Bank Jakarta menegaskan rencana aksi korporasi berupa penawaran umum perdana (IPO) saham di Bursa Efek Indonesia tetap sesuai roadmap perusahaan dan ditargetkan terlaksana pada semester I-2027.
Manajemen menyatakan persiapan lebih difokuskan pada penguatan fundamental bisnis agar valuasi saat pencatatan di bursa dapat optimal.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menyampaikan rencana tersebut usai mengikuti diskusi bertajuk Shaping The Next Era of Indonesia’s Capital Market di BEI, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
“Roadmap IPO tetap tahun depan, Insya Allah di semester pertama atau kuartal II (2027). Sekarang kami membangun fundamental Bank Jakarta supaya baik,” ujar Agus.
Fokus Penguatan Sebelum Melantai
Agus menjelaskan persiapan IPO tidak sebatas peningkatan kinerja keuangan. Perusahaan juga memperkuat manajemen risiko, menjalankan transformasi digital, serta menjaga likuiditas agar penilaian investor lebih baik saat berada di pasar modal.
Menurutnya, dana hasil IPO nantinya akan diprioritaskan untuk memperkuat struktur permodalan Bank Jakarta sehingga kapasitas penyaluran kredit dapat meningkat.
“Dana IPO tentunya untuk memperkuat permodalan supaya bank lebih sehat, bisa meningkatkan lending, serta memperbaiki infrastruktur teknologi,” jelas Agus.
Skema Penggunaan Dana Masih Dibahas
Agus menyatakan skema alokasi dana hasil IPO masih dalam pembahasan bersama konsultan dan pemegang saham. Keputusan akhir nanti akan mempertimbangkan kepentingan strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pemegang saham pengendali.
“Saat ini masih dalam diskusi antara bank, konsultan, dan pemegang saham,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan