PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) atau Jakarta Eye Center memastikan pelaksanaan penawaran umum perdana (IPO) dengan total 487.983.500 saham atau 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Perusahaan mematok harga final IPO sebesar Rp 1.250 per saham, sehingga nilai emisi mencapai sekitar Rp 609,97 miliar, terdiri atas penawaran saham baru dan saham divestasi.
Saham yang ditawarkan terbagi menjadi 325.322.300 saham baru (10%) dan 162.661.200 saham divestasi milik Waldensius Girsang (5%). Pada masa penawaran awal atau bookbuilding, JECX membuka rentang harga Rp 1.200–1.400 per saham.
Periode penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 1–3 Juli 2026, dengan rencana pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026. Penjamin pelaksana emisi ditunjuk untuk mendampingi proses IPO.
Penggunaan Dana
Perseroan merinci alokasi dana hasil penjualan saham baru. Sekitar Rp 40 miliar dialokasikan untuk pelunasan awal sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk.
Sebesar Rp 100 miliar akan digunakan untuk pelunasan awal sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank HSBC Indonesia. Sisa dana, sebesar Rp 185 miliar, akan disalurkan kepada anak perusahaan perseroan.
Struktur Pemegang Saham
Saat ini struktur pemegang saham JECX antara lain PT Sarana Mediatama Metropolitan Tbk (SAME) memegang 28% saham, Darwan Madja Purba 13,105%, dan PT Magna Selaras Lestari 10,149%.
Magna Selaras Lestari tercatat sebagai pengendali JECX, sementara Darwan Madja Purba merupakan pemilik manfaat akhir. PT Sarana Mediatama Metropolitan merupakan entitas yang sahamnya mayoritas dimiliki oleh grup yang terkait dengan beberapa pemegang saham publik.
Profil Perusahaan
PT Nitrasanata Dharma berdiri pada 1 Februari 1984 dengan nama awal Klinik Mata Jakarta. Pada 1993, perusahaan berganti nama menjadi Jakarta Eye Center dan berkembang menjadi rumah sakit spesialis mata yang menggabungkan layanan klinis dengan teknologi terkini.
Untuk mendukung ekspansi, JEC mengembangkan fasilitas dan jaringan layanan, termasuk pembangunan gedung berkonsep hospitel dan green building di Kedoya pada 2012, serta pembukaan dan pengembangan klinik dan rumah sakit melalui ekspansi organik, merger, akuisisi, dan kemitraan strategis sejak 2015.
Ekspansi tersebut meliputi wilayah Jadetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Sulawesi, menjadikan grup ini jaringan layanan kesehatan mata yang terintegrasi secara nasional.

Tinggalkan Balasan