Phintraco: BBRI Pimpin Yield Dividen Bank Besar, BBCA Tertinggal

Written by

in

Riset terbaru dari Phintraco Sekuritas menunjukkan perbedaan profil laba dan imbal hasil dividen di antara bank-bank besar Indonesia. Meski BBCA masih memimpin dari sisi laba bersih, beberapa pesaing diproyeksikan menawarkan yield dividen yang lebih tinggi.

Hingga Mei 2026, Phintraco melaporkan BBCA mencatat laba bersih terbesar sebesar Rp25 triliun. Namun, pertumbuhan laba tertinggi justru dicapai Bank Mandiri (BMRI) sebesar 18,6%, disusul BRI (BBRI) 9,5% dan BNI (BBNI) 7,1%. BBCA hanya mencatat kenaikan laba 2,1% dalam periode yang sama.

Perkembangan Kredit dan Tantangan Industri

Phintraco mencatat kredit masih tumbuh kuat hingga Mei 2026. “Sementara itu, sampai Mei 2026, kredit masih kuat, di mana pertumbuhan tertinggi dicetak BBNI 24,5%, BMRI 20,6%, BBRI 12,2%, dan BBCA 4,9%. Secara industri, pertumbuhan kredit mencapai 11,5%,” tulis Phintraco.

Ke depan, broker tersebut memperingatkan sejumlah tekanan yang berpotensi menekan margin perbankan, antara lain pengetatan likuiditas, kenaikan biaya dana, dan persaingan ketat dalam merebut dana pihak ketiga (DPK).

Valuasi, Harga Wajar, dan Imbal Hasil Dividen

Dalam analisis valuasi, Phintraco menyebutkan rasio PBV (price-to-book value) bank-bank besar masih berada di bawah rata-rata lima tahunan. Saat ini PBV BBCA tercatat 2,5 kali, BBRI 1,3 kali, BMRI 1,1 kali, dan BBNI 0,7 kali.

Meski begitu, beberapa emiten menawarkan yield dividen yang relatif menarik. Berdasarkan riset tersebut, BBRI memiliki yield dividen tertinggi sebesar 12,2%, diikuti BBNI 10,5%, BMRI 9,1%, dan BBCA 5,3%.

Phintraco juga mengestimasikan harga wajar saham keempat bank besar itu: BBCA Rp10.075 (potensi kenaikan 70%), BMRI Rp5.700 (35,7%), BBNI Rp5.200 (46%), dan BBRI Rp4.280 (50%).

Phintraco memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 berada pada kisaran 8-10%, didukung oleh kondisi ekonomi dan kebijakan fiskal yang ekspansif, serta program prioritas pemerintah dan dorongan investasi Danantara sebagai katalis.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *