Asing Jual Besar-Besaran BBCA, BBRI, BMRI; IHSG Terkoreksi 3,05%

Written by

in

Investor asing kembali melakukan aksi jual agresif di Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 30 Juni 2026. Tekanan jual terbesar tercatat pada saham-saham perbankan: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Berdasarkan data BEI, net sell asing di seluruh pasar hari itu mencapai Rp 1,04 triliun, sehingga akumulasi net sell asing sepanjang tahun menjadi Rp 73,6 triliun.

Saham BBCA menjadi yang paling banyak dilepas di pasar reguler dengan net sell asing sebesar Rp 766,3 miliar. Diikuti BBRI dengan net sell Rp 228,6 miliar dan BMRI Rp 157,7 miliar.

Sebaliknya, pembelian bersih asing terbesar terjadi pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) senilai Rp 87,3 miliar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan hari itu ambruk 177,6 poin atau 3,05% ke level 5.643,1. Sebanyak 141 saham naik, 599 saham turun, dan 219 saham stagnan. Total nilai transaksi tercatat Rp 13,02 triliun.

Seluruh Sektor Melemah

Penurunan pasar merata pada seluruh sektor saham, dengan pelemahan terdalam di sektor barang baku sebesar 5,5%.

  • Sektor energi turun 3,5%
  • Sektor barang konsumen primer turun 2,79%
  • Sektor properti turun 2,6%
  • Sektor infrastruktur turun 2,2%
  • Sektor keuangan turun 1,89%
  • Sektor kesehatan turun 1,79%
  • Sektor perindustrian turun 1,71%
  • Sektor transportasi turun 0,8%
  • Sektor teknologi turun 0,6%
  • Sektor barang konsumen non-primer turun 0,1%

Pemicu Pelemahan

Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, pelemahan IHSG terjadi ketika mayoritas pelaku pasar memilih menahan transaksi sambil menunggu perkembangan sejumlah sentimen global yang masih belum pasti.

Di pasar global, perhatian tertuju pada rencana pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Doha, Qatar. Meski kedua negara menyepakati penghentian sementara aksi saling serang di Selat Hormuz, pasar mempertahankan keragu-raguan atas keberlanjutan gencatan senjata tersebut.

Tekanan terhadap IHSG juga dipengaruhi faktor domestik. Investor bersikap wait and see menanti rilis sejumlah data ekonomi penting dan hasil evaluasi indeks MSCI yang berpotensi memengaruhi arus dana asing.

Di sisi lain, terbitnya aturan baru yang memberikan perlindungan hukum menyeluruh bagi pembeli obligasi yang diterbitkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memicu kekhawatiran terkait aspek tata kelola dan transparansi. Kekhawatiran ini meningkatkan kehati-hatian investor asing terhadap pasar keuangan Indonesia.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *