PAM Jaya Siap Menyongsong IPO, Persiapan Capai Sekitar 75%

Written by

in

PT Air Minum Jaya (PAM Jaya) membuka peluang memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan jangka panjang. Perusahaan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu menyatakan persiapan menuju penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) telah mencapai sekitar 75%.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan manajemen tengah mengkaji beragam pendekatan financing untuk memperkuat daya dukung perusahaan. Proses ini, kata dia, juga dimaksudkan untuk memberi gambaran kepada publik mengenai langkah perbaikan infrastruktur dan peningkatan layanan.

“Kami sangat senang hari ini bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat dan publik bahwa kami sedang dalam proses memperbaiki infrastruktur perusahaan, sekaligus melakukan pergerakan yang masif agar pelayanan kami menjadi lebih baik lagi,” ujar Arief saat menyampaikan paparan dalam sebuah forum di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Sebagai bagian dari persiapan, PAM Jaya telah menunjuk sejumlah konsultan keuangan dan hukum. Secara keseluruhan, menurut manajemen, progres persiapan sudah berada di kisaran 75-78% dan secara diagnostik dinilai berada di jalur yang tepat.

Meski demikian, Arief mengatakan masih ada aspek yang perlu ditinjau ulang untuk mengevaluasi program yang telah dan akan dijalankan. Tahun ini perusahaan juga memasuki usia 130 tahun, sehingga sejumlah aspek fundamental dianggap perlu diperbarui agar relevan dengan kondisi saat ini.

“Jadi, so far so good, so far on the track,” kata Arief.

Langkah Selanjutnya dan Pertimbangan Pemegang Saham

PAM Jaya telah melakukan dialog informal dengan otoritas bursa, namun pembahasan masih pada tahap awal. Manajemen menyatakan seluruh proses akan dijalankan secara prudent dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang dinilai masih volatil.

Sebelum keputusan final, perusahaan berencana menyusun executive summary yang menggambarkan kesiapan infrastruktur. Keputusan apakah IPO dipilih sebagai skema pendanaan akan diputuskan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Dengan progres yang ada, jika seluruh proses berjalan kondusif, IPO diharapkan dapat terealisasi pada awal 2027. Namun Arief menegaskan tugas manajemen hanya menyiapkan persyaratan; keputusan go atau not go tetap berada di tangan pemegang saham.

Alternatif Pendanaan Lain

Selain IPO, PAM Jaya masih menelaah opsi pendanaan lain seperti kerja sama dengan mitra strategis, pemanfaatan pasar sekunder, serta penerbitan obligasi (bonds). Semua opsi tersebut masih dalam tahap pendalaman sebelum diambil keputusan.

Arief menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong BUMD agar lebih mandiri dalam mencari sumber pendanaan dan mengembangkan skema creative financing. Pesan itu, menurutnya, datang dari gubernur yang melihat potensi pasar yang dapat dijajaki.

Di tengah volatilitas pasar, PAM Jaya akan fokus memperkuat fundamental dan perbaikan operasional sambil menunggu momentum yang tepat untuk menghimpun dana dari pasar modal.

Rencana Penggunaan Dana

Manajemen menyatakan dana yang dihimpun dari skema pendanaan apa pun tidak hanya akan digunakan untuk pengembangan jaringan perpipaan, tetapi juga rehabilitasi pipa yang menua, penurunan tingkat non-revenue water, investasi teknologi, serta pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk meningkatkan kualitas layanan.

Arief memperkirakan kebutuhan investasi untuk rehabilitasi jaringan pipa di Jakarta mencapai sekitar Rp7-9 triliun. Setelah target pelayanan air bersih Jakarta tercapai pada 2029, PAM Jaya membuka peluang memberi dukungan kepada PDAM lain di sekitar ibu kota.

Menurut Arief, transformasi yang dimulai sejak pengelolaan operasional diambil alih pada 2023 menunjukkan perkembangan positif dan membuka peluang baru untuk mengakses pendanaan dari pasar modal. “Mudah-mudahan investor melihat ini sebagai sesuatu yang menarik, yang kemudian bisa kami gunakan untuk funding, baik melalui IPO maupun strategic partner,” tuturnya.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *