ICE BSD Dipilih Jadi Tuan Rumah GSDC 2026, Soroti Standar Penyelenggaraan Berkelanjutan

Written by

in

Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD ditunjuk menjadi tuan rumah Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026, forum internasional yang mempertemukan pemimpin dari berbagai sektor untuk membahas pembangunan berkelanjutan. Penunjukan ini dinilai sejalan dengan prospek bisnis meetings, incentives, conventions, and exhibitions (MICE) di dalam negeri.

General Manager ICE BSD, Siti Karmila, menyatakan penunjukan tersebut merupakan pengakuan atas kapasitas dan standar operasional yang dibangun ICE BSD selama bertahun-tahun.

“Penunjukan ICE BSD sebagai tuan rumah GSDC 2026 merupakan kehormatan besar sekaligus pengakuan terhadap kapasitas dan standar operasional yang telah kami bangun selama bertahun-tahun,” ujar Siti Karmila, Selasa (30/6/2026).

Siti mengatakan ICE BSD berkomitmen tidak hanya menyediakan fasilitas kelas dunia, tetapi juga menjadi pusat kolaborasi global yang memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan inovasi guna mempercepat pembangunan berkelanjutan.

Inisiatif Berkelanjutan

Sejalan dengan peningkatan tuntutan penyelenggaraan acara yang ramah lingkungan, ICE BSD memperkuat peranannya sebagai destinasi MICE yang mengintegrasikan aspek operasional dengan tanggung jawab lingkungan.

Beberapa langkah yang dikembangkan meliputi efisiensi energi melalui pemanfaatan pencahayaan alami dan penggunaan lampu LED hemat energi, penerapan sistem daur ulang air, serta penyediaan EV charging station bagi pengunjung dan peserta acara.

Komitmen itu juga diwujudkan lewat kolaborasi dengan Rekosistem untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu selama penyelenggaraan GSDC 2026.

Inisiatif pengelolaan sampah mencakup penyediaan tempat sampah terpilah, pendampingan edukator dalam proses pemilahan, serta penggunaan reverse vending machine (RVM) untuk mendorong partisipasi peserta dalam pengumpulan material daur ulang.

Menurut catatan penyelenggara, sebanyak 1,62 ton sampah berhasil dikelola selama penyelenggaraan GSDC 2026. Dari total tersebut, Rekosistem mencatat tingkat pemulihan (recovery rate) mencapai 41% yang dialihkan dari tempat pembuangan akhir untuk dimasukkan ke proses daur ulang. Sebanyak 57,30% merupakan sampah residu, dan 1,60% sisanya berupa sampah organik.

“Melalui GSDC 2026, kami ingin menunjukkan bahwa penyelenggaraan forum internasional berskala global dapat berjalan selaras dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi penyelenggara event lainnya dalam mengadopsi praktik yang lebih berkelanjutan dan berdampak luas bagi industri MICE,” tambah Siti.

Skala dan Aksesibilitas Event

GSDC 2026 menghadirkan lebih dari 5.000 peserta, 500 pembicara, 200 peserta pameran, serta delegasi dari lebih dari 100 negara. Forum ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui inovasi, pertukaran pengetahuan, dan aksi nyata.

Selain fasilitas, ICE BSD dipilih karena menawarkan konektivitas strategis bagi peserta internasional. Lokasi ini dinilai mudah diakses melalui berbagai moda transportasi umum maupun kendaraan pribadi, sehingga mendukung peranannya sebagai pusat konvensi modern berskala global.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *