Kategori: Bisnis

  • Transaksi Negosiasi Saham PANI Capai Rp1,03 Triliun

    Transaksi Negosiasi Saham PANI Capai Rp1,03 Triliun

    Sekitar Rp1,03 triliun nilai saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) tercatat berpindah tangan dalam satu transaksi di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 30 Juni 2026.

    Data menunjukkan 1.650.000 lot saham PANI diperdagangkan di pasar negosiasi pada harga Rp6.250 per saham. Belum tersedia pernyataan resmi terkait pelaku dan tujuan transaksi tersebut.

    Rangkuman Transaksi dan Catatan Perusahaan

    Sebelumnya, manajemen PANI mengumumkan pelaksanaan private placement atau Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) IV. Perseroan menerbitkan 72.476.600 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp6.875 per saham, sehingga nilai penawaran mencapai Rp498,27 miliar.

    Manajemen menyampaikan tanggal pelaksanaan PMTHMETD IV pada 23 Juni 2026, dan tanggal pencatatan saham baru adalah 24 Juni 2026.

    Pemegang Saham Baru dan Penggunaan Dana

    Saham-saham baru dari PMTHMETD IV diserap oleh PT Victoria Jaya Abadi dan Providentia Wealth Management Ltd.

    Manajemen PANI menjelaskan, “Dana yang diperoleh akan digunakan untuk merealisasikan rencana bisnis sesuai dengan target penggunaan dana, khususnya untuk memperkuat struktur permodalan dan menunjang kelangsungan kegiatan usaha entitas anak, yakni PT Panorama Eka Tunggal dan PT Karunia Utama Selaras.”

  • IHSG Melemah di Sesi I, Meski Ada Lima Saham yang Melonjak Tajam

    IHSG Melemah di Sesi I, Meski Ada Lima Saham yang Melonjak Tajam

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada sesi I Selasa (30/6/2026). Pada pembukaan pasar, IHSG turun 19,33 poin atau 0,33% ke level 5.801,45 dan bergerak di rentang 5.783–5.811.

    Meskipun indeks mayoritas memerah, terdapat lima saham yang justru mengalami kenaikan signifikan dan menghiasi daftar top gainers pada perdagangan pagi ini.

    Pergerakan Likuiditas Dan Kondisi Saham

    Berdasarkan data perdagangan awal, volume perdagangan mencapai 413,41 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 555,73 miliar dan frekuensi mencapai 44.964 kali transaksi.

    Sampai laporan ini disusun, tercatat 181 saham menguat, 203 saham terkoreksi, dan 206 saham stagnan.

    Prediksi Teknis Reliance Sekuritas

    Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG akan melemah dan bergerak di kisaran support 5.744 serta resistance 5.940. Dalam risetnya, rumah analis tersebut mencatat, “candle terakhir IHSG membentuk formasi two black crows (bearish pattern), masih di bawah MA5 dan MA20, indikator Stochastic dead cross. Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG hari akan mengalami pelemahan.”

    Untuk pilihan saham hari ini, Reliance Sekuritas merekomendasikan ADRO, TINS, HMSP, dan EMTK.

    Top Gainers Sesi I

    Di awal perdagangan sesi I, lima saham mencatat kenaikan tajam dengan lonjakan harga antara 6% hingga 21%:

    • PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) naik 21,7% menjadi Rp 258;
    • PT Arkayana Lestari Grup Tbk (AYLS) melonjak 17,39% ke Rp 162;
    • PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) melesat 16,67% ke Rp 420;
    • PT Charlie Hospitals Semarang Tbk (RSCH) meningkat 10,46% ke Rp 338;
    • PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK) naik 6,43% menjadi Rp 298.

    Pagi ini, sebagian indeks regional juga menunjukkan penguatan; misalnya Indeks Nikkei 225 menguat 1% dan Kospi naik 0,02% pada saat data pasar dilaporkan.

  • Darma Henwa Pertimbangkan IPO Anak Usaha Untuk Danai Proyek Emas Gayo

    Darma Henwa Pertimbangkan IPO Anak Usaha Untuk Danai Proyek Emas Gayo

    PT Darma Henwa Tbk mempertimbangkan penawaran umum perdana saham (IPO) anak usaha sebagai salah satu alternatif pendanaan untuk mengembangkan proyek tambang emas Gayo di Aceh.

    Keputusan akhir atas opsi pendanaan akan ditentukan setelah seluruh rangkaian eksplorasi selesai pada 2027 dan kebutuhan investasi proyek diketahui secara pasti, kata Direktur Darma Henwa Ricardo Silaen.

    Proyek yang dikelola melalui anak usaha PT Gayo Mineral Resources saat ini masih berada pada tahap eksplorasi yang terbagi dalam tiga fase. Tahap pertama telah selesai, tahap kedua berupa kegiatan drilling sedang berjalan, dan tahap ketiga ditargetkan rampung pada akhir 2027 sebelum memasuki tahap pengembangan menuju operasi komersial.

    “Untuk Gayo saat ini kami sedang jalankan. Itu dibagi dalam tiga tahap. Tahap satu sudah selesai, kemudian tahap dua drilling sedang berjalan, dan tahap tiga akan kami selesaikan sampai akhir 2027,” ujar Ricardo usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Darma Henwa di Jakarta.

    Opsi Pendanaan Masih Terbuka

    Setelah eksplorasi selesai, perseroan akan menghitung besaran investasi dan memilih skema pendanaan yang dianggap paling optimal. Ricardo menyebut seluruh opsi masih dibuka, termasuk rights issue maupun IPO anak usaha.

    “Opsi masih terbuka. Rights issue maupun IPO adalah salah satu yang memang kami pertimbangkan, tapi belum ada keputusan. Itu tergantung hasil eksplorasi,” kata Ricardo.

    Ia menambahkan kemungkinan melepas saham anak usaha ke publik tidak tertutup jika dinilai menjadi alternatif terbaik untuk membiayai pengembangan proyek.

    Hingga kini perseroan belum mengungkapkan nilai investasi karena besaran cadangan emas menunggu hasil eksplorasi. Ricardo juga menyatakan dana yang diperoleh perseroan tahun lalu tidak dialokasikan ke proyek Gayo, melainkan untuk mendukung proyek pertambangan yang telah berjalan.

    Potensi Tambang dan Cakupan Konsesi

    Ricardo optimistis tambang emas Gayo memiliki prospek menjanjikan. Selain didukung tren harga emas global yang masih tinggi, proyek ini diharapkan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi Darma Henwa di luar bisnis jasa kontraktor pertambangan.

    Perusahaan mengidentifikasi sekitar sembilan titik prospek mineralisasi emas di wilayah konsesi seluas sekitar 34.500 hektare di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Saat ini eksplorasi difokuskan pada salah satu titik untuk meningkatkan tingkat keyakinan atas potensi cadangan.

    “Kami sudah mengidentifikasi kurang lebih ada sembilan spot atau titik deposit yang menurut indikasi awal sangat menjanjikan. Untuk meningkatkan tingkat keyakinan, kami melakukan drilling dan eksplorasi lanjutan,” ujar Ricardo.

    Tahap pertama eksplorasi telah menjadi dasar penilaian aset oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), sementara tahap kedua dan ketiga masih berlangsung.

    Konsolidasi Aset dan Implikasi Keuangan

    Aset tambang emas Gayo telah dikonsolidasikan ke laporan keuangan perusahaan setelah memperoleh persetujuan pemerintah. Proses konsolidasi itu menghasilkan keuntungan akuntansi berupa negative goodwill sebesar Rp 4,3 triliun.

    Ricardo menjelaskan karakter proyek tambang emas berbeda dengan bisnis kontraktor yang selama ini menjadi tulang punggung perusahaan. Sebagai pemilik langsung aset tambang, Darma Henwa berpeluang memperoleh margin usaha yang lebih tinggi saat proyek mulai operasi.

    “Kalau melihat volume cadangan yang kami optimistis, ini akan sangat signifikan untuk pertumbuhan jangka menengah maupun jangka panjang,” ujar Ricardo.

    Perseroan memperkirakan hasil akhir eksplorasi akan memberi kepastian mengenai besaran investasi, kapasitas produksi, dan skema pengembangan. Jika semua berjalan sesuai rencana, tambang emas Gayo diproyeksikan mulai memasuki operasi komersial pada 2029–2030.

  • Investor Daily Gelar Investor Day 2026 Bahas Transformasi dan Keberlanjutan

    Investor Daily Gelar Investor Day 2026 Bahas Transformasi dan Keberlanjutan

    Investor Daily menyelenggarakan Investor Day 2026 sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-25 sekaligus rangkaian “4 Years of Transformation”. Forum ini berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Selasa (30/6/2026), dengan tema sentral transformasi dan keberlanjutan.

    Acara mengumpulkan regulator, pelaku industri, investor, dan perwakilan pemerintah untuk membahas arah pengembangan pasar modal Indonesia serta strategi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global.

    Rangkaian Sesi dan Topik Utama

    Sejumlah sesi diskusi digelar sepanjang hari, mencakup pembangunan berkelanjutan, penguatan pasar modal, pengelolaan keuangan, dan strategi pembiayaan daerah. Salah satu agenda utama adalah Plenary Session bertajuk “Unlocking Capital Market for Sustainable Development”.

    Sesi pleno menghadirkan Saptono Adi Junarso (Senior Advisor Listing Directorate BEI), Arief Nasrudin (Direktur Utama PAM Jaya), Juwita Lestari (Direktur Investment Banking Mandiri Sekuritas), Gema Goeyardi (Founder & CEO Astronacci International), dan Zabrina Raissa (Head of Online Trading Ciptadana Sekuritas Asia). Diskusi dimoderatori Wahyu Setyowati (Deputy Editor in Chief Investor Daily).

    Roundtable dan Fokus Green Financing

    Acara dibuka dengan Investor Daily Roundtable berjudul “Green is the New Growth: Orkestrasi Pengelolaan Lingkungan dan Pembiayaan Hijau untuk Pembangunan”. Diskusi menghadirkan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dan dimoderasi Enggartiasto Lukita (Executive Chairman B-Universe).

    Diskusi ini mengangkat orkestrasi pengelolaan lingkungan dan pembiayaan hijau sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.

    Literasi Keuangan dan Sesi Lainnya

    Selain fokus pasar modal, Investor Day menyelenggarakan sesi Money Lab mengenai pengelolaan keuangan pribadi, yang membahas strategi pengelolaan kas dan pembangunan kekayaan sejak usia muda. Forum ini ditujukan untuk meningkatkan literasi keuangan dan investasi masyarakat.

    Keynote, Panel, dan Diskusi Pasar Modal

    Keynote speech bertajuk “Shaping the Next Era of Indonesia’s Capital Market” disampaikan Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.

    Diskusi panel dengan tema serupa menampilkan Jeffrey Hendrik (Direktur Utama BEI), Mukhamad Misbakhun (Ketua Komisi XI DPR RI), Agus Haryoto Widodo (Direktur Utama Bank Jakarta), dan Claudia Kolonas (Co-Founder Pluang). Sesi ini dipandu Djaka Susila (Editor in Chief Investor Daily).

    Ada pula sesi Investor Market Today yang membahas arah pengembangan Bursa Efek Indonesia bersama jajaran direksi BEI periode 2026–2030. Beberapa program rekaman (taping) turut menghadirkan tokoh dari dunia usaha, investasi, dan diplomasi.

    Penutupan dan Isu Fiskal Daerah

    Penutupan rangkaian ditandai Investor Daily Roundtable bertema “Mendanai Masa Depan: Strategi Fiskal Mandiri Menuju Kota Global” dengan pembicara utama Gubernur Daerah Khusus Jakarta Pramono Anung. Diskusi dimoderasi Enggartiasto Lukita dan membahas strategi memperkuat kemandirian fiskal Jakarta untuk mendukung transformasi menjadi kota global.

    Dukungan Sponsor dan Komitmen Media

    Investor Day 2026 mendapat dukungan PAM Jaya dan Pluang sebagai sponsor utama, serta Bank Jakarta, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Telkom Indonesia, Indonesia Financial Group (IFG), Cleo, ÉL Hotel Group, dan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

    Memasuki usia 25 tahun, Investor Daily menegaskan komitmen untuk terus menyajikan informasi ekonomi dan bisnis berkualitas serta menghadirkan forum dialog yang mempertemukan regulator, pelaku usaha, akademisi, dan investor guna melahirkan gagasan serta solusi bagi kemajuan pasar modal dan perekonomian Indonesia.

  • PIK2 Raih Penghargaan FinanceAsia, Aguan Sebut Validasi Kinerja

    PIK2 Raih Penghargaan FinanceAsia, Aguan Sebut Validasi Kinerja

    PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 meraih penghargaan FinanceAsia Award 2026 untuk kategori Best Managed Company – Real Estate di pasar Indonesia. Penghargaan emas tersebut diterima pada 25 Juni 2026 dalam acara yang digelar di Hotel Conrad, Hongkong.

    Pengakuan ini disampaikan sebagai penghargaan pertama bagi PIK2 dalam ajang yang menandai peringatan 30 tahun program penghargaan FinanceAsia. Dalam keterangan resmi, manajemen memandang penghargaan sebagai dorongan untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja.

    Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma atau dikenal Aguan, mengatakan penghargaan bukan sekadar apresiasi, melainkan motivasi bagi seluruh insan PIK2 untuk terus berkarya menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.

    “Di tengah dinamika pasar modal saat ini, penilaian para investor dan analisis keuangan melalui FinanceAsia merupakan motivasi kuat untuk PANI menjadi perusahaan yang lebih adaptif dan berorientasi perkembangan berkelanjutan,” ujar Aguan dalam pernyataan yang dirilis Selasa (30/6/2026).

    Aguan menambahkan bahwa pengakuan dari publikasi keuangan internasional tersebut menjadi validasi objektif terhadap kinerja bisnis dan tata kelola perusahaan di mata komunitas keuangan global.

    Acara penyerahan penghargaan dihadiri langsung oleh Steven Kusumo selaku Komisaris PANI, yang menerima penghargaan atas nama perusahaan. Selain menghadiri malam penghargaan, Steven juga mengikuti acara Gala Dinner bersama penerima penghargaan lainnya.

    Proses Seleksi Penghargaan

    FinanceAsia Awards menentukan pemenang melalui gabungan jajak pendapat yang melibatkan analis dan investor institusional serta penilaian panel juri ahli. Evaluasi mencakup perilaku korporasi dan kinerja perusahaan publik selama 12 bulan terakhir.

    Manajemen PANI menyatakan penghargaan ini memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu pengembang properti di Indonesia dan menjadi motivasi untuk mempertahankan status terkemuka di sektor properti, sejalan dengan komitmen memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan.

  • J Resources Umumkan Dividen Rp105 Per Saham, Yield 19%

    J Resources Umumkan Dividen Rp105 Per Saham, Yield 19%

    PT J Resources Asia Pasifik Tbk akan mencairkan dividen tunai sebesar Rp 2,77 triliun atau setara Rp 105 per saham pada Selasa, 30 Juni 2026.

    Perhitungan yield dividen pada cum date menunjukkan angka tinggi: 19% berdasarkan harga penutupan saat itu.

    Jadwal Pembayaran dan Cum Date

    Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada 11 Juni 2026. Harga penutupan saham J Resources Asia Pasifik pada tanggal tersebut tercatat Rp 550, sehingga yield dividen dihitung sebesar 19%.

    Tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen ditetapkan per 15 Juni 2026 pukul 16.00 WIB.

    Kinerja Keuangan dan Pergerakan Saham

    Sepanjang tahun buku 2025, perusahaan membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 35,45 juta. Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya tercatat US$ 175,83 juta.

    Pada perdagangan Senin, 29 Juni 2026, saham PSAB tercatat naik tipis 0,49% ke level Rp 410. Dalam sebulan terakhir, saham perusahaan mengalami penurunan sebesar 13,87%.

  • CGS Sebut Target 144-148, BUMI Siap Uji Resistance

    CGS Sebut Target 144-148, BUMI Siap Uji Resistance

    PT Bumi Resources Tbk (BUMI) disebut memiliki potensi menguat menuju level resistance setelah analis menempatkan target harga di kisaran Rp144–Rp148.

    Panduan teknikal itu disampaikan CGS International Sekuritas Indonesia dalam catatan untuk perdagangan Selasa, 30 Juni 2026, yang juga memetakan area support saham BUMI pada level Rp136–Rp138.

    “BUMI memiliki level support 136-138, dengan target terdekat pada level 144-148,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia pada catatan perdagangan Selasa (30/6/2026).

    Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Senin (29/6/2026), harga saham BUMI tercatat stagnan di level Rp141.

    Pergerakan harga terakhir menunjukkan penurunan mingguan dan bulanan: dalam sepekan saham BUMI melemah 12,9% dan dalam sebulan turun 15%. Secara year to date (ytd), saham ini tercatat turun 61,4%.

    Data perdagangan menunjukkan adanya pembelian bersih oleh investor asing. Menurut Stockbit, net buy asing pada saham BUMI tercatat sebesar Rp13 miliar pada perdagangan Senin (29/6/2026).

  • Guinea Bidik Jadi Pusat Pemurnian Emas Regional

    Guinea Bidik Jadi Pusat Pemurnian Emas Regional

    Guinea melangkah untuk mengubah posisi industrinya dengan menempatkan dirinya sebagai pusat pemurnian emas di Afrika Barat. Pemerintah menggenjot kapasitas pemurnian domestik setelah mengambil kebijakan melarang ekspor emas mentah.

    Langkah ini dimaksudkan untuk mempertahankan lebih banyak nilai tambah dari komoditas tambang di dalam negeri di tengah kenaikan harga emas global.

    Pemerintah telah membangun kilang baru yang menurut pejabat negara itu termasuk salah satu yang terbesar di benua, dan ditujukan untuk memproses produksi emas dari seluruh wilayah Guinea.

    Wakil kepala Dana Investasi Pertambangan Guinea, Bangaly Steve Toure, menyebut target produksi fasilitas itu mencapai 530 metrik ton per tahun—sekitar 17 juta ons—dengan nilai investasi diperkirakan US$30 miliar. Pada kapasitas penuh, target ditingkatkan menjadi 733 metrik ton.

    Operasi kilang dijadwalkan dimulai pada bulan Juli setelah memperoleh persetujuan akhir, menurut pernyataan resmi pihak berwenang.

    “Jika setiap negara (Afrika Barat) memiliki kilang, tidak ada masalah. Jika kilang Anda tidak kompetitif, itu akan gagal atau berhasil karena faktor ekonomi, bukan politik,”

    kata Menteri Pertambangan Guinea, Bouna Sylla.

    Sylla juga menyatakan bahwa Guinea memproduksi sekitar 2,32 juta ons emas tahun lalu dengan nilai sekitar US$7 miliar, namun negara tersebut hanya mempertahankan kurang dari 1% dari nilai itu di dalam negeri.

    Upaya peningkatan pemurnian di Guinea terjadi bersamaan dengan langkah serupa dari negara-negara tetangga. Ghana—produsen emas terbesar di Afrika—serta Mali dan Burkina Faso, disebut-sebut juga tengah mengembangkan pusat pemurnian logam mulia domestik untuk menangkap nilai tambah dari emas batangan.

    Sektor produksi di Guinea didominasi perusahaan seperti AngloGold Ashanti dan Nordgold. Kawasan Afrika Barat diperkirakan menghasilkan sekitar 11 juta ons emas pada 2025, menurut perkiraan industri.

  • Bank Sentral Diperkirakan Terus Borong Emas Sampai 2026, SocGen Beri Peringatan

    Bank Sentral Diperkirakan Terus Borong Emas Sampai 2026, SocGen Beri Peringatan

    Bank-bank sentral diperkirakan akan melanjutkan akumulasi emas hingga akhir 2026, tetapi laju pembelian diperkirakan tak setajam beberapa tahun terakhir karena ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar energi membuat pengelola cadangan lebih berhati-hati.

    Survei World Gold Council (WGC) menunjukkan permintaan emas dari bank sentral tetap kuat. Dalam survei terbaru, 79 bank sentral berpartisipasi—jumlah terbanyak sejak survei ini dilakukan—dan 89% responden memperkirakan kepemilikan emas institusi mereka akan meningkat dalam 12 bulan ke depan.

    Hasil survei juga mencatat rekor 45% responden menyatakan institusinya berencana menambah cadangan emas, naik dari 43% pada survei 2025.

    Meski optimisme itu muncul, analis Société Générale (SocGen) memperingatkan agar hasil survei ditafsirkan hati-hati. Mereka menekankan bahwa niat membeli belum tentu langsung diwujudkan menjadi transaksi nyata, terutama karena ketidakpastian di panggung geopolitik global.

    “Seperti halnya pengelola aset lainnya, bank sentral umumnya memiliki visibilitas yang lebih baik terhadap strategi portofolio dalam jangka pendek dibandingkan dalam horizon satu tahun. Karena itu, niat pembelian lebih relevan jika dilihat dalam periode yang lebih singkat,” tulis analis SocGen dalam risetnya.

    SocGen memandang konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah dan ketidakstabilan pasar energi sebagai faktor utama yang mendorong kehati-hatian bank sentral. Selama kondisi tersebut belum membaik, prioritas diperkirakan akan bergeser pada pengelolaan risiko daripada pembelian emas dalam jumlah besar.

    Namun, SocGen tidak mengantisipasi penghentian total akumulasi. Mereka memperkirakan bank sentral akan membeli sekitar 100–120 ton emas sepanjang sisa 2026, angka yang hampir dua kali lipat dibandingkan akumulasi selama empat bulan pertama tahun ini.

    China Masih Dominan

    Data perdagangan menunjukkan lonjakan ekspor emas Inggris pada April, mencapai 35 ton dibandingkan 13 ton pada Maret. Sebagian besar pengiriman mengalir ke China, yang tetap menjadi tujuan utama ekspor emas dunia—pengiriman dari Inggris ke China tercatat 25 ton pada April, jauh di atas rata-rata historis untuk bulan tersebut.

    Selain itu, data penyimpanan di London Bullion Market Association (LBMA) menunjukkan penurunan cadangan emas di brankas London, yang mengindikasikan peningkatan permintaan emas fisik, termasuk dari bank sentral.

    Di luar permintaan institusional, SocGen menilai arah suku bunga riil Amerika Serikat menjadi faktor penentu harga emas beberapa bulan ke depan. Ekonom SocGen memperkirakan imbal hasil riil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun akan bertahan di atas 2% hingga kuartal III-2026 sebelum menurun secara bertahap pada akhir tahun dan berlanjut hingga paruh pertama 2027.

    Ketika suku bunga riil masih tinggi, biaya peluang memegang emas relatif besar dan berpotensi menekan kenaikan harga. Sebaliknya, penurunan suku bunga riil diperkirakan dapat meningkatkan daya tarik emas, karena komoditas ini tidak memberikan imbal hasil kupon.

    Dengan minat yang kuat dari bank sentral untuk menambah cadangan emas dan kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter pada akhir tahun, pasar emas dianggap masih memiliki fondasi yang kokoh. Namun, perkembangan konflik geopolitik dan arah suku bunga global akan menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan harga hingga akhir tahun.

  • Harga CPO Menguat Didukung Ekspor Malaysia dan Peluncuran B50 RI

    Harga CPO Menguat Didukung Ekspor Malaysia dan Peluncuran B50 RI

    Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives menguat pada penutupan Senin (29/6/2026), melanjutkan kenaikan untuk hari kedua berturut-turut. Penguatan pasar dipicu oleh lonjakan ekspor Malaysia sepanjang Juni dan mulai berlakunya program biodiesel B50 di Indonesia.

    Data bursa menunjukkan kontrak berjangka CPO untuk Juli 2026 naik 19 Ringgit menjadi 4.523 Ringgit per ton. Kontrak Agustus 2026 juga menguat 19 Ringgit ke 4.558 Ringgit per ton, sementara September naik 20 Ringgit menjadi 4.588 Ringgit per ton.

    Kontrak Oktober 2026 melonjak 21 Ringgit menjadi 4.612 Ringgit per ton. Kontrak November dan Desember masing-masing naik 22 Ringgit menjadi 4.633 Ringgit per ton dan 4.653 Ringgit per ton.

    Ekspor Malaysia Dan B50 Jadi Penopang

    Menurut Direktur Pelindung Bestari, Paramalingam Supramaniam, kenaikan ekspor Malaysia pada Juni merupakan faktor utama yang menopang harga CPO. “Ekspor yang kuat sepanjang Juni memberikan dukungan terhadap harga, sementara kebijakan mandatori B50 di Indonesia menjadi katalis tambahan bagi pasar,” katanya.

    Indonesia resmi menerapkan program biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026, yakni campuran 50% biodiesel berbahan baku minyak sawit dengan 50% solar. Kebijakan ini diperkirakan akan meningkatkan konsumsi domestik CPO dan mengurangi pasokan untuk pasar ekspor.

    Data Ekspor Dan Produksi

    Perusahaan survei kargo melaporkan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada 1-25 Juni meningkat antara 10,6% hingga 11,1% dibandingkan bulan sebelumnya. Pelaku pasar menantikan rilis data ekspor penuh sepanjang Juni yang dijadwalkan pada Selasa.

    Dari sisi pasokan, produksi CPO di Semenanjung Malaysia menunjukkan pemulihan lebih baik dari perkiraan, sedangkan produksi di Malaysia Timur masih relatif lemah. Supramaniam menilai kondisi cuaca yang kondusif akan mendukung produksi hingga kuartal III-2026.

    Namun, dia memperkirakan pergerakan harga masih akan terbatas hingga pasar menerima arahan baru dari laporan bulanan Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang akan dirilis pada 10 Juli.

    Faktor Pasar Lainnya

    Penguatan harga CPO juga mengikuti kenaikan minyak nabati lain. Di Bursa Dalian, kontrak minyak kedelai naik 0,65% dan kontrak minyak sawit menguat 1,26%. Di Chicago Board of Trade, harga minyak kedelai tercatat naik 0,49%.

    Harga minyak mentah dunia yang tetap tinggi turut memberi dukungan karena membuat minyak sawit lebih kompetitif sebagai bahan baku biodiesel dan memperbaiki prospek permintaan.

    Sementara itu, apresiasi nilai tukar ringgit Malaysia sebesar 0,44% terhadap dolar AS sedikit membatasi kenaikan harga CPO karena membuat komoditas itu lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.