Berikut rangkuman lima berita ekonomi dan pasar modal yang paling banyak dibaca hingga Selasa, 30 Juni 2026. Setiap poin menyorot pergerakan pasar, kebijakan dividen, dan prospek komoditas yang relevan bagi investor.
Daftar ini merangkum data perdagangan, pengumuman emiten, dan proyeksi analis sebagaimana tercatat pada hari tersebut.
IHSG Ambles Tertekan Sentimen Berlapis
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam pada sesi I perdagangan Selasa (30/6/2026). Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG anjlok 141 poin atau 2,42% ke level 5.679.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan penurunan dipicu kombinasi faktor, termasuk aksi wait and see menjelang rilis data ekonomi penting, ketidakpastian geopolitik, evaluasi MSCI, serta kekhawatiran tata kelola pada perusahaan tertentu yang memicu arus keluar dana asing.
Dividen Rp105 per Saham Cair, Yield 19%
Emiten tambang emas PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menjadwalkan pembayaran dividen tahun buku 2025 sebesar Rp2,77 triliun atau Rp105 per saham pada Selasa (30/6/2026).
Sepanjang 2025, perusahaan melaporkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$35,45 juta dan saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya senilai US$175,83 juta. Pada perdagangan Senin (29/6/2026), saham PSAB tercatat naik 0,49% ke Rp410, namun dalam sebulan terakhir melemah 13,87%.
Arah Harga Emas: Penurunan Sebelum Reli
Kepala Riset Komoditas TD Securities, Bart Melek, memproyeksikan bahwa harga emas dunia akan turun hingga di bawah US$3.900 per troy ounce sebelum kembali reli ke sekitar US$5.300 per troy ounce.
Melek menyatakan meski ada risiko penurunan berkelanjutan, ia optimis harga emas berada pada posisi untuk pemulihan yang kuat menuju 2027.
Harga Emas Perhiasan Hari Ini
Harga emas perhiasan pada Selasa pagi, 30 Juni 2026, tercatat relatif solid di beberapa pengecer besar seperti Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas.
Pembeli dan investor disarankan terus memantau pergerakan harga karena tren bergerak dinamis; daftar harga perhiasan berdasarkan berbagai kadar karat tersedia pada catatan perdagangan hari itu.
Bukan BBCA, Saham Bank Besar Janjikan Yield Dividen Tinggi
Riset Phintraco Sekuritas menunjukkan pertumbuhan laba bersih per Mei 2026 tertinggi dicatat PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar 18,6%, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) 9,5%, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) 7,1%. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melaporkan pertumbuhan 2,1% namun masih memiliki laba terbesar, yakni sekitar Rp25 triliun.
Urutan laba lainnya adalah BMRI Rp23,3 triliun, BBRI Rp20,4 triliun, dan BBNI sekitar Rp9 triliun. Broker tersebut memperkirakan sektor perbankan akan menghadapi tekanan dari pengetatan likuiditas, kenaikan biaya dana, dan persaingan ketat untuk menarik dana pihak ketiga, yang berpotensi menekan margin pertumbuhan laba bersih.

Tinggalkan Balasan