Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Selasa (30/6/2026), ditutup turun 3,05% ke level 5.643 seiring aksi jual yang meluas di Bursa Efek Indonesia. Di tengah kondisi pasar tersebut, PT Sucor Sekuritas mengadakan rangkaian edukasi investasi bagi komunitas investor di Jakarta.
Acara yang digelar bersama komunitas Belimbing Stocks menghadirkan sesi pendidikan fundamental, paparan pasar dari tim Sucor Sekuritas, serta presentasi langsung dari manajemen PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).
Sesi Edukasi dan Paparan Emiten
Materi yang disampaikan mencakup cara membaca dan menganalisis laporan keuangan emiten. Tim Sucor Sekuritas memaparkan kondisi pasar terkini, sementara manajemen RATU menjelaskan kinerja, portofolio aset, dan strategi ekspansi perusahaan.
“Di tengah kondisi pasar yang sedang berfluktuasi, sesi seperti ini justru menjadi sangat relevan. Bukan hanya untuk komunitas kami, tapi bagi seluruh investor Indonesia yang ingin membangun keputusan investasi di atas fondasi yang kuat,” kata Wiliam Setiawan, CEO Komunitas Belimbing Stocks.
Wiliam menambahkan pandangannya mengenai valuasi pasar saat ini dan potensi peluang bagi investor berjangka panjang, termasuk menyebut beberapa penawaran umum perdana yang menarik bagi investor.
Rincian Akuisisi dan Dampak Keuangan RATU
Manajemen RATU menyampaikan bahwa perusahaan telah menyelesaikan rangkaian transaksi akuisisi participating interest (PI) sebesar 20% di Madura Strait PSC yang dioperasikan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). Transaksi senilai total US$ 141,21 juta dilakukan melalui anak usaha PT Raharja Energi Madura (REM) dengan pengambilalihan 100% saham SMS Development Limited (SMSD), pemegang 20% saham HCML.
Struktur transaksi terdiri atas akuisisi saham senilai US$ 62,51 juta, shareholder loan agreement (novasi) sebesar US$ 59,2 juta, serta klausul contingent payment maksimal US$ 19,5 juta. Seluruh manfaat ekonomi dari kepemilikan 20% di HCML efektif sejak 1 Januari 2026 dan akan tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian RATU pada kuartal II-2026.
Manajemen juga memaparkan kinerja keuangan kuartal I-2026: pendapatan US$ 10,86 juta (turun 18% secara tahunan) dan laba bersih US$ 4,78 juta (turun 20% YoY). Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh volume lifting yang lebih rendah (46,5 vs 48,9 MBOEPD) serta peningkatan biaya keuangan pasca penerbitan obligasi sebesar Rp 800 miliar.
Meskipun demikian, RATU mencatatkan Adj. EBITDA sebesar US$ 7,53 juta, yang menurut manajemen mencerminkan efisiensi operasional. Di neraca, total aset meningkat menjadi US$ 130,2 juta per kuartal I-2026 dari US$ 76 juta pada akhir 2025, sedangkan ekuitas tercatat US$ 61,4 juta didukung pengakuan laba kuartal I-2026.
Jejak Perkembangan Pasca-IPO
Sejak mencatatkan penawaran umum perdana pada 8 Januari 2025 dengan harga awal Rp 1.150 per saham dan total dana terhimpun Rp 624 miliar, RATU mengklaim sejumlah pencapaian termasuk masuk MSCI Small Cap Index pada kuartal III-2025, terdaftar di IDX80 pada kuartal IV-2025, memperoleh rating idA dari Pefindo, menerbitkan obligasi Rp 800 miliar pada kuartal I-2026, serta membagikan dividen tunai Rp 45 per saham senilai total Rp 122,18 miliar pada kuartal II-2026.
Manajemen menyebut penyelesaian akuisisi PI di Kasuri Block dan Madura Strait sebagai bagian dari ekspansi portofolio yang aktif sejak pencatatan perdana di BEI.
Tujuan Kolaborasi
Sucor Sekuritas menyatakan kolaborasi dengan komunitas investor dan emiten bertujuan membangun ekosistem investasi yang teredukasi dan berbasis analisis fundamental, khususnya dalam kondisi pasar yang menuntut kecermatan investor.

Tinggalkan Balasan