Blog

  • Lee Jong Suk Diumumkan Jadi Duta Asia Untuk Jam Selam Mido Ocean Star 200

    Lee Jong Suk Diumumkan Jadi Duta Asia Untuk Jam Selam Mido Ocean Star 200

    Lee Jong Suk resmi ditunjuk sebagai Duta Merek Asia untuk jam tangan selam Mido, Ocean Star 200. Pengumuman tersebut disampaikan pada acara perkenalan yang digelar di Walkerhill Aston House, Seoul, Korea Selatan.

    Pada momen itu, aktor asal Korea Selatan itu menyatakan rasa terhormatnya dapat menyapa publik melalui tugas barunya dan turut memperkenalkan koleksi Ocean Star 200 kepada tamu dari berbagai negara di Asia.

    “Saya merasa sangat terhormat dapat menyapa semua orang secara resmi melalui acara pertama saya sebagai Duta Merek Asia Mido. Acara di Seoul ini menjadi kesempatan yang sangat bermakna untuk memperkenalkan dunia Mido sekaligus koleksi Ocean Star 200 terbaru. Saya senang dapat berbagi momen istimewa ini bersama para tamu dari berbagai negara di Asia, sehingga menjadikannya pengalaman yang semakin berkesan,” ujar Lee Jong Suk.

    Peluncuran Dan Konsep Kampanye

    Malam peluncuran dibuka dengan pertunjukan yang disutradarai art director Jeon Hyuk Jin. Pertunjukan tersebut terinspirasi dari filosofi kampanye global Mido, Treasure Your Time, yang menonjolkan nilai waktu sebagai sesuatu yang berharga dalam setiap momen kehidupan.

    Franz Linder, CEO MIDO, menyebut peluncuran Ocean Star 200 sebagai tonggak penting bagi salah satu koleksi ikonis perusahaan.

    Desain Dan Ketangguhan

    Franz Linder menjelaskan Ocean Star 200 hadir sebagai interpretasi modern dari jam tangan selam khas Mido, dirancang untuk menemani aktivitas di darat maupun di bawah permukaan air. Model ini memiliki diameter casing 41 mm yang diklaim menyeimbangkan kenyamanan, ketangguhan, dan keterbacaan.

    Jam ini memiliki ketahanan air hingga 20 bar atau setara 200 meter, serta dilengkapi bezel putar satu arah, crown berulir, dan case back berulir untuk memastikan keandalan dalam berbagai kondisi.

    Detail Tampilan Dan Mekanisme

    Pada bagian dial, Ocean Star 200 menampilkan tekstur berwarna biru dipadukan indeks dan jarum berlapis Super-LumiNova® untuk keterbacaan dalam kondisi minim cahaya. Aksen oranye turut memperkuat identitas visual koleksi, sementara tampilan hari dan tanggal ditempatkan pada posisi pukul 3.

    Dari sisi mekanis, jam ditenagai mesin otomatis Caliber 80 berbasis ETA C07.621 yang memberikan cadangan daya hingga 80 jam. Mesin tersebut dilengkapi pegas keseimbangan Nivachron yang dirancang meningkatkan ketahanan terhadap pengaruh medan magnet dan benturan.

    Warisan Ocean Star

    Ocean Star disebut sebagai salah satu koleksi penting dalam sejarah Mido. Menurut Franz Linder, semangat inovasi Mido dalam pengembangan ketahanan air yang dimulai sejak era 1930-an melalui sistem Aquadura terus berlanjut hingga perkenalan Ocean Star 200 ini.

    “Semangat inovasi tersebut terus hidup hingga kini melalui Ocean Star 200 terbaru yang memadukan warisan panjang horologi Swiss dengan teknologi modern dan kebutuhan gaya hidup masa kini,” ujar Franz.

  • Harga Bitcoin Naik, Peluang Tembus US$62.000 Masih Menunggu Katalis

    Harga Bitcoin Naik, Peluang Tembus US$62.000 Masih Menunggu Katalis

    Harga Bitcoin (BTC) melonjak pada Selasa pagi dan berhasil bertahan di atas level psikologis US$60.000. Lonjakan tersebut membuat pasar menunggu katalis baru yang dapat mendorong Bitcoin menembus level krusial US$62.000 atau sebaliknya memicu koreksi jika sentimen makro kembali memanas.

    Pukul 06.00 WIB, kapitalisasi pasar kripto global tercatat sekitar US$2,09 triliun, sementara harga Bitcoin berada di kisaran US$60.269 per koin atau sekitar Rp1,08 miliar dengan kurs Rp17.953 per dolar AS.

    Pergerakan Aset Kripto Lain

    Indeks yang merekam kinerja 20 aset kripto terbesar naik 2,08%. Beberapa aset utama juga mencatat kenaikan: Ethereum naik 3,63% ke US$1.610, Binance Coin bertambah 2,45% ke US$559, XRP ke US$1,05 naik 2,11%, Dogecoin naik 1,45% ke US$0,07, dan Solana melonjak 7,27% ke US$75,18.

    Sentimen Pasar dan Aliran Dana

    Sentimen pasar masih didominasi kehati-hatian. Indeks Crypto Fear & Greed berada di level 36 dari skala 100, mencerminkan suasana takut namun belum mencapai tahap kepanikan.

    Sepanjang Juni, tercatat arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencapai US$4,4 miliar, menjadi arus keluar bulanan terbesar tahun ini dan menunjukkan sebagian investor mengurangi eksposur terhadap kripto.

    Peran Investor Institusi dan Derivatif

    Di sisi institusi, beberapa perusahaan yang memegang Bitcoin sebagai aset cadangan menambah kepemilikan, namun aksi beli dilakukan lebih hati-hati dibanding periode sebelumnya. Mayoritas perusahaan penyimpan Bitcoin belum melakukan penjualan besar-besaran, sehingga menunggu perkembangan pasar selanjutnya.

    Di pasar derivatif, total open interest kontrak berjangka Bitcoin tercatat sekitar US$19,92 miliar, sedikit turun dibanding dua pekan sebelumnya yang mencapai US$20,1 miliar. Penurunan ini disertai turunnya biaya pendanaan (funding rate) dari 0,25% menjadi 0,12%, menandakan tekanan likuidasi mulai mereda.

    Level Teknis yang Perlu Diwaspadai

    Analis menunjukkan area US$58.800 sebagai level support penting. Jika harga menembus level tersebut, posisi beli senilai sekitar US$500 juta berisiko dilikuidasi, yang berpotensi mendorong Bitcoin ke kisaran US$56.000.

    Volume perdagangan Bitcoin saat ini masih relatif rendah dan perubahan posisi di pasar berjangka terbatas, mencerminkan fase wait-and-see. Untuk menghidupkan kembali momentum kenaikan, pasar menilai Bitcoin perlu menembus US$62.000 agar minat beli dari investor kembali meningkat.

    Faktor Risiko Makro

    Sejumlah sentimen makro tetap berpotensi memengaruhi arah pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari mendatang, termasuk rilis data ketenagakerjaan AS dan perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah. Perkembangan faktor-faktor tersebut dipantau pasar sebagai penentu arah jangka pendek.

  • Moriyasu Kecewa: Jepang Gugur Dini Usai Kekalahan Dramatis 1-2 dari Brasil

    Moriyasu Kecewa: Jepang Gugur Dini Usai Kekalahan Dramatis 1-2 dari Brasil

    Pelatih timnas Jepang Hajime Moriyasu menyatakan kekecewaannya setelah langkah timnya di Piala Dunia 2026 harus berhenti lebih cepat dari harapan.

    Samurai Biru tersingkir di babak 32 besar usai kalah 1-2 dari Brasil pada laga yang berlangsung di Houston Stadium, Amerika Serikat, Selasa WIB (30/6/2026).

    Jepang sempat unggul lebih dulu melalui Kaishu Sano pada babak pertama, namun Brasil membalikkan keadaan lewat gol Casemiro dan gol penentu Gabriel Martinelli yang lahir pada masa injury time.

    “Saya sangat kecewa karena kami harus meninggalkan turnamen ini pada tahap ini. Namun, para pemain telah memberikan segalanya hari ini, sama seperti yang mereka lakukan sepanjang perjalanan hingga mencapai babak ini,” kata Moriyasu.

    Moriyasu juga memberi apresiasi kepada seluruh staf pelatih. Menurutnya, staf bekerja tanpa lelah untuk mendukung para pemain sepanjang turnamen.

    “Saat ini saya benar-benar terpukul setelah memberikan semua yang kami miliki. Namun, saya ingin menerima hasil ini dan menjadikannya sebagai pelajaran agar kami bisa menjadi tim yang lebih kuat lagi,” ujar pelatih berusia 57 tahun itu.

    Kekalahan ini mengakhiri perjalanan Jepang di Piala Dunia 2026. Brasil melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi pemenang laga Pantai Gading melawan Norwegia.

  • Moriyasu Kecewa Jepang Terhenti di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

    Moriyasu Kecewa Jepang Terhenti di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

    Pelatih timnas Jepang Hajime Moriyasu menyatakan kekecewaan setelah timnya tersingkir lebih awal dari Piala Dunia 2026. Samurai Biru kalah dramatis 1-2 dari Brasil pada laga babak 32 besar yang digelar di Houston, Amerika Serikat, Selasa WIB (30/6/2026).

    Jepang sempat unggul lebih dulu melalui gol Kaishu Sano pada babak pertama, namun Brasil membalikkan keadaan lewat Casemiro dan gol Gabriel Martinelli yang tercipta pada masa injury time.

    “Saya sangat kecewa karena kami harus meninggalkan turnamen ini pada tahap ini. Namun, para pemain telah memberikan segalanya hari ini, sama seperti yang mereka lakukan sepanjang perjalanan hingga mencapai babak ini,” kata Moriyasu.

    Pelatih 57 tahun itu juga memberi penghargaan kepada staf pelatih atas kerja keras mereka selama turnamen. “Saat ini saya benar-benar terpukul setelah memberikan semua yang kami miliki. Namun, saya ingin menerima hasil ini dan menjadikannya sebagai pelajaran agar kami bisa menjadi tim yang lebih kuat lagi,” ujarnya.

    Kekalahan ini mengakhiri perjalanan Jepang di Piala Dunia 2026. Brasil melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi pemenang laga Pantai Gading melawan Norwegia.

  • Pastikan Analisis Lengkap Sebelum Membeli Saham IPO

    Pastikan Analisis Lengkap Sebelum Membeli Saham IPO

    Sebelum membeli saham yang dilepas melalui penawaran umum perdana (IPO), investor disarankan melakukan analisis menyeluruh terhadap dokumen prospektus dan aspek-aspek pendukung lain. Analisis ini membantu menentukan apakah saham IPO sesuai dengan kriteria investasi masing-masing.

    “Prospektus bisa dibilang sebagai ‘kitab’ yang berisi sumber informasi yang disediakan oleh perusahaan IPO untuk calon investor,” kata Rahmanto Tyas Raharja, Investment Analyst Lead Stockbit, dalam ulasannya tentang analisis saham IPO.

    Isi Prospektus Yang Perlu Diperiksa

    Prospektus memuat informasi tentang kinerja perusahaan dalam beberapa periode terakhir serta penjelasan mengenai prospek pasca-IPO. Beberapa elemen penting yang perlu diperiksa antara lain jumlah dan harga saham yang dikeluarkan, persentase kepemilikan, serta rencana penggunaan dana hasil IPO.

    Jumlah Saham, Harga, Dan Kapitalisasi

    Data jumlah dan harga saham yang ditawarkan memungkinkan calon investor menghitung besaran IPO, total dana yang dihimpun, dan potensi kapitalisasi pasar (market cap) setelah listing. Informasi ini penting untuk menilai skala emisi terhadap pasar.

    Rencana Penggunaan Dana

    Prospektus biasanya merinci bagaimana perusahaan akan menggunakan dana IPO. Tujuan umum meliputi modal investasi atau capital expenditures (capex), modal kerja (working capital), pembayaran utang, atau kombinasi dari ketiganya.

    Analisis Penggunaan Dana

    Calon investor perlu menilai apakah rencana penggunaan dana tepat guna dan berpotensi meningkatkan nilai perusahaan. Beberapa hal yang perlu dikaji:

    1. Jika untuk capex: Pastikan apa yang akan ditingkatkan—misalnya kapasitas produksi—dan sejauh mana permintaan (demand) terhadap produk mendukung penambahan fasilitas agar tidak terjadi underutilized.
    2. Jika untuk modal kerja: Verifikasi kebutuhan nyata akan penambahan modal kerja, kecukupan manajemen piutang dan utang dagang, serta kemampuan perusahaan memanfaatkan modal kerja tambahan untuk memenuhi permintaan.
    3. Jika untuk membayar utang: Periksa apakah ada ketentuan bahwa utang harus dilunasi saat IPO dan apakah utang tersebut berbunga tinggi.
    4. Detail lain: Tinjau transaksi afiliasi yang tercantum dan nilai kewajaran transaksi tersebut.

    Ikhtisar Data Keuangan Dan Pembahasan Manajemen

    Bagian keuangan dalam prospektus menampilkan laporan keuangan historis yang memungkinkan analisis pertumbuhan, kondisi neraca, serta kinerja operasional. Sementara itu, pembahasan manajemen memberikan konteks kualitatif dan kuantitatif terkait strategi dan rencana perusahaan ke depan.

    Risiko

    Perusahaan juga wajib menjabarkan risiko bisnis di prospektus. Calon investor perlu menelaah daftar risiko untuk memahami tantangan utama yang dapat memengaruhi kelangsungan dan kinerja usaha.

    Lock-Up Period

    Lock-up period adalah masa ketika pemegang saham lama tidak diizinkan menjual sahamnya, umumnya hingga delapan bulan setelah IPO. Ketentuan ini berlaku untuk pemegang saham yang sebelumnya memiliki saham di harga di bawah penawaran IPO, seperti investor modal ventura, pemegang kendali, manajemen, dan karyawan.

    Manfaat lock-up antara lain mencegah likuidasi besar-besaran oleh pemegang lama dan meredam volatilitas pada masa awal pencatatan. Namun, ketika periode berakhir, penjualan oleh pemegang lama berpotensi menekan harga saham. Selain itu, sebelum lock-up berakhir, investor baru mungkin menjual untuk mengantisipasi aksi tersebut sehingga memicu fluktuasi.

    Greenshoe Option

    Greenshoe option adalah mekanisme yang memberi ruang bagi underwriter untuk menstabilkan harga saham dengan menyerap atau menjual kembali saham tambahan dalam jangka waktu tertentu setelah IPO. Contoh mekanisme yang sering disebutkan adalah penampungan hingga 15% dari total saham IPO dengan batas waktu pelaksanaan biasanya 30 hari setelah IPO.

    Jika penjualan melebihi kapasitas penampungan yang disediakan melalui greenshoe, sisa saham yang dijual tidak dapat diserap oleh underwriter dan berisiko menurunkan harga.

    Peran Underwriter

    Underwriter atau penjamin emisi adalah pihak yang membantu perusahaan dalam proses IPO. Ada beberapa bentuk komitmen dalam penjaminan emisi:

    1. Full commitment: Underwriter berkewajiban membeli sisa saham jika tidak terserap seluruhnya pada saat penawaran.
    2. Best effort: Underwriter tidak wajib menyerap sisa saham yang tidak terjual, sehingga saham yang tak laku dikembalikan ke emiten.

    Jenis komitmen ini menjadi salah satu indikator kepercayaan underwriter terhadap penyerapan saham di pasar. Calon investor disarankan menilai rekam jejak dan portofolio underwriter sebagai bagian dari pertimbangan investasi.

    Sentimen Pasar

    Sentimen pasar turut memengaruhi performa saham IPO. Calon investor perlu mengamati perkembangan ekonomi makro, sentimen industri, serta opini publik atau pemegang saham besar yang dapat memengaruhi minat terhadap IPO.

    Profil peminat juga penting: kabar bahwa investor institusi besar ikut memesan saham seringkali dianggap sebagai sinyal positif terhadap penyerapan IPO.

    Cara Membeli Saham IPO

    Ada dua jalur umum untuk membeli saham IPO: melalui underwriter dengan mengisi formulir fisik, atau melalui fasilitas elektronik Indonesia Public Offering (e-IPO) yang disediakan oleh bursa. Untuk e-IPO, investor mendaftar di situs resmi dan melakukan pemesanan saham saat ada penawaran.

    IPO menarik minat banyak investor, namun pemilihan saham yang tepat memerlukan telaah menyeluruh terhadap prospektus, rencana penggunaan dana, profil manajemen, risiko, serta faktor pasar dan teknis seperti lock-up, greenshoe, dan reputasi underwriter.

  • Bank Sentral Diperkirakan Terus Borong Emas Sampai 2026, SocGen Beri Peringatan

    Bank Sentral Diperkirakan Terus Borong Emas Sampai 2026, SocGen Beri Peringatan

    Bank-bank sentral diperkirakan akan melanjutkan akumulasi emas hingga akhir 2026, tetapi laju pembelian diperkirakan tak setajam beberapa tahun terakhir karena ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar energi membuat pengelola cadangan lebih berhati-hati.

    Survei World Gold Council (WGC) menunjukkan permintaan emas dari bank sentral tetap kuat. Dalam survei terbaru, 79 bank sentral berpartisipasi—jumlah terbanyak sejak survei ini dilakukan—dan 89% responden memperkirakan kepemilikan emas institusi mereka akan meningkat dalam 12 bulan ke depan.

    Hasil survei juga mencatat rekor 45% responden menyatakan institusinya berencana menambah cadangan emas, naik dari 43% pada survei 2025.

    Meski optimisme itu muncul, analis Société Générale (SocGen) memperingatkan agar hasil survei ditafsirkan hati-hati. Mereka menekankan bahwa niat membeli belum tentu langsung diwujudkan menjadi transaksi nyata, terutama karena ketidakpastian di panggung geopolitik global.

    “Seperti halnya pengelola aset lainnya, bank sentral umumnya memiliki visibilitas yang lebih baik terhadap strategi portofolio dalam jangka pendek dibandingkan dalam horizon satu tahun. Karena itu, niat pembelian lebih relevan jika dilihat dalam periode yang lebih singkat,” tulis analis SocGen dalam risetnya.

    SocGen memandang konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah dan ketidakstabilan pasar energi sebagai faktor utama yang mendorong kehati-hatian bank sentral. Selama kondisi tersebut belum membaik, prioritas diperkirakan akan bergeser pada pengelolaan risiko daripada pembelian emas dalam jumlah besar.

    Namun, SocGen tidak mengantisipasi penghentian total akumulasi. Mereka memperkirakan bank sentral akan membeli sekitar 100–120 ton emas sepanjang sisa 2026, angka yang hampir dua kali lipat dibandingkan akumulasi selama empat bulan pertama tahun ini.

    China Masih Dominan

    Data perdagangan menunjukkan lonjakan ekspor emas Inggris pada April, mencapai 35 ton dibandingkan 13 ton pada Maret. Sebagian besar pengiriman mengalir ke China, yang tetap menjadi tujuan utama ekspor emas dunia—pengiriman dari Inggris ke China tercatat 25 ton pada April, jauh di atas rata-rata historis untuk bulan tersebut.

    Selain itu, data penyimpanan di London Bullion Market Association (LBMA) menunjukkan penurunan cadangan emas di brankas London, yang mengindikasikan peningkatan permintaan emas fisik, termasuk dari bank sentral.

    Di luar permintaan institusional, SocGen menilai arah suku bunga riil Amerika Serikat menjadi faktor penentu harga emas beberapa bulan ke depan. Ekonom SocGen memperkirakan imbal hasil riil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun akan bertahan di atas 2% hingga kuartal III-2026 sebelum menurun secara bertahap pada akhir tahun dan berlanjut hingga paruh pertama 2027.

    Ketika suku bunga riil masih tinggi, biaya peluang memegang emas relatif besar dan berpotensi menekan kenaikan harga. Sebaliknya, penurunan suku bunga riil diperkirakan dapat meningkatkan daya tarik emas, karena komoditas ini tidak memberikan imbal hasil kupon.

    Dengan minat yang kuat dari bank sentral untuk menambah cadangan emas dan kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter pada akhir tahun, pasar emas dianggap masih memiliki fondasi yang kokoh. Namun, perkembangan konflik geopolitik dan arah suku bunga global akan menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan harga hingga akhir tahun.

  • Phintraco: IHSG Diprediksi Sideways, Ini 5 Saham yang Dinilai Berpeluang Cuan

    Phintraco: IHSG Diprediksi Sideways, Ini 5 Saham yang Dinilai Berpeluang Cuan

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak sideways pada perdagangan Selasa (30/6/2026) karena minimnya katalis positif. Phintraco Sekuritas menetapkan kisaran teknikal IHSG pada resistance 6.000, pivot 5.900, dan support 5.700.

    Rumusan itu disampaikan setelah IHSG tercatat menutup sesi sebelumnya melemah 1,28% ke level 5.820,79. Secara teknikal, indeks berada di bawah MA5 dan MA20, menunjuk tren jangka pendek yang masih lemah, sementara indikator MACD menunjukkan histogram positif yang menyempit dan Stochastic RSI bergerak turun dari area overbought.

    Proyeksi Pergerakan dan Sentimen Investor

    Phintraco Sekuritas menilai minimnya katalis dalam jangka pendek serta kehati-hatian investor menjelang rilis data makro domestik menjadi faktor utama yang mendorong prospek pergerakan sideways IHSG dalam rentang 5.700–5.900.

    “Dengan minimnya katalis positif dalam jangka pendek serta tingginya kehati-hatian investor menjelang rilis data makro domestik, IHSG hari ini diprediksi akan bergerak sideways dalam rentang 5.700–5.900,” tulis Phintraco Sekuritas dalam rilisnya.

    Risiko Anggaran dan Dampaknya

    Selain kondisi pasar saham, Phintraco Sekuritas mencatat usulan tambahan anggaran belanja kementerian/lembaga sebesar Rp 984 triliun untuk tahun anggaran 2027. Badan Anggaran DPR menyatakan usulan tersebut akan disampaikan resmi kepada Menteri Keuangan untuk dipertimbangkan dalam penyusunan RAPBN 2027.

    Phintraco menyoroti bahwa jika penambahan anggaran itu disetujui, postur pengeluaran APBN bisa meningkat signifikan dan berisiko memperlebar defisit.

    Rencana Pembentukan Dewan Kawasan Industri Nasional

    Phintraco Sekuritas juga memaparkan rencana pemerintah membentuk Dewan Kawasan Industri Nasional (DKIN). DKIN direncanakan menjadi forum koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat pengelolaan serta pengembangan kawasan industri.

    Susunan DKIN menurut rencana melibatkan presiden sebagai ketua, wakil presiden sebagai wakil ketua, serta menteri perindustrian sebagai ketua harian, dengan anggota dari kementerian/lembaga terkait dan perwakilan pemangku kepentingan.

    Perusahaan sekuritas itu menyatakan, jika diimplementasikan dengan baik, DKIN diharapkan dapat menyelesaikan hambatan lintas sektoral dan meningkatkan daya saing. Namun, pembentukan lembaga baru ini dikhawatirkan bisa bertentangan dengan upaya penyederhanaan birokrasi.

    Rekomendasi Saham

    Dalam kondisi pasar yang dinilai sideways, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang berpeluang memberikan keuntungan, yaitu:

    • DSSA
    • HMSP
    • MTEL
    • ADRO
    • SUPA
  • Harga CPO Menguat Didukung Ekspor Malaysia dan Peluncuran B50 RI

    Harga CPO Menguat Didukung Ekspor Malaysia dan Peluncuran B50 RI

    Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives menguat pada penutupan Senin (29/6/2026), melanjutkan kenaikan untuk hari kedua berturut-turut. Penguatan pasar dipicu oleh lonjakan ekspor Malaysia sepanjang Juni dan mulai berlakunya program biodiesel B50 di Indonesia.

    Data bursa menunjukkan kontrak berjangka CPO untuk Juli 2026 naik 19 Ringgit menjadi 4.523 Ringgit per ton. Kontrak Agustus 2026 juga menguat 19 Ringgit ke 4.558 Ringgit per ton, sementara September naik 20 Ringgit menjadi 4.588 Ringgit per ton.

    Kontrak Oktober 2026 melonjak 21 Ringgit menjadi 4.612 Ringgit per ton. Kontrak November dan Desember masing-masing naik 22 Ringgit menjadi 4.633 Ringgit per ton dan 4.653 Ringgit per ton.

    Ekspor Malaysia Dan B50 Jadi Penopang

    Menurut Direktur Pelindung Bestari, Paramalingam Supramaniam, kenaikan ekspor Malaysia pada Juni merupakan faktor utama yang menopang harga CPO. “Ekspor yang kuat sepanjang Juni memberikan dukungan terhadap harga, sementara kebijakan mandatori B50 di Indonesia menjadi katalis tambahan bagi pasar,” katanya.

    Indonesia resmi menerapkan program biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026, yakni campuran 50% biodiesel berbahan baku minyak sawit dengan 50% solar. Kebijakan ini diperkirakan akan meningkatkan konsumsi domestik CPO dan mengurangi pasokan untuk pasar ekspor.

    Data Ekspor Dan Produksi

    Perusahaan survei kargo melaporkan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada 1-25 Juni meningkat antara 10,6% hingga 11,1% dibandingkan bulan sebelumnya. Pelaku pasar menantikan rilis data ekspor penuh sepanjang Juni yang dijadwalkan pada Selasa.

    Dari sisi pasokan, produksi CPO di Semenanjung Malaysia menunjukkan pemulihan lebih baik dari perkiraan, sedangkan produksi di Malaysia Timur masih relatif lemah. Supramaniam menilai kondisi cuaca yang kondusif akan mendukung produksi hingga kuartal III-2026.

    Namun, dia memperkirakan pergerakan harga masih akan terbatas hingga pasar menerima arahan baru dari laporan bulanan Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang akan dirilis pada 10 Juli.

    Faktor Pasar Lainnya

    Penguatan harga CPO juga mengikuti kenaikan minyak nabati lain. Di Bursa Dalian, kontrak minyak kedelai naik 0,65% dan kontrak minyak sawit menguat 1,26%. Di Chicago Board of Trade, harga minyak kedelai tercatat naik 0,49%.

    Harga minyak mentah dunia yang tetap tinggi turut memberi dukungan karena membuat minyak sawit lebih kompetitif sebagai bahan baku biodiesel dan memperbaiki prospek permintaan.

    Sementara itu, apresiasi nilai tukar ringgit Malaysia sebesar 0,44% terhadap dolar AS sedikit membatasi kenaikan harga CPO karena membuat komoditas itu lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.

  • Lima Berita Populer 29 Juni 2026: Saham Keluar MSCI, Update Harga Emas, dan Laporan Keuangan MBMA

    Lima Berita Populer 29 Juni 2026: Saham Keluar MSCI, Update Harga Emas, dan Laporan Keuangan MBMA

    Berikut rangkuman lima berita yang menjadi perhatian pembaca hingga Senin, 29 Juni 2026. Pilihan ini mencakup pergerakan indeks saham, perkembangan harga emas, rencana korporasi, dan kinerja kuartalan emiten.

    Setiap poin menyajikan fakta utama dan data yang dipublikasikan per 29 Juni 2026, tanpa tambahan analisis atau komentar di luar keterangan resmi.

    Saham-Saham Yang Dikeluarkan Dari MSCI

    Maybank Sekuritas mencatat dua dari lima saham yang dikeluarkan dari MSCI Large Cap relatif lebih tahan banting berdasarkan penutupan perdagangan Jumat, 26 Juni 2026.

    MSCI Inc sebelumnya menyelesaikan tinjauan indeks Mei 2026 dan mengumumkan perubahan pada 12 Mei 2026, yang kemudian diimplementasikan pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.

    Dalam putusan itu, enam saham emiten Indonesia dicoret dari perhitungan MSCI Global Standard Index: PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Kaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

    Harga Emas Perhiasan Periode 29 Juni 2026

    Harga emas perhiasan pada pagi Senin, 29 Juni 2026, tercatat solid menurut data dari Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas.

    Pergerakan yang dinamis mendorong anjuran bagi calon pembeli maupun investor untuk terus memantau harga sebelum memutuskan membeli atau menjual emas perhiasan.

    Mitratel Ikut Menyederhanakan Struktur Grup

    PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) berencana melakukan penyederhanaan struktur grup dengan menerima penggabungan usaha (merger) dari dua anak usaha: PT Persada Sokka Tama (PST) dan PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT).

    Kedua entitas merupakan anak perusahaan yang 100% sahamnya dikendalikan MTEL, sehingga transaksi dikategorikan sebagai transaksi afiliasi tanpa menimbulkan dilusi. Tujuan merger meliputi peningkatan skala dan portofolio, optimalisasi rasio kolokasi, efisiensi biaya operasional, memperkuat struktur permodalan, memperluas jangkauan, dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

    Mitratel akan meminta persetujuan pemegang saham terkait penggabungan usaha dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada Selasa, 30 Juni 2026, setelah terlebih dahulu menggelar RUPS Luar Biasa terkait penambahan kegiatan usaha sebagai konsekuensi merger.

    MBMA Catat Laba Kuartal I-2026 Mendekati Rekor Pra-IPO

    PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) membalikkan rugi menjadi laba pada kuartal I-2026, mencatat keuntungan US$29,94 juta atau setara Rp534 miliar (kurs asumsi Rp17.850 per US$).

    Perolehan itu membalikkan rugi US$3,45 juta pada periode sama tahun sebelumnya dan menjadi laba kuartalan tertinggi sejak penawaran umum perdana saham pada April 2023. Angka tersebut juga mulai mendekati rekor laba bersih MBMA pada semester I-2022 sebesar US$33,42 juta.

    Catatan kinerja menunjukkan fluktuasi selama tiga tahun terakhir; misalnya, Januari–Maret 2024 MBMA mencetak laba US$3,66 juta setelah rugi US$7 juta pada Januari–Maret 2023.

    Harga Emas Batangan Antam Amblas Pada 29 Juni 2026

    Harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) tercatat turun pada Senin, 29 Juni 2026. Data dari laman Logam Mulia menunjukkan penurunan harga sebesar Rp15.000 pada hari tersebut.

    Selain itu, harga beli kembali (buyback) emas Antam pada hari yang sama juga mengalami penurunan. Daftar harga pecahan emas batangan yang dipublikasikan di laman Logam Mulia tidak termasuk pajak.

  • Soroti Ketegangan AS-Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak

    Soroti Ketegangan AS-Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak

    Harga minyak dunia ditutup menguat lebih dari 1% pada perdagangan Senin (29/6/2026) seiring meningkatnya kekhawatiran pasar atas memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

    Peningkatan harga terpantau meski pasar masih menaruh harap bahwa implementasi kesepakatan damai sementara akan terus berjalan dan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

    Perkembangan Harga

    Harga minyak mentah Brent naik US$1,16 atau 1,61% menjadi US$73,15 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat US$1,52 atau 2,2% ke level US$70,75 per barel.

    Ketegangan Militer Dan Respons Diplomasi

    Sentimen pasar berubah setelah aksi balasan antara AS dan Iran pada akhir pekan yang memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global. Aksi saling serang itu dinilai berpotensi mengganggu implementasi kesepakatan damai sementara yang sebelumnya disepakati kedua negara.

    Di tengah ketegangan, tim teknis AS dan Iran dijadwalkan menggelar pertemuan di Doha, Qatar, dalam beberapa hari ke depan untuk membahas implementasi kesepakatan damai sementara. Pertemuan ini menjadi salah satu faktor yang memberi harapan pasar agar konflik tidak berkembang menjadi perang yang lebih luas.

    Risiko Di Selat Hormuz

    Perhatian pelaku pasar juga tertuju pada kondisi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia. Iran menyatakan para ahli dari Iran dan Oman akan memulai pembahasan mengenai pengaturan ulang jalur pelayaran di Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang, serta menegaskan akan menghalangi kapal-kapal yang berlayar di luar jalur yang telah ditetapkan.

    Namun, kekhawatiran terhadap keamanan tetap tinggi. Direktur Energy Futures Mizuho, Bob Yawger, mengatakan risiko keamanan di Selat Hormuz masih tinggi sehingga arus pengiriman minyak belum dapat kembali normal dalam waktu dekat.

    “Pasokan minyak tidak bisa langsung kembali ke level sebelum perang dalam satu atau dua pekan. Selama ancaman keamanan masih ada, setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz tetap menghadapi risiko serangan,”

    Yawger juga menyebutkan keberadaan ranjau laut di sejumlah titik serta tingginya biaya asuransi pelayaran sebagai hambatan bagi normalisasi lalu lintas kapal di jalur tersebut.

    Aktivitas Ekspor Dan Dampaknya

    Meski situasi ketegangan, aktivitas ekspor dari kawasan Teluk Persia mulai menunjukkan pemulihan. Analis Gelber & Associates memperkirakan ekspor minyak dari kawasan tersebut telah kembali mencapai sedikitnya 75% dari level sebelum konflik meletus.

    Perusahaan energi Arab Saudi, Aramco, dilaporkan kembali melakukan pemuatan minyak mentah di Terminal Ras Tanura sejak Jumat lalu setelah aktivitas tersebut sempat terhenti hampir empat bulan akibat konflik. Operasional terminal tetap berjalan meski sebuah helikopter milik Aramco jatuh di Ras Tanura pada Minggu yang menewaskan 14 orang; penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan.

    Analis menilai harga minyak berpotensi bergerak fluktuatif dalam beberapa waktu ke depan. Selain perkembangan konflik AS-Iran, pelaku pasar akan terus mencermati kelancaran pengiriman minyak melalui Selat Hormuz sebagai salah satu faktor utama menentukan stabilitas pasokan energi global.