

    Konsekuensi Dan Perubahan Profil Risiko

    Konsekuensi nyata dari kondisi ini mulai terlihat: 80% organisasi melaporkan agen AI mereka pernah melakukan tindakan tidak diinginkan, termasuk mengakses atau membagikan data sensitif. Kesenjangan struktural dalam pengelolaan identitas AI menjadi salah satu pemicu kejadian semacam ini.

    Profil risiko berubah seiring sistem agentic makin otonom, penggunaan arsitektur multi-agent meluas, dan interaksi agen dengan sistem di luar kendali organisasi meningkat. Kesenjangan antara persepsi kapabilitas tata kelola dan kapabilitas nyata kerap menjadi titik di mana insiden berkembang menjadi pelanggaran keamanan.

    Rekomendasi Tata Kelola

    Organisasi yang mampu mengelola risiko ini adalah yang memasukkan tata kelola sebagai fondasi sejak awal pembangunan sistem, bukan yang menambahkannya setelah implementasi. Praktik yang disarankan meliputi memperlakukan setiap agen AI sebagai identitas terpisah dengan penanggung jawab jelas, hak akses terbatas sesuai kewenangan, dan siklus hidup yang terdokumentasi.

    Pengelolaan ini juga mesti mencakup peninjauan akses agen AI seteliti penanganan akun manusia dengan hak istimewa, serta memastikan visibilitas berkelanjutan alih-alih audit satu kali.

    Di Indonesia, perkembangan regulasi menambah urgensi penguatan tata kelola. Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi mewajibkan lokalisasi data dan memperketat perlindungan terhadap transfer data lintas negara, sehingga organisasi perlu mempertimbangkan aspek kepatuhan dalam desain tata kelola identitas mesin.

    Prinsip Identity-First Governance

    Beberapa pelaku industri mendorong konsep identity-first governance untuk agen AI: tidak ada agen yang beroperasi tanpa pemilik yang diketahui, izin akses yang terdefinisi, serta kemampuan untuk diaudit atau dicabut. Pendekatan ini diformulasikan untuk menemukan, mengelola, dan memantau identitas agen AI secara berkelanjutan di berbagai lingkungan implementasi.

    Seiring organisasi dan pihak pengadaan semakin menilai kematangan tata kelola sebagai kriteria, perusahaan yang dapat menunjukkan akuntabilitas atas sistem AI-nya akan memperoleh keunggulan struktural.

    Manfaat produktivitas agen AI nyata, demikian pula risikonya. Faktor penentu dominasi salah satu sisi bukanlah kecanggihan agen, melainkan kualitas tata kelola yang membingkai penggunaannya.

    GVP ASEAN, SailPoint.

  • Jawa Timur Park Group Sajikan Ragam Atraksi Edukasi dan Hiburan Selama Liburan Sekolah

    Jawa Timur Park Group Sajikan Ragam Atraksi Edukasi dan Hiburan Selama Liburan Sekolah

    Jawa Timur Park Group menyiapkan rangkaian destinasi dan acara khusus untuk mengisi liburan sekolah, menyasar keluarga yang mencari perpaduan rekreasi dan edukasi. Program tersebar dari kawasan Kota Batu hingga Surabaya dengan beragam tema dan aktivitas.

    Pengunjung dapat menemukan atraksi bertema prasejarah, wahana teknologi modern, suasana olahraga internasional, festival kuliner, hingga kegiatan edukasi satwa dan festival flora. Setiap lokasi menawarkan pengalaman berbeda yang ditujukan bagi semua usia.

    Dino Park: Belajar Tentang Dinosaurus

    Dino Park di Jatim Park 3 menjadi salah satu destinasi unggulan untuk kegiatan edukasi anak selama liburan. Area Dino Fossil menampilkan replika fosil berukuran sebenarnya, termasuk Brachiosaurus setinggi sekitar 12 meter, beserta informasi tentang proses penemuan fosil dan paleontologi.

    Wahana interaktif di kawasan ini dirancang untuk mengenalkan sejarah prasejarah dan kehidupan dinosaurus secara menarik bagi keluarga.

    Fun Tech Plaza: Wahana Berbasis Teknologi

    Fun Tech Plaza menawarkan pengalaman bermain modern dengan sejumlah permainan berbasis teknologi. Pengunjung dapat mencoba Jumping Grids, permainan lantai LED yang menguji kecepatan dan koordinasi, serta Crazy Guitar Hammer yang menantang pemain meraih skor tertinggi.

    Konsep hiburan indoor ini menggabungkan aktivitas fisik dan elemen kompetitif, cocok untuk dinikmati bersama keluarga atau teman selama liburan.

    The Legend Stars Park: Dari Suasana Piala Dunia Hingga Dunia Fantasi

    The Legend Stars Park menghadirkan Zona Olahraga yang menampilkan atmosfer stadion sepak bola internasional, koleksi memorabilia, dan figur atlet dunia untuk merasakan euforia Piala Dunia 2026. Area ini dirancang untuk menumbuhkan semangat kompetisi bagi pengunjung.

    Di sisi lain, Soekarno Corner menawarkan pengalaman wisata edukatif yang mengangkat perjalanan Presiden pertama RI melalui replika suasana kediaman Bung Karno di Istana Gebang, lengkap dengan informasi sejarah yang disajikan secara menarik.

    SunThai Street Food: Festival Kuliner Bertema Thailand

    SunThai Street Food akan digelar di area Parkir Jawa Timur Park 3 pada 26 Juni–5 Juli 2026, menampilkan lebih dari 60 tenant kuliner dengan hidangan khas Thailand seperti Tom Yum, Pad Thai, Som Tam, Mango Sticky Rice, serta minuman seperti Thai Tea dan Es Longan.

    Festival ini berlangsung di kawasan Dino Mall dan dirancang menghadirkan suasana street food Thailand melalui dekorasi tematik dan ragam cita rasa internasional.

    Event Pendukung di Destinasi Lain

    Selain Jatim Park 3, grup ini juga menghadirkan sejumlah program di lokasi lain selama periode liburan sekolah.

    Funimal Fest, hasil kolaborasi Eco Active Park dan Pakuwon Trade Center Surabaya pada 26 Juni–5 Juli 2026, memfokuskan pada edukasi satwa dengan menghadirkan capybara, alpaca, llama, burung eksotis, reptil, dan meerkat. Kegiatan pendukung seperti Animal Adventure, Kids Wall Climbing, dan Pets Bazaar turut melengkapi acara.

    Batu Love Garden kembali menyelenggarakan Specta Flora Festival 2026 pada awal Juli, dengan kompetisi, workshop, pameran tanaman, dan parade bunga yang melibatkan pelaku florikultura, komunitas kreatif, UMKM, dan pemerintah setempat.

    Batu Night Spectacular juga menggelar Partilibur Caravan 2026, sebuah festival musik berskala nasional yang memadukan pertunjukan puluhan musisi nasional dengan wahana rekreasi di kawasan wisata.

    Kesimpulan dan Informasi Tambahan

    Selama liburan sekolah, Jawa Timur Park Group menghadirkan rangkaian pengalaman yang saling melengkapi antara rekreasi, edukasi, konservasi, dan hiburan. Program-program ini ditujukan untuk memperkaya pilihan aktivitas wisata keluarga di Kota Batu dan sekitarnya.

    Informasi mengenai tiket, promo, dan agenda terbaru dapat diakses melalui situs resmi jtp.id serta akun Instagram dan TikTok @jawatimurpark.

  • Asing Borong Jual BBCA, Saham Merosot Setelah Net Sell Rp699,8 Miliar

    Asing Borong Jual BBCA, Saham Merosot Setelah Net Sell Rp699,8 Miliar

    Investor asing melakukan aksi jual signifikan pada perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia, Selasa (30/6/2026), dengan net sell mencapai Rp 699,8 miliar.

    Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi fokus pelepasan, tercatat sebagai saham yang paling banyak dijual asing pada sesi tersebut.

    Berdasarkan data BEI yang dikompilasi oleh Stockbit Sekuritas, asing mencatatkan net sell pada saham BBCA senilai Rp 413,2 miliar jika dihitung berdasarkan harga rata-rata pada sesi I. Volume transaksi mencapai 72,2 juta saham.

    Koreksi harga menyertai aksi jual di pasar reguler; saham BBCA melemah 3,38% ke level Rp 5.725 pada penutupan sesi I.

    Secara pergerakan jangka pendek, BBCA masih mencatat penguatan 0,44% dalam sebulan terakhir. Namun, secara year to date (ytd) saham bank itu turun 29,1%.

    Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan sebanyak 217,5 juta saham BBCA telah diperdagangkan pada sesi I, dengan frekuensi transaksi 43,7 ribu kali dan nilai transaksi mencapai Rp 1,24 triliun.

    Aksi jual pada Selasa melanjutkan pola perdagangan hari sebelumnya. Pada Senin (29/6/2026), net sell asing pada BBCA tercatat sebesar Rp 423,6 miliar.

    Dalam catatan CGS International Sekuritas Indonesia untuk perdagangan Selasa, target terdekat saham BBCA ditetapkan di kisaran Rp 6.108–Rp 6.292.

    Secara teknikal, CGS International Sekuritas Indonesia menilai saham BBCA memiliki area support di rentang Rp 5.742–Rp 5.833.

  • Panas Ekstrem Mengancam Suporter dan Pemain Piala Dunia, FIFA Terapkan Jeda Minum

    Panas Ekstrem Mengancam Suporter dan Pemain Piala Dunia, FIFA Terapkan Jeda Minum

    Gelombang panas ekstrem diperkirakan menyelimuti sejumlah kota tuan rumah Piala Dunia pekan ini setelah terbentuknya heat dome yang kuat di wilayah tengah dan timur Amerika Serikat serta sebagian Kanada. Kondisi ini berpotensi mendorong indeks panas mencapai 105–115°F atau sekitar 40–46°C di beberapa wilayah Midwest dan Pantai Timur AS.

    Fenomena heat dome adalah area bertekanan tinggi yang memerangkap panas dan kelembapan sehingga menyebabkan suhu tinggi bertahan sepanjang hari dan malam. Layanan Cuaca Nasional AS memperkirakan cuaca panas ini berlangsung hingga akhir pekan libur Fourth of July.

    Dampak Pada Kota Tuan Rumah

    Beberapa kota penyelenggara diprediksi merasakan dampak, termasuk Toronto, Kansas City, East Rutherford di New Jersey, Philadelphia, serta New York yang akan menjadi lokasi laga babak 16 besar pada 5 Juli. New York diperkirakan mengalami suhu tertinggi sejak 2013.

    Meteorolog senior dari AccuWeather, Alan Reppert, mengatakan suhu tinggi akan tetap terasa bahkan setelah matahari terbenam karena pola cuaca yang membuat panas bertahan sepanjang siang hingga malam hari. “Bahkan setelah matahari terbenam, cuaca masih akan tetap sangat panas,” ujarnya pada Selasa (30/06/2026).

    Risiko Bagi Pemain dan Suporter

    Kondisi panas ekstrem menimbulkan kekhawatiran soal keselamatan pemain dan penonton. Isu serupa muncul tahun lalu saat Piala Dunia Antarklub digelar di AS, ketika serikat pemain FIFPRO memperingatkan penyelenggara tentang risiko akibat suhu tinggi.

    Untuk mengurangi risiko bagi atlet, FIFA menerapkan jeda minum wajib selama tiga menit pada setiap babak di semua pertandingan. Pendukung kebijakan menilai langkah itu membantu menjaga kondisi pemain, meski ada pihak yang mengkhawatirkan gangguan alur permainan. FIFA belum menyampaikan langkah tambahan terkait perlindungan pemain dan suporter selama periode panas ekstrem ini.

    Upaya Lokal dan Kesiapan Stadion

    Di Kanada, kota Toronto yang menjadi tuan rumah pertandingan babak 32 besar telah memberlakukan “Heat Relief Strategy” setelah Environment and Climate Change Canada mengeluarkan peringatan panas yang berlaku mulai Selasa hingga Jumat.

    Beberapa stadion dinilai lebih siap menghadapi gelombang panas karena memiliki atap buka-tutup dan sistem pendingin udara. Stadion di Atlanta, Dallas, dan Houston disebut memiliki fasilitas tersebut, sehingga dapat memberi perlindungan bagi pemain dan penonton dari suhu tinggi.

    Meski demikian, kondisi eksternal tetap menantang. Di Dallas, akses berjalan kaki menuju stadion dapat terasa berat karena permukaan beton dan aspal yang menyerap panas, memperburuk sensasi panas di luar venue.

    Saran Kesehatan untuk Penonton

    Dokter unit gawat darurat di Hackensack University Medical Center, Alina Mitina, mengingatkan suporter untuk mencari tempat teduh sebanyak mungkin dan mewaspadai tanda-tanda gangguan kesehatan akibat panas, termasuk pusing. “Area teduh benar-benar dapat menyelamatkan nyawa dalam situasi seperti ini,” ujarnya.

    Mitina menambahkan bahwa keberadaan banyak tempat teduh dan akses untuk membeli air minum dapat membantu melindungi suporter dari risiko cuaca panas ekstrem.

  • Clarity Act Jadi Penentu Masa Depan Pasar Kripto AS

    Clarity Act Jadi Penentu Masa Depan Pasar Kripto AS

    Rancangan undang-undang bernama Clarity Act menjadi titik tumpu harapan pelaku industri kripto di Amerika Serikat. Setelah minat investor ritel bergeser ke sektor kecerdasan buatan, pasar aset digital menunggu kepastian regulasi yang bisa menata ulang hubungan antara bursa, pengembang, dan regulator.

    RUU ini dinilai mampu menyediakan kerangka hukum yang lebih jelas mengenai klasifikasi token serta pembagian kewenangan antarlembaga federal. Hasilnya diharapkan memulihkan kepercayaan institusi keuangan tradisional untuk masuk ke produk on-chain di AS.

    Status Terbaru Clarity Act

    Pada Mei 2026, RUU tersebut lolos dari Komite Perbankan Senat, membuka jalur menuju pemungutan suara penuh (floor vote). Jika disahkan, aturan itu akan merevisi cara klasifikasi aset digital, mengatur ulang interaksi bursa dengan regulator, serta mempertegas posisi pengembang DeFi.

    Analis J.P. Morgan menyebut kemungkinan pengesahan sebagai katalis positif bagi industri kripto pada paruh kedua 2026. Pernyataan tersebut muncul di tengah penurunan harga Bitcoin sekitar 50% dari rekor tertinggi pada Oktober 2025.

    Penolakan Dari Sektor Perbankan

    Sektor perbankan tradisional memberikan perlawanan signifikan terhadap Clarity Act. Independent Community Bankers of America (ICBA), yang mewakili sekitar 4.000 bank lokal AS, meluncurkan kampanye untuk menggagalkan RUU ini.

    ICBA menyorot pasal yang mengizinkan perusahaan kripto memberikan insentif pada transaksi stablecoin. Mereka memperkirakan potensi migrasi likuiditas dapat menguras dana simpanan bank lokal hingga US$1,3 triliun (sekitar Rp 23.271,3 triliun), sehingga menekan kemampuan bank menyalurkan kredit kepada usaha kecil dan sektor pertanian di daerah.

    Bagaimana Clarity Act Bekerja

    RUU ini mengusulkan pembagian kewenangan yang lebih tegas antara tiga lembaga utama:

    • SEC: mengawasi aset digital yang menyerupai kontrak investasi;
    • CFTC: mengawasi komoditas digital dan pasar spot aset tersebut;
    • Regulator perbankan: bertanggung jawab atas hubungan antara kripto dan sistem keuangan tradisional, termasuk fungsi kustodian dan distribusi stablecoin.

    Dengan pembagian itu, AS diharapkan beralih dari praktik regulation by enforcement—di mana aturan baru sering muncul setelah kasus hukum—ke buku aturan khusus bagi pasar kripto.

    Dampak Bagi Investor dan DeFi

    Bagi investor ritel, kepastian hukum dapat memperbaiki sentimen terhadap altcoins yang selama ini dianggap berisiko oleh praktik proyek tanpa tata kelola. Token yang terikat pada tim aktif bisa memiliki jalur registrasi dan pengungkapan yang lebih jelas.

    Draf RUU juga memuat perlindungan untuk pengembang protokol non-kustodian. Layanan DeFi dan dompet digital diharapkan dapat meningkat statusnya menjadi instrumen keuangan arus utama yang legal dan dapat dipercaya.

    Peluang Pengesahan dan Hambatan Politik

    Probabilitas pengesahan RUU sebelum akhir 2026 diperkirakan berkurang; peneliti Galaxy Digital menurunkan perkiraan tersebut menjadi sekitar 60% dari sebelumnya 75%. Kendala waktu dan dinamika politik Washington menjadi faktor utama yang menghambat.

    Senator Cynthia Lummis memperingatkan bahwa jika Clarity Act gagal disahkan pada 2026, peluang berikutnya baru akan muncul pada “setidaknya tahun 2030.” Ketegangan politik terkait RUU lain di Kongres turut memperumit jadwal legislatif, sehingga pembahasan Clarity Act terancam tersisih dari prioritas menjelang masa reses Agustus 2026.

    Akar Permasalahan dan Urgensi Regulasi

    Lahirnya draf Clarity Act merupakan respons terhadap guncangan berulang di industri kripto beberapa tahun terakhir. Ketiadaan aturan yang jelas di AS, salah satu pusat likuiditas global, telah menciptakan ruang abu-abu yang memicu praktik buruk dan kegagalan beberapa entitas besar.

    Sebagian pihak menilai kekosongan hukum tersebut mendorong inovasi radikal seperti DeFi, tetapi juga dimanfaatkan oleh aktor nakal. Pendekatan penegakan yang bersifat represif di masa lalu membuat sebagian perusahaan finansial berpindah jurisdiksi mencari kepastian hukum.

    Memasuki 2026, kebutuhan undang-undang komprehensif semakin mendesak. Peralihan minat investor ritel dan modal ventura ke teknologi AI menambah tekanan agar pasar kripto mendapatkan kepastian perlindungan konsumen dan transparansi hukum, jika tak ingin kehilangan momentum pertumbuhan jangka panjang.

  • Harga Emas Pecahan Kecil Turun, Minigold Tetap Stabil 30 Juni 2026

    Harga Emas Pecahan Kecil Turun, Minigold Tetap Stabil 30 Juni 2026

    Harga emas batangan pecahan kecil mengalami penurunan di beberapa produsen pada Selasa, 30 Juni 2026, sementara beberapa produk lain mencatat harga yang stabil.

    Data dari masing-masing penyedia menunjukkan perubahan harga jual dan harga beli kembali (buyback) untuk produk 1 gram dan pecahan lebih kecil pada hari tersebut.

    Pergerakan Harga Per Produsen

    PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat penurunan harga emas 1 gram. Harga jual tercatat turun sebesar Rp 35.000 menjadi Rp 2.575.000 per gram, sedangkan harga buyback turun Rp 33.000 menjadi Rp 2.447.000 per gram.

    PT Hartadinata Abadi Tbk (Emasku) juga mengalami koreksi harga. Harga Emasku 1 gram turun Rp 40.000 menjadi Rp 2.408.000 per gram. Untuk harga buyback, Emasku tercatat turun Rp 39.000 menjadi Rp 2.292.000 per gram.

    Lotus Archi mencatat penurunan pada pecahan 1 gram serta buyback. Harga emas Lotus Archi 1 gram turun Rp 585.000 menjadi Rp 2.493.000 per gram, sedangkan harga buyback anjlok Rp 45.000 menjadi Rp 2.315.000 per gram.

    Sementara itu, Minigold mempertahankan level harga pada hari yang sama. Harga jual Minigold 1 gram tercatat stabil di Rp 2.483.000 per gram, dan harga buyback tetap di Rp 2.235.000 per gram.

    Daftar Harga Lengkap (30 Juni 2026)

    • BSI
      • Harga emas BSI 1 gram: Rp 2.575.000
      • Harga buyback BSI 1 gram: Rp 2.447.000
    • Emasku (HRTA)
      • Harga Emasku 0,1 gram: Rp 306.500
      • Harga Emasku 0,25 gram: Rp 718.000
      • Harga Emasku 0,5 gram: Rp 1.259.000
      • Harga Emasku 1 gram: Rp 2.408.000
      • Harga buyback Emasku 1 gram: Rp 2.292.000
    • Lotus Archi
      • Harga Lotus Archi 0,1 gram: Rp 323.000
      • Harga Lotus Archi 0,2 gram: Rp 603.000
      • Harga Lotus Archi 0,5 gram: Rp 1.296.000
      • Harga Lotus Archi 1 gram: Rp 2.493.000
      • Harga buyback Lotus Archi 1 gram: Rp 2.315.000
    • Minigold
      • Harga Minigold 0,1 gram: Rp 280.200
      • Harga Minigold 0,25 gram: Rp 682.000
      • Harga Minigold 0,5 gram: Rp 1.292.000
      • Harga Minigold 1 gram: Rp 2.483.000
      • Harga buyback Minigold 1 gram: Rp 2.235.000
  • Ekraf Pastikan Akses Global Bagi Pengembang Gim Lewat Kerja Sama Dengan Coda

    Ekraf Pastikan Akses Global Bagi Pengembang Gim Lewat Kerja Sama Dengan Coda

    Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat upaya mengakselerasi industri gim nasional dengan menjalin kerja sama strategis bersama Coda, platform perdagangan digital internasional.

    Langkah ini bertujuan membuka akses komersial bagi pengembang lokal, memperbesar peluang ekspor produk digital, dan mendorong pengembangan ekosistem gim yang lebih kompetitif di pasar global.

    Angka menunjukkan potensi besar industri gim dalam negeri. Menurut Niko Partners, pendapatan industri gim Indonesia mencapai lebih dari US$1,1 miliar pada 2025 dan diproyeksikan naik menjadi US$1,5 miliar pada 2030.

    Sementara panggung global juga menunjukkan pertumbuhan. Laporan video gaming report 2026 dari Boston Consulting Group (BCG) memproyeksikan nilai industri gim dunia mencapai sekitar US$350 miliar pada 2030.

    Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan nota kesepahaman (MoU) antara Ekraf dan Coda merupakan bukti komitmen pemerintah serta sektor swasta untuk membangun ekosistem gim yang berdaya saing internasional.

    “Kolaborasi antara Coda, Ekraf, dan para pengembang gim di Indonesia bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman di atas kertas. Tapi ini adalah langkah formal yang menunjukkan keseriusan dan komitmen Pemerintah dan sektor industri seperti Coda,”

    Irene menambahkan bahwa kerja sama ini akan dieksplorasi melalui berbagai program guna memastikan kreator lokal dapat mengakses peluang global sekaligus memperkuat ketahanan dan daya saing industri gim Indonesia.

    “Bagi semua pengembang gim di sini, Indonesia bukan hanya negeri penuh berbasis pemain gim yang besar atau target pasar yang hebat. Melalui penguatan ekosistem ini, kita ingin membuktikan bahwa kita tidak hanya mampu memenangi kejuaran dunia sebagai pemain, tetapi juga menguasai pasar global sebagai kreator yang hebat,” kata Irene.

    Data perilaku konsumen di kawasan juga menjadi pertimbangan. Niko Partners mencatat di Asia Tenggara sekitar 38% pendapatan gim mobile kini berasal dari metode pembayaran di luar aplikasi (out of app), meningkat dibandingkan 21% dua tahun sebelumnya.

    Perubahan metode transaksi juga terlihat: dompet digital digunakan 55% pemain gim mobile, sedangkan hampir seperempat pemain memanfaatkan pembayaran melalui operator seluler (potong pulsa). Tren tersebut menyoroti pentingnya solusi pembayaran lokal yang adaptif untuk membantu penerbit menjangkau pemain dan mengoptimalkan pendapatan baru.

    Fokus Pada Pemberdayaan Pengembang

    Shane Happach, CEO Coda, menilai Indonesia memiliki komunitas pengembang gim yang dinamis. Namun, menurutnya, pengembangan bisnis gim memerlukan akses ke infrastruktur, jaringan, dan peluang komersial.

    “Melalui kemitraan dengan Ekraf, kami ingin mendampingi lebih banyak pengembang dalam perjalanan tersebut. Dengan memperluas akses ke perangkat, keahlian, dan jaringan global, kami berharap dapat membantu lebih banyak studio gim di Indonesia membangun bisnis yang berkelanjutan dan menjangkau pemain di seluruh dunia,”

    Dalam pelaksanaannya, kolaborasi ini akan menghadirkan program yang membekali pengembang dengan perangkat komersial, kapabilitas bisnis, dan pengetahuan untuk mendorong skala usaha dan memperluas jangkauan audiens global.

    Nota kesepahaman ini melanjutkan rangkaian inisiatif sebelumnya yang didukung Ekraf. Program-program sebelumnya turut meningkatkan kapasitas lebih dari 70 pengembang lokal melalui kegiatan seperti Global Game Jam Pre-Workshop di Jakarta.

    Selain itu, perluasan pasar internasional juga didorong melalui Codashop, marketplace milik Coda untuk pembelian konten dalam gim dan konten digital.

    Empat Tren Strategis Menurut BCG

    BCG mengidentifikasi empat tren strategis yang diperkirakan membentuk industri gim dalam 5–10 tahun ke depan dan membuka peluang pendapatan baru.

    1. AI Generatif (GenAI). Teknologi ini berpotensi mengubah proses pembuatan gim dan memicu lonjakan jumlah permainan baru. BCG mencatat pada pertengahan 2025 sekitar 20% gim baru di Steam menyatakan penggunaan AI, dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
    2. Konten Buatan Pengguna (UGC). Ekspansi UGC diperkirakan meningkatkan keterlibatan audiens lebih luas. Ekonomi kreator di platform seperti Fortnite dan Roblox diperkirakan akan melihat pembayaran melebihi US$1,5 miliar pada 2025.
    3. Cloud Gaming. Perkembangan cloud gaming dipandang akan mempercepat perubahan distribusi, memperluas akses, dan mengurangi ketergantungan pada perangkat keras lokal.
    4. Pembukaan Toko Aplikasi Baru. Munculnya toko aplikasi alternatif menawarkan peluang bagi pengembang untuk menurunkan biaya dan mengontrol distribusi produk mereka.

    Dengan landasan data dan kerja sama lintas sektor, Ekraf dan mitra berupaya memanfaatkan tren tersebut untuk memperkuat posisi industri gim Indonesia di pasar global.

  • Pertamina Perluas Jaringan Distribusi Demi Akses Energi Hingga Pelosok

    Pertamina Perluas Jaringan Distribusi Demi Akses Energi Hingga Pelosok

    Dari ibu kota hingga daerah paling terpencil, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) menjadi penopang aktivitas harian masyarakat. PT Pertamina (Persero) menyatakan upayanya fokus memastikan energi itu hadir merata, termasuk di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

    Perusahaan menegaskan ketahanan energi bergantung pada integrasi rantai pasok yang mencakup produksi, pengolahan, pengangkutan, dan distribusi. Seluruh elemen itu dijalankan untuk menjaga pasokan energi ke seluruh pelosok negeri.

    Volume Penyaluran Sepanjang 2025

    Sepanjang Januari–Desember 2025, Subholding Downstream Pertamina menyalurkan sejumlah energi bersubsidi dan penugasan kepada masyarakat. Realisasi penyaluran meliputi 18,23 juta kiloliter Solar Subsidi, 28,06 juta kiloliter Pertalite, 507,94 ribu kiloliter minyak tanah, serta 8,52 juta metrik ton LPG Tabung 3 Kg.

    Jaringan Distribusi dan Titik Layani

    Keandalan distribusi didukung infrastruktur yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga akhir 2025, Pertamina mengoperasikan 15.380 titik penyaluran BBM dan 273.388 pangkalan LPG di 38 provinsi.

    Untuk memperluas akses di wilayah 3T, perusahaan mengelola 588 lembaga penyalur BBM Satu Harga yang dibangun antara 2017 dan 2025. Program ini dimaksudkan agar harga BBM lebih setara antara wilayah perkotaan dan pelosok.

    Selain itu, Pertamina mengoperasikan 6.703 Pertashop yang difungsikan untuk melayani masyarakat di area yang belum terjangkau stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

    Distribusi LPG dan Armada Laut

    Dalam penyaluran LPG bersubsidi, Pertamina menjalankan Program One Village One Outlet (OVOO) yang telah menjangkau 70.451 desa dan kelurahan, setara sekitar 96,3 persen wilayah Indonesia. Jaringan ini dimaksudkan memudahkan masyarakat mendapatkan LPG Tabung 3 Kg, termasuk di daerah pelosok.

    Kelancaran logistik antarpulau juga didukung 481 armada kapal yang beroperasi sepanjang 2025. Rinciannya mencakup 110 kapal tanker, 1 unit Floating Storage Offloading (FSO), dan 370 unit marine support vessel yang menghubungkan distribusi BBM, LPG, dan produk energi lainnya.

    Pernyataan Perusahaan

    Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), mengatakan ketahanan energi bukan hanya soal cukupnya pasokan, melainkan kemampuan membawa energi hingga ke seluruh penjuru negeri.

    “Sebagai BUMN energi, Pertamina mengemban amanah untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh akses energi di mana pun mereka berada. Karena itu, kami terus memperkuat jaringan distribusi dan infrastruktur agar BBM maupun LPG dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal,”

    Baron menambahkan bahwa di balik setiap liter BBM dan setiap tabung LPG yang diterima masyarakat terdapat sistem logistik terintegrasi dari produksi hingga distribusi.

    “Melalui sinergi seluruh lini bisnis Pertamina, kami terus memperkuat infrastruktur distribusi, memperluas jangkauan BBM Satu Harga, Pertashop, serta jaringan pangkalan LPG agar akses energi semakin mudah, merata, dan andal bagi masyarakat. Upaya ini sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung aktivitas ekonomi di seluruh Indonesia,”
  • Komisaris Utama Pertamina Pastikan Pasokan Avtur dan Biosolar B50 Lancar

    Komisaris Utama Pertamina Pastikan Pasokan Avtur dan Biosolar B50 Lancar

    Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, meninjau fasilitas operasi Pertamina Patra Niaga di Jawa Timur pada Senin (29/6/2026). Kunjungan difokuskan pada Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda dan Integrated Terminal Surabaya untuk memastikan infrastruktur strategis beroperasi andal demi kelancaran layanan energi bagi masyarakat.

    Iriawan menyatakan keandalan pasokan energi menjadi fondasi bagi aktivitas ekonomi, transportasi, pertahanan, dan pelayanan publik. Pengawasan berkelanjutan menurutnya diperlukan agar operasional berjalan aman, andal, dan sesuai standar tata kelola perusahaan.

    Kesiapan Avtur di AFT Juanda

    Di AFT Juanda, Iriawan meninjau kesiapan pasokan avtur, kondisi fasilitas, dan kualitas pelayanan bagi maskapai. Kunjungan itu dilakukan menjelang periode libur sekolah yang meningkatkan mobilitas penerbangan.

    “Tugas menjaga pasokan avtur menuntut toleransi nol terhadap kekurangan stok maupun jeda pelayanan. Juanda harus menjadi salah satu garda terdepan dalam mendukung transformasi energi nasional,” ujar Iriawan.

    Dimas Bagus Satriyo Wibowo, perwakilan Aviation Fuel Terminal Juanda PT Pertamina Patra Niaga, menyampaikan bahwa AFT Juanda merupakan fasilitas strategis penopang sektor penerbangan di Jawa Timur. Terminal tersebut memiliki kapasitas 20 ribu kiloliter, didukung delapan tangki penyimpanan, tujuh hydrant dispenser, sembilan mobil tangki refuller, serta diperkuat 49 operator.

    AFT Juanda juga berfungsi sebagai titik suplai bagi lima AFT lain yang melayani bandara di Jawa Timur: Iswahjudi (Madiun), Abdulrachman Saleh (Malang), Dhoho (Kediri), Notohadinegoro (Jember), dan Blimbingsari (Banyuwangi).

    Perhatian pada Integrated Terminal Surabaya

    Iriawan juga meninjau Integrated Terminal Surabaya, yang disebut sebagai salah satu terminal terintegrasi terbesar di Indonesia. Ia memberi perhatian pada kesiapan infrastruktur serta jaringan distribusi untuk peluncuran bahan bakar biosolar B50 yang dijadwalkan awal Juli 2026.

    Selain itu, Iriawan menekankan pentingnya pemeliharaan aset strategis seperti tangki timbun, jetty, dan jaringan pipa agar distribusi energi tetap berjalan lancar dalam berbagai kondisi.

    Tekankan HSSE dan Budaya Kerja

    Menutup kunjungan, Komisaris Utama mengingatkan bahwa target operasional dan transformasi bisnis harus mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Ia menegaskan bahwa budaya Corporate Life Saving Rules (CLSR) harus menjadi bagian dari perilaku kerja setiap pegawai Pertamina.

    “Budaya CSLR harus melekat dalam perilaku sehari-hari, untuk melindungi aset negara dan memastikan pekerja pulang dengan selamat,” pungkas Iriawan.