Blog

  • IHSG Anjlok 2,42% ke 5.679, Investor Tahan Diri Menyusul Sentimen Berlapis

    IHSG Anjlok 2,42% ke 5.679, Investor Tahan Diri Menyusul Sentimen Berlapis

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok pada sesi I perdagangan Selasa (30/6/2026). Bursa mengalami tekanan kuat, membuat mayoritas pelaku pasar memilih menahan transaksi.

    Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia, hingga akhir sesi I IHSG turun 141 poin atau 2,42% ke level 5.679.

    Sentimen Global Memperburuk Kekhawatiran

    Analis dari Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan pelemahan terjadi ketika pelaku pasar menunggu rilis data ekonomi penting dan perkembangan sejumlah sentimen global yang belum pasti.

    Perhatian global tertuju pada rencana kelanjutan pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Doha, Qatar. Meski ada kesepakatan penghentian sementara aksi serang di Selat Hormuz, pasar masih mempertanyakan keberlanjutan gencatan tersebut, apalagi Iran menegaskan akan tetap mengawasi lalu lintas kapal di perairan strategis tersebut.

    Di sisi lain, aktivitas ekonomi China menunjukkan tanda perbaikan. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur untuk Juni naik menjadi 50,3 dari 50,0, melampaui ekspektasi 50,1. PMI nonmanufaktur juga meningkat menjadi 50,2 dari 50,1, di atas proyeksi 49,9. People’s Bank of China menyuntikkan likuiditas sebesar 300 miliar yuan melalui operasi reverse repo untuk menjaga kondisi pasar.

    “Meski demikian, sentimen positif dari China belum mampu mengangkat minat beli investor di pasar saham Indonesia,” tulis Pilarmas dalam risetnya.

    Sentimen Domestik Membebani

    Pilarmas menilai tekanan terbesar terhadap IHSG justru datang dari faktor domestik. Investor tetap bersikap wait and see menjelang rilis data ekonomi penting dan mengamati hasil evaluasi indeks MSCI yang berpotensi memengaruhi arus modal asing.

    Selain itu, terbitnya aturan baru yang memberikan perlindungan hukum menyeluruh bagi pembeli obligasi yang diterbitkan Badan Pengelola Investasi Danantara memunculkan kekhawatiran mengenai aspek tata kelola dan transparansi. Kondisi ini mendorong peningkatan kehati-hatian dan arus keluar dana investor asing.

    “Sentimen tinjauan MSCI dan regulasi baru terkait Danantara menjadi perhatian pasar karena menimbulkan kekhawatiran terhadap tata kelola dan transparansi. Kondisi ini mendorong terjadinya outflow dana investor asing,”

    Pada sesi I, tekanan jual meluas ke hampir seluruh sektor. Saham yang mencatat kenaikan terbesar antara lain PEGE, AYLS, MGNA, BOBA, dan ENAK. Sebaliknya, lima emiten dengan pelemahan terdalam adalah MMIX, PANS, RGAS, COCO, dan OILS.

    Meski pasar terkoreksi tajam, Pilarmas masih melihat peluang pada saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU). Sekuritas tersebut merekomendasikan buy dengan area support di level 4.240 dan resistance di level 5.250.

  • BRIDS Soroti Tekanan Luas, IHSG Terkoreksi 2,42% ke 5.679,75

    BRIDS Soroti Tekanan Luas, IHSG Terkoreksi 2,42% ke 5.679,75

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama 30 Juni 2026 pada level 5.679,75, anjlok 2,42% setelah tekanan jual meluas ke hampir seluruh sektor pasar.

    Dari 792 saham yang diperdagangkan, hanya 99 saham menguat sementara 583 saham melemah, mencerminkan tekanan penjualan yang tersebar luas di bursa.

    Sektor Basic Materials mencatat pelemahan terdalam sebesar 4,30%, diikuti sektor Energi yang turun 3,31%. Sektor Keuangan juga melemah 1,69% dan turut menekan pergerakan indeks.

    Saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, TPIA, TLKM, dan AMMN tercatat ditutup melemah dan menjadi salah satu sumber penurunan IHSG pada sesi tersebut.

    Sentimen Valuta Dan Risiko Pasar

    Rupiah berada di kisaran Rp 17.800 per dolar AS, kondisi yang menurut BRIDS menunjukkan tekanan eksternal terhadap aset domestik belum sepenuhnya mereda. Kondisi ini mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko.

    Catatan Untuk Investor

    BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mencatat beberapa hal yang perlu diperhatikan investor. Pertama, pelemahan pasar bersifat broad-based, bukan hanya dipicu oleh satu sektor atau saham tertentu.

    Kedua, saham-saham berkapitalisasi besar masih menjadi sumber tekanan utama bagi IHSG. Ketiga, pergerakan nilai tukar Rupiah dan sentimen global diperkirakan masih menentukan arah pasar dalam jangka pendek.

    “Pergerakan Rupiah dan sentimen global diperkirakan masih menjadi faktor yang menentukan arah pasar dalam jangka pendek,”
    “Selama belum ada katalis positif baru, volatilitas diperkirakan masih akan tinggi,”

    BRIDS menilai koreksi tajam pada hari tersebut menggambarkan pasar sedang memasuki fase risk-off, di mana investor memilih mengurangi risiko daripada menambah posisi.

    Bagi investor jangka panjang, BRIDS menyebut kondisi koreksi ini dapat menjadi kesempatan untuk mencermati saham-saham berkualitas yang terkoreksi ke valuasi lebih menarik. Namun, perusahaan juga mengingatkan pentingnya penerapan manajemen risiko dan menunggu konfirmasi stabilisasi pasar sebelum menambah posisi.

  • Nadal Pastikan Warisan Baru Lewat Perhotelan dan Akademi

    Nadal Pastikan Warisan Baru Lewat Perhotelan dan Akademi

    Rafael Nadal telah mengalihkan energi kariernya dari lapangan tenis ke dunia bisnis, khususnya perhotelan dan pendidikan olahraga. Mantan petenis peringkat dunia itu baru saja membuka hotel keempat di Fuerteventura, Kepulauan Kanari, sebagai bagian dari merek Zel Hotels yang didirikan pada 2022 bersama Meliá Hotels International.

    Nadal resmi pensiun dari kompetisi pada November 2024 setelah memenangi 22 gelar Grand Slam. Kini dia mengklaim fokusnya adalah membangun “warisan di luar lapangan.” “Saya bukan tipe pria yang suka bangun di pagi hari tanpa tahu harus berbuat apa. Tujuan saya adalah terus melangkah maju. Jika dulu saya membangun warisan di dalam lapangan, sekarang adalah saatnya saya membangun warisan di luar lapangan,” ujar Nadal.

    Strategi di Sektor Hospitality

    Zel Hotels sebelumnya membuka properti di Mallorca, Costa Brava (Spanyol), dan Punta Cana (Republik Dominika). Nadal melihat pergeseran perilaku konsumen yang lebih memilih menghabiskan uang untuk pengalaman, sehingga sektor hospitality menurutnya menawarkan peluang investasi meskipun persaingan ketat.

    Dia menyebutkan pengalaman dan disiplin dari karier tenisnya turut membantu dalam mengelola bisnis. “Olahraga mengajari Anda untuk mentoleransi rasa frustrasi, belajar bekerja dalam tim, dan menerima kenyataan bahwa terkadang Anda harus kalah. Anda juga harus bisa mengelola kemenangan, karena tidak peduli seberapa besar Anda menang hari ini, Anda harus kembali bertanding keesokan harinya,” kata Nadal.

    Portofolio Di Luar Hotel

    Selain perhotelan, Nadal mengembangkan usaha lewat perusahaan keluarga Aspemir yang menaruh perhatian pada pendidikan dan kebugaran. Salah satu aset utamanya adalah Rafa Nadal Academy di Mallorca yang berdiri sejak 2016 dan telah berkembang ke beberapa negara.

    Pada 2025, Nadal menjual 44,9% saham akademi kepada GPF Capital senilai 94 juta euro, namun tetap mempertahankan kendali mayoritas sebesar 55,1%. “Semakin hari, semakin banyak orang sadar bahwa menjaga tubuh itu sangat penting. Jadi, berinvestasi pada pendidikan anak-anak, kesejahteraan, dan olahraga adalah langkah yang tepat,” ujarnya.

    Pandangan soal Sengketa Hadiah Uang Wimbledon

    Nadal juga angkat bicara terkait protes soal pembagian hadiah uang yang melibatkan pemain top dan penyelenggara Wimbledon. Tahun ini, Wimbledon menaikkan total hadiah sebesar 20% menjadi 64,2 juta pound sterling. Namun, beberapa pemain menuntut angka sekitar 71 juta pound sterling atau setara 16% dari pendapatan turnamen, dengan target 22% pada 2030 di seluruh Grand Slam.

    Dia menyatakan memahami kedua sisi, tetapi mengingatkan para pemain untuk realistis terhadap beban penyelenggara. Nadal menyarankan solusi jangka panjang: “Tandatangani kesepakatan persentase kenaikan tahunan yang adil untuk pemain dan turnamen selama 10 tahun. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan 10 tahun masa tenang tanpa konflik.”

    Transisi Karier dan Visi Jangka Panjang

    Nadal menyebut transisi dari atlet menjadi pengusaha berjalan lancar karena dia memanfaatkan reputasi, disiplin, dan rekam prestasi. Pilihan investasi di hotel serta pendidikan olahraga dimaksudkan bukan hanya untuk mengamankan aset finansial, tetapi juga membangun ekosistem yang berkelanjutan bagi generasi berikutnya.

    Langkah ini sejalan dengan tren di kalangan atlet elite yang merencanakan “second career” pasca-pensiun. Nadal menegaskan kesiapan mentalnya setelah menjalani operasi pinggul pada 2023 dan memilih pensiun, lalu melanjutkan babak baru dalam kehidupan profesionalnya.

  • BNI Rayakan 80 Tahun Dengan Transformasi Untuk Perkuat Kinerja dan Daya Saing

    BNI Rayakan 80 Tahun Dengan Transformasi Untuk Perkuat Kinerja dan Daya Saing

    Memperingati 80 tahun beroperasi, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan komitmen transformasi menyeluruh untuk memperkuat kinerja dan daya saing. Transformasi ini dijalankan sebagai landasan peningkatan kontribusi bank terhadap nasabah dan perekonomian nasional.

    Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menyatakan transformasi diarahkan bukan hanya untuk menggenjot kinerja bisnis, tetapi juga memperkuat kemampuan menghadapi perubahan dan menangkap peluang pertumbuhan baru. Menurut Paolo, penguatan tata kelola BUMN oleh Danantara Indonesia mendukung orientasi penciptaan nilai jangka panjang.

    Fokus Transformasi dan Digitalisasi

    BNI mengimplementasikan transformasi di berbagai lini, termasuk penguatan kapabilitas digital, peningkatan produktivitas organisasi, optimalisasi jaringan layanan, dan peningkatan manajemen risiko. Strategi ini ditujukan untuk mewujudkan pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

    Pada sisi digital, BNI terus mengembangkan wondr by BNI sebagai platform layanan digital ritel. Hingga akhir 2025, platform tersebut telah digunakan oleh lebih dari 12 juta nasabah, sekaligus mendukung pertumbuhan tabungan ritel dan penguatan dana murah.

    Perkuat Layanan Korporasi

    Di segmen wholesale banking, BNI memperkuat layanan BNIdirect untuk cash management, trade finance, bank guarantee, dan supply chain financing. Sepanjang 2025, jumlah pengguna dan nilai transaksi BNIdirect tumbuh lebih dari 25% secara tahunan, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan giro korporasi dan kualitas layanan transaksi bisnis.

    Kinerja Keuangan

    Hasil transformasi tercermin pada kinerja keuangan 2025. BNI mencatat laba bersih sebesar Rp 20 triliun. Kualitas aset menunjukkan perbaikan dengan NPL bruto turun menjadi 1,9% dan loan at risk (LaR) membaik menjadi 8,5%.

    Momentum positif berlanjut pada 2026. Hingga akhir Mei 2026, BNI melaporkan total aset Rp 1.365,36 triliun dan dana pihak ketiga (DPK) Rp 1.063,92 triliun. Periode yang sama mencatat laba bersih Rp 9,05 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 160,99 triliun.

    Ambisi Jangka Panjang

    Paolo menilai fondasi bisnis yang semakin kuat menjadi modal penting bagi BNI untuk terus menciptakan nilai bagi pemegang saham, nasabah, dan perekonomian. “Kami meyakini bahwa perusahaan yang sehat dan bertumbuh akan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi pemegang saham, mendukung agenda pembangunan nasional, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang,” ujarnya.

    BNI juga menyatakan harapan bahwa kehadiran Danantara akan memperkuat upaya BUMN dalam penciptaan nilai jangka panjang melalui pengelolaan investasi terintegrasi, peningkatan produktivitas, dan penguatan daya saing. Perseroan menegaskan akan melanjutkan agenda transformasi sejalan semangat “Terus Mengabdi untuk Terus Melayani” untuk meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan nasional.

  • Harga Emas Digital Turun Selasa 30 Juni 2026: Rincian Per Platform

    Harga Emas Digital Turun Selasa 30 Juni 2026: Rincian Per Platform

    Harga emas digital pada Selasa, 30 Juni 2026, tercatat cenderung melemah. Pergerakan ini terkait dengan fluktuasi harga emas global dan nilai tukar rupiah.

    Di tengah koreksi harga, minat masyarakat terhadap emas digital tetap tumbuh. Produk ini populer karena dapat diakses secara online, fleksibel, dan memungkinkan pembelian mulai dari nominal kecil, sehingga menjadi alternatif bagi investor ritel yang ingin menabung emas secara bertahap.

    Update Harga Per Platform

    Berikut update harga emas digital hingga Selasa 30 Juni 2026 yang berasal dari beberapa platform jual beli emas digital:

    • PT Indonesia Logam Pratama (Treasury)

      Harga beli: Rp 2.374.487 per gram (-Rp 24.868)
      Harga jual: Rp 2.295.938 per gram.

    • PT Laku Emas Indonesia (Lakuemas)

      Harga beli: Rp 2.375.000 per gram (stabil)
      Harga jual: Rp 2.302.000 per gram (stabil).

    • PT Indogold Makmur Sejahtera (IndoGold)

      Harga beli: Rp 2.381.624 per gram (-Rp 19.880)
      Harga jual: Rp 2.322.000 per gram (-Rp 20.500).

    • PT Syariah Koin Indonesia (ShariaCoin)

      Harga beli: Rp 2.445.000 per gram (-Rp 23.000)
      Harga jual: Rp 2.361.000 per gram (-Rp 22.000).

  • BBCA Jadi Satu-Satunya Saham Dengan Nilai Transaksi Rp1,24 Triliun, Harga Terkoreksi

    BBCA Jadi Satu-Satunya Saham Dengan Nilai Transaksi Rp1,24 Triliun, Harga Terkoreksi

    PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi satu-satunya saham yang mencatat nilai transaksi lebih dari Rp 1 triliun pada sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di pasar reguler, Selasa (30/6/2026). Tercatat 217,54 juta saham BBCA berpindah tangan dengan frekuensi 43.787 kali dan nilai transaksi mencapai Rp 1,24 triliun.

    Meski nilai transaksinya tinggi, harga saham BBCA tertekan dan diparkir turun 3,38% ke Rp 5.725 per saham pada penutupan sesi I. Tekanan jual asing juga terlihat pada saham ini.

    Kinerja Saham Lain

    Di posisi kedua nilai transaksi terbesar muncul pada saham BBRI sebesar Rp 377,6 miliar, disusul TPIA Rp 350,4 miliar, BMRI Rp 347 miliar, dan TLKM Rp 226,4 miliar. Mayoritas saham lainnya mencatat nilai transaksi di bawah Rp 500 miliar pada sesi I tersebut.

    Pergerakan Asing dan IHSG

    Berdasarkan catatan Stockbit Sekuritas, BBCA mengalami net sell asing sebesar 72,21 juta saham atau sekitar Rp 413,22 miliar, tertinggi dibandingkan saham lainnya pada sesi I.

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I tertekan 2,42% ke level 5.679, dengan total nilai transaksi di seluruh pasar BEI mencapai sekitar Rp 7,5 triliun.

    Pandangan Maybank Sekuritas

    Maybank Sekuritas mencatat IHSG sebelumnya mengalami penurunan 1,28% pada perdagangan Senin (29/6/2026). Nilai transaksi keseluruhan hari tersebut tercatat Rp 9 triliun, dengan pasar reguler sebesar Rp 7,63 triliun.

    “Keadaan ini menunjukkan sentimen yang relatif minim mencerminkan perilaku pasar cenderung wait & see,”

    Maybank Sekuritas menambahkan asing kembali mencatatkan net sell sebesar Rp 881 miliar, dengan nilai penjualan terbesar pada BBCA (Rp 423,63 miliar), BMRI (Rp 97,82 miliar), TLKM (Rp 71,29 miliar), BBRI (Rp 53,78 miliar) dan AADI (Rp 43,18 miliar).

    “BBCA yang sebelumnya bergerak menjadi saham penahan indeks, berubah menjadi pemberat indeks,”

    Perusahaan sekuritas itu juga mencatat nilai transaksi pasar secara keseluruhan tergolong kecil dibandingkan rata-rata historis. Sebagai gambaran, rata-rata nilai transaksi per hari untuk 2020–2022 berada di kisaran Rp 9–14 triliun per hari, turun menjadi sekitar Rp 10 triliun pada 2023, lalu meningkat pada 2024–awal 2026 di kisaran Rp 13–34 triliun.

    Maybank Sekuritas menekankan penurunan nilai transaksi yang signifikan menjadi “alarm” penting untuk memastikan arah pergerakan pasar ke depan. “Apabila hal ini tidak mengalami pemulihan dalam waktu dekat, momentum negatif dengan volatilitas yang sangat tinggi dapat segera terealisasi,” pungkas Maybank Sekuritas.

  • Perbankan Hadapi Ketatnya Likuiditas Meski Agregat Masih Sehat

    Perbankan Hadapi Ketatnya Likuiditas Meski Agregat Masih Sehat

    Industri perbankan diperkirakan masih menghadapi tekanan likuiditas pada paruh kedua 2026 meski indikator makro secara agregat tampak memadai. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan suku bunga acuan yang tinggi, biaya dana semakin mahal sehingga bank memilih lebih selektif menyalurkan kredit.

    Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan menyatakan kondisi terasa kering bagi perbankan secara umum karena cost of fund menjadi mahal, yang berdampak pada penyaluran kredit. Untuk menanggulangi, bank mendorong penghimpunan dana murah (CASA) dan mempertimbangkan penerbitan surat utang bila diperlukan.

    Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menjelaskan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang terkonsentrasi di Himbara menciptakan perbedaan biaya dana antarbank, sehingga persaingan suku bunga deposito memanas. Ia menyarankan kebijakan SAL dirancang untuk mencegah perang bunga dan memastikan dana mengalir ke sektor produktif.

    Secara agregat, indikator industri dinilai masih aman: DPK April tumbuh 11,39%, kredit tumbuh 9,98%, AL/NCD 111,13%, AL/DPK 25,39%, dan LDR 86,87%. Namun menurut Josua, rata-rata industri itu menutupi tekanan mikro, termasuk perbedaan likuiditas antarbank, perebutan deposan besar, penurunan dana murah, dan penyerapan dana ke SRBI yang menawarkan imbal hasil menarik.

    SRBI dan Persaingan Dana

    Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi menyebut kenaikan BI Rate sebesar 100 basis poin tahun ini memberi tekanan langsung terhadap biaya dana perbankan. Kenaikan tersebut mendorong repricing dana masyarakat, mendorong bunga deposito naik, sehingga menekan net interest margin (NIM).

    Hery menuturkan outstanding SRBI hingga Mei 2026 mencapai Rp979,9 triliun, naik dari Rp730,9 triliun pada akhir 2025, dan tembus Rp1.021 triliun pada akhir Juni. Dari jumlah itu, sekitar Rp677 triliun dimiliki perbankan. Lonjakan SRBI menciptakan dua tekanan: memperketat persaingan dengan deposito dan menyerap likuiditas pasar dalam jumlah besar.

    “Yang mengalir ke SRBI mengurangi volume dana yang tersedia untuk intermediasi perbankan. Kalau melihat kondisi di pasar, likuiditas sudah hampir kering,” ujar Hery.

    Meski demikian, Hery menilai fundamental industri masih kuat dengan pertumbuhan kredit 11,51% (yoy) dan DPK meningkat 13,47% (yoy) per Mei 2026. LDR pada April 2026 tercatat 86,88% dan CAR masih tebal di 23,97%. Namun ia mengingatkan indikator mulai menunjukkan tekanan: pertumbuhan DPK melambat, NIM terkompresi, dan CAR sedikit menurun.

    Musiman dan Prospek Semester II

    Chief Economist BTN Myrdal Gunarto menilai tekanan likuiditas pada akhir Juni bersifat musiman dan berpotensi membaik pada semester II-2026. Posisi excess reserve perbankan pada 26 Juni tercatat Rp9,84 triliun, jauh lebih rendah dibanding saat penempatan SAL yang sempat mendorong excess reserve mencapai Rp261,98 triliun.

    Myrdal mengatakan penipisan likuiditas dipicu kebutuhan pembayaran akhir bulan, seperti arus keluar modal asing, pembayaran dividen investor asing, pembayaran utang luar negeri, dan kebutuhan devisa impor. Meski demikian, ia optimistis likuiditas bisa membaik seiring meredanya tensi geopolitik dan potensi aliran investasi asing.

    Respon Himbara terhadap Penempatan SAL

    Himbara menyambut penempatan dana SAL oleh pemerintah sebagai langkah strategis menjaga kecukupan likuiditas dan mendukung fungsi intermediasi. Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan kebijakan ini dapat memperkuat likuiditas perbankan sehingga kapasitas intermediasi untuk mendanai sektor produktif tetap terjaga, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko.

    Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyebut kolaborasi erat antara pemerintah dan perbankan penting untuk memperkuat efektivitas kebijakan fiskal dan mendukung penyaluran pembiayaan ke sektor produktif. Direktur Utama BRIS Anggoro Eko Cahyo menambahkan pengelolaan SAL yang optimal membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan industri perbankan untuk menjaga likuiditas dan kepercayaan pasar.

  • Saibari Menentukan Nasib Belanda, Maroko Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

    Saibari Menentukan Nasib Belanda, Maroko Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

    Ismael Saibari menjadi penentu kemenangan Maroko setelah menjalankan tugasnya sebagai eksekutor terakhir dalam babak adu penalti yang menyingkirkan Belanda dari Piala Dunia 2026.

    Laga babak 32 besar di Stadion BBVA berakhir imbang 1-1 setelah perpanjangan waktu, kemudian ditentukan lewat adu penalti yang dimenangkan Maroko 3-2 pada Senin malam waktu setempat.

    Penentuan Lewat Adu Penalti

    Kisah adu penalti mencapai puncaknya ketika kiper Maroko Yassine Bounou melakukan penyelamatan terhadap eksekusi Crysencio Summerville pada babak kelima. Saat skor penalti sama kuat 2-2, Saibari maju dan menempatkan bola ke pojok bawah kiri gawang, mengecoh kiper Belanda Bart Verbruggen.

    Gol Saibari memupus peluang Belanda untuk melanjutkan pertandingan. Selepas tendangan itu, Saibari merayakan gol dengan melepas jersi dan kemudian ditubruk rekan-rekannya.

    Momen-Momen Kunci Di Babak Penalti

    Sebelumnya, pada salah satu tendangan, Verbruggen hampir menggagalkan eksekusi Soufiane Rahimi. Namun penyelamatan itu tidak sempurna dan bola memantul masuk ke gawang setelah mengenai bagian belakang kaki Verbruggen.

    Jalan Pertandingan

    Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Belanda unggul lebih dulu pada menit ke-72 melalui gol Cody Gakpo yang memaksimalkan umpan dari Crysencio Summerville.

    Selebrasi Gakpo berlangsung emosional; pemain itu tampak menangis usai mencetak gol, dan rekan-rekan timnya berlari ke lapangan untuk memeluknya.

    Namun keunggulan Belanda buyar di masa injury time. Pada menit ke-91, Issa Diop menyamakan kedudukan bagi Maroko lewat sundulan setelah menerima umpan lambung dari Chemsdine Talbi.

    Hingga akhir 30 menit perpanjangan waktu skor 1-1 tetap bertahan sehingga laga berlanjut ke adu penalti.

    Konsekuensi Hasil

    Kemenangan ini membawa Maroko—dijuluki Singa Atlas—melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi Kanada pada Sabtu mendatang di Houston, AS.

    Bagi Belanda, hasil tersebut menandai kepulangan paling awal mereka sepanjang keikutsertaan di Piala Dunia.

  • IHSG Terjun 2,42%, Tapi 5 Saham Catatkan Kenaikan Tajam

    IHSG Terjun 2,42%, Tapi 5 Saham Catatkan Kenaikan Tajam

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh tajam pada sesi I Selasa (30/6/2026), turun 141,03 poin atau 2,42% ke level 5.679,75. Pergerakan pasar pada sesi ini didominasi merah dengan rentang transaksi 5.638–5.811.

    Meskipun indeks utama tertekan, terdapat sejumlah saham yang mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan sesi I.

    Aktivitas Perdagangan

    Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, volume perdagangan mencapai 12,43 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 7,52 triliun. Frekuensi perdagangan sepanjang sesi I tercatat 903.131 kali.

    Jumlah saham yang menguat mencapai 99 emiten, sementara 583 saham turun dan 110 saham stagnan. Kelompok saham LQ45 mengalami penurunan 2,39%.

    Performa Sektor

    Seluruh sektor berakhir di zona merah pada sesi I. Sektor barang baku memimpin pelemahan dengan penurunan 4,32%, diikuti sektor energi turun 3,17%, perindustrian minus 2,68%, infrastruktur minus 2,46%, dan transportasi turun 2,45%.

    Pasar Regional

    Indeks saham Asia bergerak bervariasi pada periode yang sama. Straits Times (Singapura) turun 0,68% dan Hang Seng (Hong Kong) anjlok 1,36%. Sebaliknya, Nikkei (Jepang) menguat 1,6% dan Shanghai (China) naik 0,21%.

    Top Gainers

    Di tengah pelemahan pasar, lima saham tercatat sebagai top gainers dengan lonjakan harga antara 15% hingga 34%:

    • PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) melonjak 34,29% ke Rp 141 dan terpantau mentok pada batas auto rejection atas (ARA).
    • PT Arkayana Lestari Grup Tbk (AYLS) naik 28,99% ke Rp 178.
    • PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) melesat 20% ke Rp 96.
    • PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) naik 17,07% ke Rp 288.
    • PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK) menguat 15,71% ke Rp 324.

    Top Losers

    Sebaliknya, enam saham terpukul hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) dan menjadi top losers pada sesi I:

    • PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) turun 14,84% menjadi Rp 545.
    • PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) anjlok 14,78% menjadi Rp 1.585.
    • PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) merosot 14,62% menjadi Rp 181.
    • PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) turun 14,48% menjadi Rp 124.
    • PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) terpangkas 14,22% menjadi Rp 187.
    • PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) anjlok 14,02% menjadi Rp 460.
  • Harga Emas Diprediksi Kembali Berpeluang Naik, Dua Tren Jadi Penyangga

    Harga Emas Diprediksi Kembali Berpeluang Naik, Dua Tren Jadi Penyangga

    Para analis menyatakan harga emas berpotensi kembali mendapatkan momentum seiring dua tren yang berjalan saat ini: penurunan harga minyak dunia dan akumulasi pembelian logam mulia oleh sejumlah pelaku pasar.

    Optimisme itu muncul meski emas sempat tertekan oleh penguatan dolar AS dan masih berada di bawah level psikologis penting. Faktor eksternal dan pola permintaan disebut saling mempengaruhi prospek pasar emas ke depan.

    Menurut analis di Heraeus, jika tidak ada penutupan lebih lanjut di Selat Hormuz dan penurunan harga minyak berlanjut, efek penurunan harga tersebut akan dirasakan oleh produsen dan konsumen. Kondisi ini, jika disertai penurunan indeks harga PCE dan indeks lainnya, berimplikasi pada berkurangnya kemungkinan kenaikan suku bunga, sehingga memperkuat prospek investasi untuk logam mulia.

    “Jika tidak ada penutupan lebih lanjut di Selat Hormuz, penurunan harga minyak mulai diteruskan kepada produsen dan konsumen. Kemudian jika indeks harga PCE turun, bersamaan dengan indeks lainnya, kemungkinan kenaikan suku bunga juga akan berkurang, memperkuat prospek investasi untuk logam mulia,” ujar para analis tersebut.

    Harga emas sempat turun di bawah US$4.000 per troy ounce pekan lalu, penurunan yang terjadi untuk pertama kali sejak November 2025. Tekanan ini sebagian besar terjadi saat pasar menilai kebijakan moneter Federal Reserve yang lebih agresif.

    Analis Heraeus menambahkan bahwa penguatan dolar AS turut berkontribusi pada pelemahan harga emas karena menjadikan emas lebih mahal bagi pembeli non-dolar, meski faktor makro yang sama sering memengaruhi pergerakan kedua aset tersebut.

    Akumulasi Logam Mulia Di China

    Selain dinamika pasar minyak dan kebijakan moneter, akumulasi emas oleh pembeli menjadi faktor penyangga lain. Impor emas China naik ke level tertinggi dalam dua tahun terakhir pada Mei 2026, menurut catatan analis.

    Para analis mencatat, sejauh tahun ini impor emas non-moneter ke China mencapai total 691,6 ton. Angka ini naik 76% dari 393,6 ton pada periode Januari hingga Mei tahun sebelumnya, meskipun belum mencapai 840,6 ton yang diimpor pada periode yang sama tahun 2024.

    “Hal ini didorong oleh permintaan yang kuat untuk emas batangan fisik dan rencana akumulasi emas di mana investor ritel dapat membeli emas dengan jumlah uang yang lebih kecil yang disetorkan setiap bulan,” terang para analis.

    Catatan itu menegaskan bahwa meskipun tekanan jangka pendek datang dari faktor makro seperti penguatan dolar dan ekspektasi suku bunga, permintaan fisik dan strategi akumulasi di beberapa pasar utama tetap menjadi penopang bagi prospek harga emas.