Blog

  • 5 Aplikasi Saham Terpercaya untuk Pemula: Pilihan dan Fitur Utama

    5 Aplikasi Saham Terpercaya untuk Pemula: Pilihan dan Fitur Utama

    Di era digital, memilih aplikasi saham menjadi langkah penting bagi investor pemula maupun berpengalaman di Indonesia. Dengan regulasi yang semakin ketat dari OJK dan Bappebti, sejumlah platform menawarkan kemudahan akses ke pasar modal lokal maupun internasional.

    Artikel ini memaparkan lima aplikasi saham yang berizin dan diawasi otoritas, beserta fitur utama dan pertimbangan yang perlu diperhatikan sebelum mulai berinvestasi. Memahami kelebihan dan keterbatasan tiap platform membantu menentukan pilihan sesuai tujuan keuangan.

    Reku

    Reku menonjol sebagai aplikasi yang memberi eksposur ke pasar internasional, khususnya saham Amerika Serikat. Aplikasi ini berizin dan diawasi OJK serta memungkinkan pembelian fractional shares mulai dari US$1, sehingga cocok bagi pemula yang ingin membangun portofolio global.

    Reku menawarkan akses ke ratusan saham AS, termasuk nama-nama seperti SpaceX, Apple, NVIDIA, Tesla, Nike, Starbucks, Ford, Ferrari, Shell, Microsoft, Manchester United, dan Google, serta sejumlah ETF seperti GLD, SPY, QQQ, dan SMH. Jam perdagangan yang tersedia disebut lebih panjang, yaitu 24/5, dan platform ini juga menyediakan layanan aset kripto dalam satu aplikasi.

    Stockbit

    Stockbit berfokus pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia dan menggabungkan fitur diskusi komunitas dengan data pasar real-time serta tools analisis. Platform ini beroperasi di bawah PT Stockbit Sekuritas Digital dan diawasi OJK.

    Pengguna dapat mengakses charting, berita, dan mengeksekusi order melalui aplikasi mobile. Stockbit juga dikenal digunakan oleh puluhan ribu investor di Indonesia.

    IPOT (Indo Premier Online Technology)

    IPOT adalah platform trading dari Indo Premier Sekuritas yang menyediakan fitur charting dengan indikator teknikal lengkap. Aplikasi ini mendukung akses ke saham IDX, ETF, dan reksa dana.

    IPOT juga mendukung analisis fundamental dan teknikal dasar, serta beroperasi sebagai salah satu sekuritas yang terdaftar di OJK.

    MOST (Mandiri Online Securities Trading)

    MOST adalah aplikasi dari Mandiri Sekuritas yang terintegrasi dengan ekosistem Bank Mandiri untuk mempermudah transfer dana. Platform ini menyediakan layanan trading saham IDX, reksa dana, dan obligasi.

    MOST menampilkan riset dari tim analis internal dan berstatus legal di bawah pengawasan otoritas terkait.

    BIONS (BNI Sekuritas Innovative Online Trading System)

    BIONS adalah aplikasi trading dari BNI Sekuritas yang fokus pada perdagangan saham di pasar modal Indonesia. Platform ini menyediakan tools untuk order dan monitoring portofolio.

    BIONS tersedia untuk investor ritel yang ingin bertransaksi saham IDX dan beroperasi di bawah pengawasan OJK sebagai sekuritas resmi.

    Memilih aplikasi saham sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, toleransi risiko, dan tujuan investasi masing-masing. Dari kelima platform di atas, Reku menonjol sebagai opsi dengan akses saham Amerika dan kripto, sementara Stockbit lebih menekankan pasar lokal dan komunitas aktif.

    Selalu lakukan riset mendalam, manfaatkan akun demo bila tersedia, dan ingat bahwa investasi saham mengandung risiko. Mulailah dengan modal kecil, terus belajar, dan diversifikasi portofolio sesuai tujuan investasi.

  • PMI Turun ke 46,9, Fiskal Perlu Dioptimalkan Untuk Redam Tekanan Industri

    PMI Turun ke 46,9, Fiskal Perlu Dioptimalkan Untuk Redam Tekanan Industri

    Penurunan Indeks Manufaktur Indonesia (S&P Global Manufacturing PMI) ke level 46,9 pada Juni 2026 menunjukkan aktivitas manufaktur kembali berada di zona kontraksi, menurut Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian.

    Fakhrul memperingatkan tekanan terhadap sektor industri datang dari dua arah: melemahnya permintaan dan lonjakan biaya produksi yang makin berat.

    Dalam keterangannya, Fakhrul merujuk pada laporan S&P Global yang mencatat inflasi harga input sebagai yang tertinggi kedua sejak survei dimulai pada 2011, dipicu oleh kenaikan harga bahan baku dan pelemahan nilai tukar.

    Perusahaan merespons kondisi itu dengan mengurangi pembelian bahan baku, menurunkan tenaga kerja, serta memangkas produksi akibat melemahnya pesanan baru.

    “Ini menggambarkan bahwa industri saat ini sedang menghadapi tekanan dari dua sisi sekaligus. Di satu sisi permintaan melemah karena daya beli konsumen tertekan. Di sisi lain, biaya produksi justru meningkat akibat gejolak global, terutama setelah meningkatnya tensi geopolitik dan perang yang mendorong kenaikan berbagai harga komoditas dan bahan baku,”

    Fakhrul menilai dunia usaha saat ini membutuhkan lebih dari sekadar insentif fiskal: mereka memerlukan kepastian arah kebijakan dan sinyal optimisme dari pemerintah untuk mengembalikan confidence.

    “Ketika dunia usaha menghadapi tekanan biaya yang meningkat, pemerintah perlu mengurangi berbagai bentuk intervensi yang menambah ketidakpastian. Yang dibutuhkan sekarang adalah mengembalikan confidence. Dunia usaha akan kembali berinvestasi apabila mereka melihat pemerintah memiliki arah kebijakan yang jelas, konsisten, serta memberikan ruang bagi sektor swasta untuk tumbuh,” ujarnya.

    Prioritas Stimulus untuk Menurunkan Biaya Produksi

    Menurut Fakhrul, stimulus sebaiknya difokuskan pada upaya menurunkan cost of doing business sehingga beban biaya produksi dapat berkurang dan kapasitas produksi serta tenaga kerja terjaga.

    “Stimulus sebaiknya difokuskan pada penurunan cost of doing business. Saat tekanan berasal dari sisi biaya, maka solusi terbaik adalah membantu dunia usaha mengurangi beban biaya produksinya sehingga mereka dapat mempertahankan kapasitas produksi maupun tenaga kerjanya,”

    Selain itu, Fakhrul mengusulkan langkah yang langsung dapat meningkatkan daya beli rumah tangga, salah satunya pemberian diskon tarif listrik sebesar 20 persen.

    “Diskon tarif listrik memiliki multiplier effect yang relatif cepat karena langsung mengurangi pengeluaran rumah tangga. Ruang belanja masyarakat akan meningkat tanpa harus menunggu proses penyaluran bantuan yang lebih panjang. Di tengah meningkatnya inflasi, langkah seperti ini dapat membantu menjaga konsumsi domestik yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia,”

    Pentingnya Peran Fiskal Yang Lebih Aktif

    Fakhrul menekankan kebutuhan peran fiskal yang lebih aktif sebagai penyangga ketika tekanan inflasi global dan perlambatan manufaktur semakin nyata.

    “Di tengah meningkatnya tekanan inflasi global dan perlambatan aktivitas manufaktur, APBN harus kembali diberdayakan sebagai shock absorber. Fungsi fiskal memang hadir untuk menjaga keberlangsungan ekonomi ketika sektor swasta sedang mengalami tekanan,” kata Fakhrul.

    Namun, ia menegaskan ruang fiskal harus dibangun melalui realokasi anggaran yang terarah dan kredibel, bukan ekspansi belanja yang tidak terukur. Penyesuaian fiskal perlu diarahkan pada program dengan dampak ekonomi terbesar dan dikomunikasikan secara terbuka agar kepercayaan publik dan pelaku pasar pulih.

    Fakhrul juga mencatat bahwa laporan S&P Global masih menemukan adanya optimisme pelaku industri terhadap prospek 12 bulan ke depan jika tekanan harga mereda, sehingga peluang pemulihan tetap terbuka bila kebijakan mampu menurunkan biaya, menjaga daya beli, dan memberi kepastian arah ekonomi.

  • KTB UKM Targetkan Jangkauan 7.000 Desa Lewat Pembinaan Berkarakter

    KTB UKM Targetkan Jangkauan 7.000 Desa Lewat Pembinaan Berkarakter

    Kelompok Tumbuh Bersama Usaha Kecil Menengah (KTB UKM) menegaskan peran pembina bukan sekadar transfer keterampilan teknis, melainkan misi untuk mengubah arah hidup penerima pelatihan.

    Pendiri KTB UKM dr. Eddy Kristianto mengatakan ilmu pengolahan produk harus dibagikan secara inklusif tanpa memandang suku, agama, ras, maupun latar belakang daerah. Pernyataan itu disampaikan saat pembukaan kegiatan nasional KTB UKM ke-2 di Quest Hotel Denpasar, Bali, 25–27 Juni 2026.

    “Kelompok ini terbentuk bukan saja untuk mencetak pembina baru, melainkan agar keahlian yang dimiliki dapat membantu mewujudkan kemandirian ekonomi yang mampu mengubah arah hidup seseorang,” ujar dr. Eddy di hadapan peserta.

    Dr. Eddy, yang juga dokter umum dengan latar belakang pemberdayaan masyarakat pedesaan, menyebut KTB UKM fokus pada pelatihan keterampilan manajerial dan pengembangan potensi lokal.

    Melalui program ini, hasil alam unggulan dari berbagai daerah diolah menjadi produk bernilai tinggi agar mampu menembus pasar domestik dan internasional.

    Arah Pelatihan dan Kurikulum

    Calon pembina mengikuti masa pelatihan intensif selama dua tahun. Selain teknis pengolahan produk, pelatihan mencakup pembentukan karakter, keterampilan manajerial, pengelolaan keuangan, pengemasan (packaging), dan strategi pemasaran.

    Selain aspek keterampilan, kegiatan juga menekankan pengembangan spiritualitas dan jiwa pelayanan. Rangkaian acara tiga hari ditutup dengan sesi sharing dan praktik pengolahan produk di lapangan.

    Akselerasi Target 7.000 Desa

    Obadja Saleman dari Divisi Pembinaan KTB UKM menyampaikan target menjangkau 7.000 desa pada tahun ini. Saat ini program baru menyentuh 841 desa di seluruh Indonesia.

    “Tentu ini membutuhkan komitmen dari semua lini. Strategi kita meliputi penambahan KTB UKM onsite untuk pemberdayaan pembina lokal, peningkatan infrastruktur digital, pemetaan produk unggulan, sinergi dengan pemerintah, dan menyasar anak muda sebagai penerus keberlanjutan program,” jelas Obadja.

    Peran Generasi Muda dan Pengalaman Lokal

    Rusli Kuwanto, Ketua Yayasan Kemanusiaan Simpul Indonesia, menilai KTB UKM sebagai sarana bagi anak muda mengembangkan kreativitas melalui kedisiplinan dan pelatihan karakter sebelum membina Generasi Z dan Alpha.

    “Saatnya anak muda yang memimpin dan berkreasi,” ujar Rusli.

    Dari Nusa Tenggara Timur, Lili Bait—Koordinator KTB UKM wilayah NTT dan Ketua Yayasan Pendidikan Adi Putra Mulia—menceritakan pengalamannya. Lili resmi menjadi pembina pada April 2026 setelah menyelesaikan pelatihan dua tahun.

    Lili melihat KTB UKM sebagai peluang untuk membangkitkan ekonomi NTT. Ia mengusulkan perubahan kurikulum sekolah dengan memasukkan mata pelajaran wirausaha untuk mendorong keberanian anak muda.

    “Hal ini juga memberikan wadah bagi anak muda untuk mengembangkan diri mereka secara positif, sehingga terhindar dari pergaulan bebas, seks bebas, dan pernikahan dini,” kata Lili.

    Upaya Keberlanjutan Untuk UMKM Desa

    KTB UKM menempatkan perhatian pada keberlanjutan manajemen dan standarisasi kualitas produk lokal sebagai kunci memperkuat ekonomi pedesaan. Organisasi ini memosisikan pembina sebagai figur pendamping yang konsisten agar program bantuan ekonomi tidak berhenti setelah fase awal.

    Fokus program pada wilayah dengan tantangan ekonomi tinggi seperti NTT serta pelibatan aktif Generasi Z dinilai bagian dari strategi menekan angka pengangguran, mencegah patologi sosial remaja, dan mengurangi urbanisasi tidak produktif dengan menciptakan pusat ekonomi baru dari desa.

  • Polemik Pajak Pencairan JHT: Serikat Pekerja Minta Final, Pemerintah Dikritik soal Ambang 0%

    Polemik Pajak Pencairan JHT: Serikat Pekerja Minta Final, Pemerintah Dikritik soal Ambang 0%

    Pengenaan pajak atas pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) kembali menjadi perdebatan. Serikat pekerja menuntut pengenaan pajak final atau penghapusan pungutan, sementara pemerintah mendapat saran untuk merumuskan ulang ambang bebas pajak sebesar Rp50 juta.

    Aturan pajak atas JHT tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2009 yang mengacu pada PPh Pasal 21 dan ketentuan lain. Dalam regulasi tersebut, tarif PPh Pasal 21 atas uang manfaat pensiun, tunjangan hari tua, atau JHT adalah 0% untuk penghasilan bruto sampai Rp50 juta dan 5% untuk penghasilan bruto di atas Rp50 juta. Pembayaran JHT pada tahun ketiga atau tahun-tahun berikutnya dikenakan tarif pasal 17 UU PPh sehingga tidak bersifat final dan bersifat progresif.

    Penjelasan Pengamat Pajak

    Pengamat dari Center for Indonesia Taxation Analysis, Fajry Akbar, menyatakan persepsi negatif terhadap pajak JHT muncul karena masyarakat belum memahami ketentuan pajak yang berlaku. Menurutnya, skema perpajakan JHT di Indonesia menerapkan prinsip EET (exempt-exempt-tax), sehingga iuran yang disetorkan dan pengelolaan oleh badan jaminan sosial belum dikenai pajak sampai dana dicairkan oleh pekerja.

    “Pekerja tidak dikenai pajak dua kali, melainkan hanya sekali saat pencairan atau pembayaran,” ujar Fajry. Ia menambahkan skema EET ini merupakan praktik yang banyak dipakai negara lain dan menghindarkan pengenaan pajak berlapis.

    Fajry menyarankan pemerintah merumuskan ulang ambang batas JHT yang dikenai tarif 0%. Ia menjelaskan penetapan ambang Rp50 juta berkaitan dengan JHT yang diperoleh oleh pekerja dengan rentang upah setara Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) selama masa kerja 10 tahun, serta menyebut bahwa kenaikan PTKP pernah terjadi signifikan pada periode 2013–2016.

    Tuntutan Serikat Pekerja

    Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (Opsi), Timboel Siregar, mengatakan JHT dimaksudkan untuk menopang kebutuhan hidup saat memasuki masa tua. Menurutnya, pajak yang dianggap tinggi berpotensi menggerus kesejahteraan pekerja.

    “Serikat pekerja sudah lama meminta kepada pemerintah untuk mencabut pajak progresif. Kalau boleh pajaknya juga dihapus, tetapi kalau tidak, terapkan pajak final saja, walaupun pencairan JHT dilakukan dua kali,” kata Timboel.

    Timboel mencontohkan Pasal 37 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional yang memperbolehkan pengambilan sebagian JHT untuk persiapan pensiun. Ia menilai ketentuan pajak progresif dalam PP 68 Tahun 2009 juncto PMK 16 Tahun 2010 menghambat tujuan pasal tersebut.

    Ia juga menyarankan agar saldo JHT bagi pekerja berpenghasilan di bawah PTKP tidak dikenai pajak, dengan alasan sumber penghasilan mereka tidak memenuhi kriteria pengenaan pajak.

    Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Aspirasi), Mirah Sumirat, menambahkan polemik tetap muncul meskipun aturan pajak JHT telah berlaku sejak 2010 karena kondisi ekonomi pekerja yang semakin berat. Menurut Mirah, pemotongan dana JHT dirasakan memberatkan terutama bagi pekerja yang mengandalkan dana tersebut untuk kebutuhan hidup, kesehatan, pendidikan, atau modal usaha setelah berhenti bekerja.

    Mirah meminta evaluasi menyeluruh terhadap penerapan PPh final 5% untuk saldo di atas Rp50 juta dan mendorong penghapusan pajak atas pencairan JHT bagi pekerja yang memasuki masa pensiun atau korban PHK. Ia menegaskan JHT seharusnya diperlakukan sebagai jaminan sosial, bukan instrumen investasi komersial.

    Selain isu perpajakan, Mirah menyebut masih ada masalah ekspektasi peserta mengenai nilai bersih yang diterima karena banyak peserta hanya melihat saldo akumulasi tanpa memahami pemotongan saat pencairan. Ia menilai hal ini memerlukan peningkatan edukasi, transparansi, dan keterbukaan informasi dari pemerintah dan BPJS Ketenagakerjaan.

    Aturan Waktu Pencairan dan Insentif

    Penyuluh Pajak Direktorat Jenderal Pajak, Eddy Triono, menyampaikan pemerintah memberikan jangka waktu dua tahun untuk pembayaran JHT dengan tarif final, yakni hingga dua tahun sejak pensiun. Pencairan pada tahun ketiga akan dikenai pajak progresif.

    Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro, menyatakan pemerintah telah memberikan insentif PPh final 0% kepada 1,64 juta pekerja. Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, dari 1.723.910 klaim JHT yang dibayarkan periode Januari–Mei 2026, sebanyak 1.645.469 klaim (95,45%) memiliki saldo di bawah Rp50 juta dan mendapatkan insentif 0%.

    Deni menegaskan pemberian insentif tersebut merupakan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 16 Tahun 2010, yaitu tarif PPh final 0% untuk pencairan manfaat JHT sampai Rp50 juta. Untuk pencairan JHT saat masih aktif bekerja, mekanisme perpajakan mengikuti ketentuan tarif umum PPh Orang Pribadi.

    Menurut Deni, kebijakan ini dimaksudkan mendorong peserta agar tidak menarik JHT lebih awal sehingga memperoleh manfaat maksimal dari program, karena iuran JHT yang disetor setiap bulan saat aktif bekerja belum dikenai PPh.

  • Rupiah Melemah, Begini Kurs Dolar di BCA, Mandiri, BRI dan BNI per 1 Juli 2026

    Rupiah Melemah, Begini Kurs Dolar di BCA, Mandiri, BRI dan BNI per 1 Juli 2026

    Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan Rabu, 1 Juli 2026. Pada pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, rupiah dibuka turun 37 poin atau 0,21% ke level Rp 17.944 per dolar AS.

    Sementara itu, indeks dolar menguat 0,14 poin atau 0,13% ke level 101,323 pada periode yang sama. Di bawah ini tercantum harga jual dan beli dolar AS di sejumlah bank besar pada pagi ini.

    BCA

    Pukul 09.12 WIB, PT Bank Central Asia Tbk menetapkan kurs beli dolar AS di e-rate sebesar Rp 17.970 dan kurs jual Rp 17.990.

    Untuk TT counter, BCA memasang kurs beli Rp 17.765 dan kurs jual Rp 18.040. Ketentuan pada bank notes juga tercatat sama, yakni kurs beli Rp 17.765 dan kurs jual Rp 18.040.

    Bank Mandiri

    PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada pukul 09.18 WIB mematok special rate dengan kurs beli Rp 17.855 dan kurs jual Rp 17.885 per dolar AS.

    Di layanan TT counter, Bank Mandiri mencatat kurs beli Rp 17.670 dan kurs jual Rp 17.970. Ketentuan pada bank notes juga sama, yaitu kurs beli Rp 17.670 dan kurs jual Rp 17.970.

    BRI

    PT Bank Rakyat Indonesia pada pukul 09.18 WIB menetapkan kurs beli dolar AS sebesar Rp 17.838 per dolar AS dan kurs jual Rp 17.991 per dolar AS.

    BNI

    PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk pada pukul 09.05 WIB mencatat special rates dengan kurs beli Rp 17.830 dan kurs jual Rp 17.970.

    Untuk TT counter, BNI mematok kurs beli Rp 17.820 dan kurs jual Rp 18.990. Pada bank notes, BNI mencatat kurs beli Rp 17.820 dan kurs jual Rp 18.990.

  • IHSG Rebound 1,09%: Lima Saham Langsung Melonjak di Sesi I

    IHSG Rebound 1,09%: Lima Saham Langsung Melonjak di Sesi I

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound pada pembukaan sesi I, Rabu (1/7/2026), menguat 61,59 poin atau 1,09% ke posisi 5.704,7. Pergerakan indeks tercatat berada dalam rentang 5.638 hingga 5.704 pada menit-menit awal perdagangan.

    Sejumlah saham tercatat melesat tajam dan menempati daftar top gainers, dengan lonjakan harga yang bervariasi antara 13% hingga 23%.

    Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia pada sesi I, volume perdagangan mencapai 506,1 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 496,4 miliar. Frekuensi perdagangan tercatat 54,9 ribu kali transaksi.

    Jumlah saham yang mengalami kenaikan sebanyak 261 emiten, 152 saham terkoreksi, dan 546 saham stagnan pada awal perdagangan.

    Daftar Top Gainers

    • PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) melonjak 23,4% ke level Rp1.950.
    • PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) melejit 20,4% menjadi Rp100.
    • PT Multitrend Indo Tbk (BABY) melesat 18,42% ke level Rp180.
    • PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) naik 15,6% ke level Rp163.
    • PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) meningkat 13,64% ke level Rp200.

    Prediksi Analis

    BRI Danareksa Sekuritas menilai secara teknikal IHSG masih berada dalam tren bearish dan memperkirakan indeks cenderung kembali tertekan pada perdagangan hari ini dengan support di 5.560 dan resistance di 5.735.

    “Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bearish dan diperkirakan cenderung kembali tertekan dengan support 5.560 dan resistance 5.735,”

    Dalam ulasannya, BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi trading untuk saham HMSP, ARTO, dan CPIN pada perdagangan hari ini.

  • Rupiah Melemah di Awal Juli, Didorong Penguatan Dolar dan Tekanan Mata Uang Regional

    Rupiah Melemah di Awal Juli, Didorong Penguatan Dolar dan Tekanan Mata Uang Regional

    Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu, 1 Juli 2026. Pada pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, rupiah dibuka turun 37 poin (0,21%) ke level Rp 17.944 per dolar AS.

    Kondisi ini melanjutkan pelemahan dari hari sebelumnya, ketika rupiah ditutup melemah 55 poin ke posisi Rp 17.906 per dolar AS pada Selasa, 30 Juni 2026.

    Kinerja Mata Uang Regional

    Tekanan pada rupiah muncul bersamaan dengan pergerakan signifikan mata uang regional. Yen Jepang berada di level terendah dalam 40 tahun pada awal sesi Asia, sementara dolar Australia tercatat melemah 0,18% menjadi US$ 0,6907 per dolar AS dan dolar Selandia Baru turun 0,04% ke US$ 0,5674 per dolar AS.

    Mata uang Eropa juga mengalami pelemahan tipis; euro turun 0,07% ke US$ 1,1413 per dolar AS dan pound sterling melemah 0,09% menjadi US$ 1,3252 per dolar AS.

    Faktor-Faktor yang Memengaruhi

    Tekanan di pasar kurs dipengaruhi oleh posisi pasar menjelang rilis data lapangan pekerjaan AS. Data terbaru menunjukkan lowongan pekerjaan di AS meningkat ke level tertinggi dua tahun pada Mei 2026, namun perekrutan yang lesu disebut memperburuk persepsi terhadap pasar tenaga kerja.

    Chidu Narayanan, kepala strategi makro untuk APAC di Wells Fargo, mengatakan, “Kami yakin kami hampir mencapai potensi tindakan,” merujuk pada kemungkinan intervensi untuk menopang mata uang yang melemah.

    Ray Attrill, kepala strategi FX di National Australia Bank (NAB), menambahkan bahwa bukti dan pandangan The Fed menunjukkan pasar tenaga kerja tetap tangguh. “Dalam hal mandat ganda The Fed, pasar tenaga kerja jelas tidak memberikan sinyal apa pun bahwa mereka harus mempertimbangkan untuk memangkas suku bunga,” ujar Attrill.

  • Bank Sentral Pertahankan Minat Emas, Mayoritas Proyeksi Harga Capai US$5.000–6.000/Ons

    Bank Sentral Pertahankan Minat Emas, Mayoritas Proyeksi Harga Capai US$5.000–6.000/Ons

    Hasil survei Forum Lembaga Moneter dan Keuangan Resmi (OMFIF) mengungkapkan mayoritas bank sentral tetap optimistis terhadap prospek harga emas meski pasar mengalami tren penurunan.

    Berdasarkan riset yang dipublikasikan OMFIF, 61% responden memperkirakan harga emas akan diperdagangkan antara US$5.000 dan US$6.000 per ons pada 2027. Hanya 28% yang menilai harga emas yang tinggi menghambat pembelian tambahan.

    Lonjakan Kepemilikan Emas Fisik

    Survei yang melibatkan 74 bank sentral dengan pengelolaan aset lebih dari US$10 triliun itu mencatat 82% responden kini memegang emas fisik, naik dari 71% pada tahun sebelumnya.

    Kepala Penelitian OMFIF, Andrea Correa, menyatakan, “Harga emas tidak akan berubah. Para pengelola cadangan bank sentral masih sangat optimis terhadap emas. Meskipun nilai emas itu sendiri terus meningkat, mereka tetap membutuhkannya.”

    Correa menambahkan peningkatan jumlah bank sentral yang memiliki emas batangan fisik merupakan salah satu temuan paling signifikan dalam laporan tersebut. “Jumlah bank sentral yang memegang emas fisik meningkat sekitar 10 poin persentase, yang menurut saya merupakan peningkatan yang sangat besar, dan terus meningkat setiap tahun,” ujarnya.

    Alasan Penambahan Kepemilikan

    OMFIF mencatat diversifikasi menjadi alasan utama penambahan kepemilikan emas oleh bank sentral. Selain itu, kekhawatiran geopolitik semakin mendorong peran emas sebagai aset cadangan jangka panjang.

    Dalam survei, 51% manajer cadangan menyebut perlindungan terhadap risiko geopolitik sebagai alasan menyimpan emas, naik 11 poin persentase dibandingkan 2024. OMFIF juga menyebut ketidakpastian sistem moneter internasional memperkuat peran emas sebagai aset cadangan jangka panjang, bukan sekadar investasi taktis.

    Perbedaan Regional Dalam Kepemilikan

    Correa menyebut tren kepemilikan emas bersifat global namun bervariasi antarwilayah. Negara-negara Eropa umumnya tidak berencana menambah kepemilikan karena sudah memiliki cadangan signifikan, sementara beberapa bank sentral di Afrika memilih untuk meningkatkan kepemilikan emas fisik mereka.

    Laporan Investor Publik Global OMFIF 2026 juga menyoroti bahwa emas menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari meningkatnya ketidakpastian geopolitik, kekhawatiran atas utang negara, serta pergeseran menuju sistem moneter yang lebih multipolar.

  • BEI Pantau Ketat Saham HATM Setelah Pergerakan Harga Tak Biasa

    BEI Pantau Ketat Saham HATM Setelah Pergerakan Harga Tak Biasa

    Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) ke dalam pengamatan Unusual Market Activity (UMA) pada Rabu, 1 Juli 2026. Pengumuman ini menyusul adanya indikasi pergerakan harga dan transaksi yang bergerak di luar kebiasaan.

    Dalam keterangan resmi BEI, pengumuman UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan pasar modal, namun bursa akan mencermati pola transaksi saham tersebut secara ketat.

    Data Pergerakan Saham

    BEI mencatat dalam sebulan terakhir saham HATM tercatat naik sebesar 4,1%. Namun sejak awal tahun, saham emiten ini justru mengalami penurunan sebesar 15,4%.

    Saran Untuk Investor

    Bursa mengimbau agar para investor memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi dari BEI serta mencermati kinerja dan keterbukaan informasi perusahaan.

    BEI juga menekankan perlunya mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum memperoleh persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul sebelum mengambil keputusan investasi.

  • United Tractors Umumkan Rencana Buyback Rp2 Triliun Mulai Juli–September 2026

    United Tractors Umumkan Rencana Buyback Rp2 Triliun Mulai Juli–September 2026

    PT United Tractors Tbk (UNTR) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp2 triliun. Perkiraan pelaksanaan dijadwalkan mulai 1 Juli 2026 hingga 30 September 2026.

    Manajemen menyatakan aksi ini dimaksudkan untuk mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar modal, serta sebagai langkah untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan mencerminkan kondisi fundamental perseroan.

    Detail Pelaksanaan dan Sumber Dana

    Dalam keterbukaan informasi, perusahaan menegaskan bahwa pelaksanaan buyback akan menggunakan dana internal perseroan, bukan dari pinjaman maupun hasil penawaran umum.

    Sesuai POJK No. 13/2023, jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan, dengan memperhatikan ketentuan mengenai jumlah saham free float setelah pelaksanaan.

    Realisasi Sebelumnya dan Sisa Dana

    Pada periode 1 April 2026 sampai 30 Juni 2026, United Tractors telah melakukan pembelian kembali sebanyak 35.539.100 lembar saham dengan nilai Rp860,34 miliar. Dari anggaran awal Rp2 triliun, tersisa dana pembelian kembali sebesar Rp1,13 triliun.

    Manajemen juga mencatat penghentian pelaksanaan pembelian kembali saham untuk periode yang mengacu pada keterbukaan informasi 31 Maret 2026, efektif sejak 30 Juni 2026.

    Kinerja Harga Saham dan Valuasi

    Saham UNTR tercatat naik 1,88% ke Rp23.000 pada perdagangan 30 Juni 2026. Namun, dalam tiga bulan terakhir harga saham perusahaan turun 25,93%.

    Secara valuasi, rasio price to book value (PBV) UNTR berada di bawah 1, yakni 0,89 kali, yang membandingkan harga pasar dengan nilai buku per saham emiten.

    “Pelaksanaan pembelian kembali saham juga diambil sebagai upaya untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham perseroan serta mencerminkan kondisi fundamental perseroan,”

    kata manajemen United Tractors dalam keterbukaan informasi pada Rabu, 1 Juli 2026.