Otoritas Perilaku Keuangan Inggris (FCA) mengumumkan pelonggaran draf regulasi terkait persyaratan modal dan transparansi bagi pelaku industri kripto. Kebijakan yang direvisi itu dimaksudkan untuk menyeimbangkan perlindungan konsumen dengan upaya menarik lebih banyak pemain dan investor ke pasar aset digital Inggris.
Aturan baru, yang dijadwalkan berlaku penuh pada Oktober 2027, mencakup penurunan syarat modal bagi penerbit stablecoin dan perusahaan perdagangan kripto, serta pengecualian pelaporan bagi perusahaan kecil atau berprofil risiko rendah.
Rincian Pelonggaran Aturan
Dalam draf revisi, FCA menurunkan persyaratan modal tambahan untuk penerbit stablecoin non-sistemik dari 2% menjadi 1% dari total penerbitan. Untuk buku perdagangan, perusahaan yang menyimpan token kripto sebagai bagian dari trading book hanya diwajibkan memiliki modal yang mencakup 40% dari nilai eksposur bersih, lebih longgar dibanding usulan awal yang bisa mencapai 100% untuk token berisiko tinggi.
Selain itu, otoritas juga melonggarkan ketentuan terkait likuiditas, pengawasan aset dalam grup perusahaan (intragroup custody), dan transparansi pra-perdagangan. Perusahaan skala kecil atau berisiko rendah tidak lagi diwajibkan mempublikasikan laporan modal publik yang sempat direncanakan dalam draf awal.
Target Dampak Pasar
FCA memperkirakan pelonggaran aturan ini dapat meningkatkan kepercayaan pasar dan menambah sekitar 3–4 juta nasabah baru di pasar kripto Inggris. “Langkah ini bertujuan memberikan fondasi yang kokoh bagi industri kripto untuk berkembang. Rezim baru ini merupakan perubahan ruang lingkup terbesar bagi FCA dalam setidaknya satu dekade terakhir,” kata Direktur Eksekutif Pembayaran dan Keuangan Digital FCA, David Geale.
Geale menegaskan regulasi tidak mengeliminasi risiko. “Kripto tetap menjadi investasi berisiko tinggi dan konsumen harus memahami risiko tersebut. Namun, tidak ada salahnya jika masyarakat mengalokasikan sebagian portofolio mereka pada aset berisiko tinggi,” tambahnya.
Keamanan DeFi dan Rencana Konsultasi
Isu keamanan sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi) menjadi salah satu perhatian setelah peretasan yang merugikan dua perusahaan DeFi lebih dari US$500 juta (sekitar Rp8,9 triliun). Menanggapi hal ini, FCA berencana menggelar konsultasi publik akhir tahun terkait panduan sektor DeFi.
Direktur Pembayaran dan Aset Digital FCA, Matthew Long, menyatakan aturan baru tetap akan diberlakukan jika ada entitas pengendali yang dapat diidentifikasi, mengingat banyak proyek DeFi yang pada praktiknya memuat unsur sentralisasi.
Jadwal Pendaftaran dan Pemberlakuan
Bagi perusahaan kripto yang beroperasi di Inggris, pendaftaran di bawah aturan baru akan dibuka mulai 30 September mendatang. Ketentuan ini kemudian direncanakan mengikat secara hukum pada 25 Oktober 2027.
Respons Terhadap Persaingan Global
Pelonggaran kebijakan ini muncul di tengah tekanan global untuk menarik inovator dan modal digital. Selama beberapa tahun, pejabat Inggris mendapat kritik terkait sikap yang dinilai terlalu hati-hati terhadap sektor kripto, sementara langkah regulasi di negara lain ikut memengaruhi kebijakan di London.
Dokumen draf menyinggung pengaruh perubahan kebijakan di luar negeri, termasuk perkembangan undang-undang stablecoin dan pembahasan Clarity Act di Amerika Serikat, serta aturan Markets in Crypto-Assets (MiCA) di Uni Eropa yang sudah diberlakukan sebelumnya.
FCA menyatakan pelonggaran ini merupakan upaya adaptif untuk menjaga daya saing Inggris sebagai pusat teknologi keuangan, sambil membangun kerangka pengawasan yang lebih aman menjelang pemberlakuan penuh aturan pada 2027.

Tinggalkan Balasan