Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali turun pada sesi perdagangan akhir Juni, didorong oleh aktivitas transaksi yang tipis dan aksi jual investor asing.
Maybank Sekuritas mencatat IHSG melemah 1,28% pada perdagangan Senin (29/6/2026). Total nilai transaksi di pasar hanya mencapai sekitar Rp 9 triliun, dengan pasar reguler sebesar Rp 7,63 triliun.
Asing Catat Net Sell
Investor asing kembali mencatat net sell sebesar Rp 881 miliar. Penjualan terbesar tercatat pada saham-saham bank dan telekomunikasi, antara lain BBCA (Rp 423,63 miliar), BMRI (Rp 97,82 miliar), TLKM (Rp 71,29 miliar), BBRI (Rp 53,78 miliar), dan AADI (Rp 43,18 miliar).
“BBCA yang sebelumnya bergerak menjadi saham penahan indeks, berubah menjadi pemberat indeks,” ujar Maybank Sekuritas.
Transaksi Menurun Jadi Perhatian
Maybank Sekuritas menyoroti besarnya penurunan nilai transaksi sebagai catatan penting. Untuk konteks, rata-rata nilai transaksi harian pada periode 2020–2022 berada di kisaran Rp 9–14 triliun per hari, kemudian turun menjadi sekitar Rp 10 triliun pada 2023, sebelum meningkat signifikan pada 2024 hingga awal 2026 di angka Rp 13–34 triliun.
Menurut lembaga riset tersebut, angka transaksi yang kini tergolong kecil menjadi alarm untuk pergerakan pasar ke depan. “Apabila hal ini tidak mengalami pemulihan dalam waktu dekat, momentum negatif dengan volatilitas yang sangat tinggi dapat segera terealisasi,” kata Maybank Sekuritas.
IHSG Tertekan Di Sesi Selanjutnya
Pada perdagangan Selasa pagi, tekanan terhadap IHSG kembali berlanjut. Pada sekitar pukul 11.13 WIB, IHSG anjlok 2,68% ke level 5.665, dengan 596 saham turun, 85 saham naik, dan 110 saham stagnan.
Nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia pada seluruh pasar tercatat sekitar Rp 6,6 triliun hingga siang itu.

Tinggalkan Balasan