Kategori: Finansial

  • IHSG Anjlok 2,42% ke 5.679, Investor Tahan Diri Menyusul Sentimen Berlapis

    IHSG Anjlok 2,42% ke 5.679, Investor Tahan Diri Menyusul Sentimen Berlapis

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok pada sesi I perdagangan Selasa (30/6/2026). Bursa mengalami tekanan kuat, membuat mayoritas pelaku pasar memilih menahan transaksi.

    Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia, hingga akhir sesi I IHSG turun 141 poin atau 2,42% ke level 5.679.

    Sentimen Global Memperburuk Kekhawatiran

    Analis dari Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan pelemahan terjadi ketika pelaku pasar menunggu rilis data ekonomi penting dan perkembangan sejumlah sentimen global yang belum pasti.

    Perhatian global tertuju pada rencana kelanjutan pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Doha, Qatar. Meski ada kesepakatan penghentian sementara aksi serang di Selat Hormuz, pasar masih mempertanyakan keberlanjutan gencatan tersebut, apalagi Iran menegaskan akan tetap mengawasi lalu lintas kapal di perairan strategis tersebut.

    Di sisi lain, aktivitas ekonomi China menunjukkan tanda perbaikan. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur untuk Juni naik menjadi 50,3 dari 50,0, melampaui ekspektasi 50,1. PMI nonmanufaktur juga meningkat menjadi 50,2 dari 50,1, di atas proyeksi 49,9. People’s Bank of China menyuntikkan likuiditas sebesar 300 miliar yuan melalui operasi reverse repo untuk menjaga kondisi pasar.

    “Meski demikian, sentimen positif dari China belum mampu mengangkat minat beli investor di pasar saham Indonesia,” tulis Pilarmas dalam risetnya.

    Sentimen Domestik Membebani

    Pilarmas menilai tekanan terbesar terhadap IHSG justru datang dari faktor domestik. Investor tetap bersikap wait and see menjelang rilis data ekonomi penting dan mengamati hasil evaluasi indeks MSCI yang berpotensi memengaruhi arus modal asing.

    Selain itu, terbitnya aturan baru yang memberikan perlindungan hukum menyeluruh bagi pembeli obligasi yang diterbitkan Badan Pengelola Investasi Danantara memunculkan kekhawatiran mengenai aspek tata kelola dan transparansi. Kondisi ini mendorong peningkatan kehati-hatian dan arus keluar dana investor asing.

    “Sentimen tinjauan MSCI dan regulasi baru terkait Danantara menjadi perhatian pasar karena menimbulkan kekhawatiran terhadap tata kelola dan transparansi. Kondisi ini mendorong terjadinya outflow dana investor asing,”

    Pada sesi I, tekanan jual meluas ke hampir seluruh sektor. Saham yang mencatat kenaikan terbesar antara lain PEGE, AYLS, MGNA, BOBA, dan ENAK. Sebaliknya, lima emiten dengan pelemahan terdalam adalah MMIX, PANS, RGAS, COCO, dan OILS.

    Meski pasar terkoreksi tajam, Pilarmas masih melihat peluang pada saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU). Sekuritas tersebut merekomendasikan buy dengan area support di level 4.240 dan resistance di level 5.250.

  • BRIDS Soroti Tekanan Luas, IHSG Terkoreksi 2,42% ke 5.679,75

    BRIDS Soroti Tekanan Luas, IHSG Terkoreksi 2,42% ke 5.679,75

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama 30 Juni 2026 pada level 5.679,75, anjlok 2,42% setelah tekanan jual meluas ke hampir seluruh sektor pasar.

    Dari 792 saham yang diperdagangkan, hanya 99 saham menguat sementara 583 saham melemah, mencerminkan tekanan penjualan yang tersebar luas di bursa.

    Sektor Basic Materials mencatat pelemahan terdalam sebesar 4,30%, diikuti sektor Energi yang turun 3,31%. Sektor Keuangan juga melemah 1,69% dan turut menekan pergerakan indeks.

    Saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, TPIA, TLKM, dan AMMN tercatat ditutup melemah dan menjadi salah satu sumber penurunan IHSG pada sesi tersebut.

    Sentimen Valuta Dan Risiko Pasar

    Rupiah berada di kisaran Rp 17.800 per dolar AS, kondisi yang menurut BRIDS menunjukkan tekanan eksternal terhadap aset domestik belum sepenuhnya mereda. Kondisi ini mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko.

    Catatan Untuk Investor

    BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mencatat beberapa hal yang perlu diperhatikan investor. Pertama, pelemahan pasar bersifat broad-based, bukan hanya dipicu oleh satu sektor atau saham tertentu.

    Kedua, saham-saham berkapitalisasi besar masih menjadi sumber tekanan utama bagi IHSG. Ketiga, pergerakan nilai tukar Rupiah dan sentimen global diperkirakan masih menentukan arah pasar dalam jangka pendek.

    “Pergerakan Rupiah dan sentimen global diperkirakan masih menjadi faktor yang menentukan arah pasar dalam jangka pendek,”
    “Selama belum ada katalis positif baru, volatilitas diperkirakan masih akan tinggi,”

    BRIDS menilai koreksi tajam pada hari tersebut menggambarkan pasar sedang memasuki fase risk-off, di mana investor memilih mengurangi risiko daripada menambah posisi.

    Bagi investor jangka panjang, BRIDS menyebut kondisi koreksi ini dapat menjadi kesempatan untuk mencermati saham-saham berkualitas yang terkoreksi ke valuasi lebih menarik. Namun, perusahaan juga mengingatkan pentingnya penerapan manajemen risiko dan menunggu konfirmasi stabilisasi pasar sebelum menambah posisi.

  • Harga Emas Digital Turun Selasa 30 Juni 2026: Rincian Per Platform

    Harga Emas Digital Turun Selasa 30 Juni 2026: Rincian Per Platform

    Harga emas digital pada Selasa, 30 Juni 2026, tercatat cenderung melemah. Pergerakan ini terkait dengan fluktuasi harga emas global dan nilai tukar rupiah.

    Di tengah koreksi harga, minat masyarakat terhadap emas digital tetap tumbuh. Produk ini populer karena dapat diakses secara online, fleksibel, dan memungkinkan pembelian mulai dari nominal kecil, sehingga menjadi alternatif bagi investor ritel yang ingin menabung emas secara bertahap.

    Update Harga Per Platform

    Berikut update harga emas digital hingga Selasa 30 Juni 2026 yang berasal dari beberapa platform jual beli emas digital:

    • PT Indonesia Logam Pratama (Treasury)

      Harga beli: Rp 2.374.487 per gram (-Rp 24.868)
      Harga jual: Rp 2.295.938 per gram.

    • PT Laku Emas Indonesia (Lakuemas)

      Harga beli: Rp 2.375.000 per gram (stabil)
      Harga jual: Rp 2.302.000 per gram (stabil).

    • PT Indogold Makmur Sejahtera (IndoGold)

      Harga beli: Rp 2.381.624 per gram (-Rp 19.880)
      Harga jual: Rp 2.322.000 per gram (-Rp 20.500).

    • PT Syariah Koin Indonesia (ShariaCoin)

      Harga beli: Rp 2.445.000 per gram (-Rp 23.000)
      Harga jual: Rp 2.361.000 per gram (-Rp 22.000).

  • BBCA Jadi Satu-Satunya Saham Dengan Nilai Transaksi Rp1,24 Triliun, Harga Terkoreksi

    BBCA Jadi Satu-Satunya Saham Dengan Nilai Transaksi Rp1,24 Triliun, Harga Terkoreksi

    PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi satu-satunya saham yang mencatat nilai transaksi lebih dari Rp 1 triliun pada sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di pasar reguler, Selasa (30/6/2026). Tercatat 217,54 juta saham BBCA berpindah tangan dengan frekuensi 43.787 kali dan nilai transaksi mencapai Rp 1,24 triliun.

    Meski nilai transaksinya tinggi, harga saham BBCA tertekan dan diparkir turun 3,38% ke Rp 5.725 per saham pada penutupan sesi I. Tekanan jual asing juga terlihat pada saham ini.

    Kinerja Saham Lain

    Di posisi kedua nilai transaksi terbesar muncul pada saham BBRI sebesar Rp 377,6 miliar, disusul TPIA Rp 350,4 miliar, BMRI Rp 347 miliar, dan TLKM Rp 226,4 miliar. Mayoritas saham lainnya mencatat nilai transaksi di bawah Rp 500 miliar pada sesi I tersebut.

    Pergerakan Asing dan IHSG

    Berdasarkan catatan Stockbit Sekuritas, BBCA mengalami net sell asing sebesar 72,21 juta saham atau sekitar Rp 413,22 miliar, tertinggi dibandingkan saham lainnya pada sesi I.

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I tertekan 2,42% ke level 5.679, dengan total nilai transaksi di seluruh pasar BEI mencapai sekitar Rp 7,5 triliun.

    Pandangan Maybank Sekuritas

    Maybank Sekuritas mencatat IHSG sebelumnya mengalami penurunan 1,28% pada perdagangan Senin (29/6/2026). Nilai transaksi keseluruhan hari tersebut tercatat Rp 9 triliun, dengan pasar reguler sebesar Rp 7,63 triliun.

    “Keadaan ini menunjukkan sentimen yang relatif minim mencerminkan perilaku pasar cenderung wait & see,”

    Maybank Sekuritas menambahkan asing kembali mencatatkan net sell sebesar Rp 881 miliar, dengan nilai penjualan terbesar pada BBCA (Rp 423,63 miliar), BMRI (Rp 97,82 miliar), TLKM (Rp 71,29 miliar), BBRI (Rp 53,78 miliar) dan AADI (Rp 43,18 miliar).

    “BBCA yang sebelumnya bergerak menjadi saham penahan indeks, berubah menjadi pemberat indeks,”

    Perusahaan sekuritas itu juga mencatat nilai transaksi pasar secara keseluruhan tergolong kecil dibandingkan rata-rata historis. Sebagai gambaran, rata-rata nilai transaksi per hari untuk 2020–2022 berada di kisaran Rp 9–14 triliun per hari, turun menjadi sekitar Rp 10 triliun pada 2023, lalu meningkat pada 2024–awal 2026 di kisaran Rp 13–34 triliun.

    Maybank Sekuritas menekankan penurunan nilai transaksi yang signifikan menjadi “alarm” penting untuk memastikan arah pergerakan pasar ke depan. “Apabila hal ini tidak mengalami pemulihan dalam waktu dekat, momentum negatif dengan volatilitas yang sangat tinggi dapat segera terealisasi,” pungkas Maybank Sekuritas.

  • Kemenkeu: 1,64 Juta Pekerja Nikmati Tarif PPh Final 0% Untuk Pencairan JHT

    Kemenkeu: 1,64 Juta Pekerja Nikmati Tarif PPh Final 0% Untuk Pencairan JHT

    Pemerintah menyatakan 1,64 juta pekerja telah menerima insentif pajak berupa tarif PPh Final 0% untuk pencairan manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) dengan nominal sampai Rp50 juta.

    Data BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan pada periode Januari–Mei 2026 terdapat 1.723.910 klaim JHT yang dibayarkan, dan 1.645.469 klaim atau 95,45% di antaranya memiliki saldo di bawah Rp50 juta sehingga mendapat perlakuan PPh Final 0%.

    Aturan dan Batasan Insentif

    Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro, menegaskan pemberian insentif ini merupakan ketentuan yang telah diatur sebelumnya dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 16 Tahun 2010.

    Aturan itu menetapkan fasilitas tarif PPh Final 0% untuk pencairan manfaat JHT di masa pensiun sampai dengan nominal Rp50 juta.

    Ketentuan Untuk Saldo Di Atas Rp50 Juta

    Bagi peserta yang memiliki saldo JHT di atas Rp50 juta, kelebihan saldo tersebut dikenakan tarif PPh Final sebesar 5% dengan syarat seluruh proses pencairan diselesaikan paling lama dua tahun kalender sejak tanggal pencairan pertama kali di masa pensiun.

    Untuk pencairan JHT oleh pekerja yang masih aktif bekerja, mekanisme perpajakan mengikuti ketentuan tarif umum PPh Orang Pribadi yang berlaku.

    Tujuan Kebijakan

    Deni mengatakan skema perpajakan ini bertujuan mendorong peserta agar tidak menarik dana JHT lebih awal, sehingga manfaat program JHT dapat diperoleh sebesar-besarnya oleh pekerja.

    “Melalui kebijakan perpajakan yang berkeadilan, pemerintah memberikan perlakuan khusus berupa insentif tarif final yang jauh lebih ringan bagi para pekerja yang mencairkan dana JHT,”

    Dia menambahkan, iuran JHT yang disetor setiap bulan saat masih aktif bekerja merupakan komponen yang tidak pernah dikenakan PPh.

    “Melalui skema ini, negara hadir memberikan keadilan, kemudahan, dan kesederhanaan bagi hari tua pekerja,” kata Deni.

  • Harga Emas Pegadaian Turun Serentak, Antam hingga Galeri 24 Catat Penurunan

    Harga Emas Pegadaian Turun Serentak, Antam hingga Galeri 24 Catat Penurunan

    Harga emas batangan yang dijual Pegadaian tercatat turun pada Selasa, 30 Juni 2026. Penurunan terjadi pada ketiga merek yang diperdagangkan, yaitu Antam, UBS, dan Galeri 24.

    Pegadaian menyediakan beberapa pecahan mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram untuk beberapa merek tersebut. Berikut daftar harga tiap pecahan dan besaran penurunan yang tercatat pada hari bersangkutan.

    Harga Emas Antam

    • Antam 0,5 gram: Rp 1.420.000 (Turun Rp 8.000)
    • Antam 1 gram: Rp 2.736.000 (Turun Rp 15.000)
    • Antam 2 gram: Rp 5.408.000 (Turun Rp 32.000)
    • Antam 3 gram: Rp 8.086.000 (Turun Rp 47.000)
    • Antam 5 gram: Rp 13.442.000 (Turun Rp 78.000)
    • Antam 10 gram: Rp 26.827.000 (Turun Rp 156.000)
    • Antam 25 gram: Rp 66.937.000 (Turun Rp 390.000)
    • Antam 50 gram: Rp 133.791.000 (Turun Rp 780.000)
    • Antam 100 gram: Rp 267.501.000 (Turun Rp 1.560.000)

    Harga Emas UBS

    • UBS 0,5 gram: Rp 1.415.000 (Turun Rp 11.000)
    • UBS 1 gram: Rp 2.617.000 (Turun Rp 22.000)
    • UBS 2 gram: Rp 5.194.000 (Turun Rp 43.000)
    • UBS 5 gram: Rp 12.833.000 (Turun Rp 108.000)
    • UBS 10 gram: Rp 25.533.000 (Turun Rp 212.000)
    • UBS 25 gram: Rp 63.706.000 (Turun Rp 531.000)
    • UBS 50 gram: Rp 127.151.000 (Turun Rp 1.059.000)
    • UBS 100 gram: Rp 254.200.000 (Turun Rp 2.119.000)
    • UBS 250 gram: Rp 635.313.000 (Turun Rp 5.294.000)
    • UBS 500 gram: Rp 1.269.135.000 (Turun Rp 10.576.000)

    Harga Emas Galeri 24

    • Galeri 24 0,5 gram: Rp 1.366.000 (Turun Rp 12.000)
    • Galeri 24 1 gram: Rp 2.605.000 (Turun Rp 22.000)
    • Galeri 24 2 gram: Rp 5.147.000 (Turun Rp 42.000)
    • Galeri 24 5 gram: Rp 12.772.000 (Turun Rp 107.000)
    • Galeri 24 10 gram: Rp 25.476.000 (Turun Rp 212.000)
    • Galeri 24 25 gram: Rp 63.345.000 (Turun Rp 528.000)
    • Galeri 24 50 gram: Rp 126.591.000 (Turun Rp 1.055.000)
    • Galeri 24 100 gram: Rp 253.058.000 (Turun Rp 2.108.000)
    • Galeri 24 250 gram: Rp 631.089.000 (Turun Rp 5.259.000)
    • Galeri 24 500 gram: Rp 1.262.177.000 (Turun Rp 10.519.000)
    • Galeri 24 1.000 gram: Rp 2.524.354.000 (Turun Rp 21.037.000)

    Catatan tambahan: harga beli untuk tabungan emas Pegadaian tercatat Rp 25.240 per 0,01 gram, sedangkan harga jual berada di Rp 23.970 per 0,01 gram.

  • BEI Umumkan Laba Bersih Rekor Rp1,07 Triliun

    BEI Umumkan Laba Bersih Rekor Rp1,07 Triliun

    PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp1,07 triliun, capaian tertinggi sejak lembaga itu berdiri. Angka ini melambungkan pertumbuhan laba sebesar 59,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Pendapatan yang meningkat dipadukan dengan pengelolaan operasional yang baik menjadi faktor utama di balik lonjakan laba tersebut. Kinerja ini terlihat di tengah kondisi ekonomi global yang menantang dan tingkat volatilitas pasar keuangan yang tinggi sepanjang tahun.

    Kinerja Keuangan dan Aktivitas Perdagangan

    Rekor laba bersih BEI pada 2025 menunjukkan peningkatan aktivitas perdagangan saham dan kepercayaan investor terhadap pasar modal domestik. Pencapaian tersebut menggarisbawahi posisi BEI sebagai penggerak utama pasar modal di Indonesia.

    Manajemen BEI menyatakan performa keuangan yang impresif tercapai melalui kombinasi kenaikan pendapatan dan efisiensi operasional. Namun, rincian komponen pendapatan dan beban yang membentuk angka laba bersih tidak dijabarkan dalam pernyataan ringkas tersebut.

    Implikasi untuk Pasar Modal

    Laba tertinggi ini dipandang sebagai penanda fundamental pasar modal yang relatif kuat meskipun menghadapi gejolak eksternal. Pencapaian tersebut dapat menjadi acuan bagi pelaku pasar dalam menilai dinamika perdagangan dan kepercayaan investor selama tahun buku 2025.

    Ke depan, BEI akan tetap mengawasi kondisi pasar dan melanjutkan upaya pengelolaan operasional guna mempertahankan performa keuangan yang solid.

  • Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, BNI Hari Ini: Rupiah Melemah ke Rp17.888

    Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, BNI Hari Ini: Rupiah Melemah ke Rp17.888

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mengalami pelemahan pada Selasa, 30 Juni 2026. Pada perdagangan spot exchange pagi hari, rupiah tercatat melemah 37 poin atau 0,21% ke level Rp 17.888 per dolar AS.

    Pada saat yang sama, indeks dolar global terpantau menguat ke level 101,28, tercatat naik 0,15%.

    Kurs Dolar di BCA

    PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mematok kurs e-rate pada pukul 10.10 WIB dengan harga beli dolar AS sebesar Rp 17.883 dan harga jual Rp 17.8903.

    Di layanan TT counter, BCA menetapkan harga beli Rp 17.715 dan harga jual Rp 17.990. Untuk transaksi bank notes, harga beli dan jual tercatat sama, masing-masing Rp 17.715 dan Rp 17.990.

    Kurs Dolar di Bank Mandiri

    PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada pukul 09.04 WIB memasang special rate untuk dolar AS dengan harga beli Rp 17.855 dan harga jual Rp 17.885 per dolar AS.

    Di TT counter, Bank Mandiri menetapkan harga beli Rp 17.670 dan harga jual Rp 17.970. Ketentuan untuk bank notes juga sama, harga beli Rp 17.670 dan harga jual Rp 17.970 per dolar AS.

    Kurs Dolar di BRI

    PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada pukul 10.24 WIB mencatat harga beli dolar AS sebesar Rp 17.778 per dolar AS dan harga jual Rp 17.921 per dolar AS.

    Kurs Dolar di BNI

    PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) pada pukul 10.20 WIB mencatat special rates dengan harga beli dolar AS sebesar Rp 17.879 dan harga jual Rp 17.909.

    Untuk transaksi TT counter, BNI mematok harga beli sebesar Rp 17.860 dan harga jual Rp 18.950. Ketentuan bank notes di BNI juga tercatat harga beli Rp 17.860 dan harga jual Rp 18.950 per dolar AS.

  • JECX Umumkan Harga IPO Rp 1.250 Per Saham, Tawarkan 15% Saham

    JECX Umumkan Harga IPO Rp 1.250 Per Saham, Tawarkan 15% Saham

    PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) atau Jakarta Eye Center memastikan pelaksanaan penawaran umum perdana (IPO) dengan total 487.983.500 saham atau 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

    Perusahaan mematok harga final IPO sebesar Rp 1.250 per saham, sehingga nilai emisi mencapai sekitar Rp 609,97 miliar, terdiri atas penawaran saham baru dan saham divestasi.

    Saham yang ditawarkan terbagi menjadi 325.322.300 saham baru (10%) dan 162.661.200 saham divestasi milik Waldensius Girsang (5%). Pada masa penawaran awal atau bookbuilding, JECX membuka rentang harga Rp 1.200–1.400 per saham.

    Periode penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 1–3 Juli 2026, dengan rencana pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026. Penjamin pelaksana emisi ditunjuk untuk mendampingi proses IPO.

    Penggunaan Dana

    Perseroan merinci alokasi dana hasil penjualan saham baru. Sekitar Rp 40 miliar dialokasikan untuk pelunasan awal sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk.

    Sebesar Rp 100 miliar akan digunakan untuk pelunasan awal sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank HSBC Indonesia. Sisa dana, sebesar Rp 185 miliar, akan disalurkan kepada anak perusahaan perseroan.

    Struktur Pemegang Saham

    Saat ini struktur pemegang saham JECX antara lain PT Sarana Mediatama Metropolitan Tbk (SAME) memegang 28% saham, Darwan Madja Purba 13,105%, dan PT Magna Selaras Lestari 10,149%.

    Magna Selaras Lestari tercatat sebagai pengendali JECX, sementara Darwan Madja Purba merupakan pemilik manfaat akhir. PT Sarana Mediatama Metropolitan merupakan entitas yang sahamnya mayoritas dimiliki oleh grup yang terkait dengan beberapa pemegang saham publik.

    Profil Perusahaan

    PT Nitrasanata Dharma berdiri pada 1 Februari 1984 dengan nama awal Klinik Mata Jakarta. Pada 1993, perusahaan berganti nama menjadi Jakarta Eye Center dan berkembang menjadi rumah sakit spesialis mata yang menggabungkan layanan klinis dengan teknologi terkini.

    Untuk mendukung ekspansi, JEC mengembangkan fasilitas dan jaringan layanan, termasuk pembangunan gedung berkonsep hospitel dan green building di Kedoya pada 2012, serta pembukaan dan pengembangan klinik dan rumah sakit melalui ekspansi organik, merger, akuisisi, dan kemitraan strategis sejak 2015.

    Ekspansi tersebut meliputi wilayah Jadetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Sulawesi, menjadikan grup ini jaringan layanan kesehatan mata yang terintegrasi secara nasional.

  • IHSG Ambruk 2,87%, Lima Saham Sentuh ARB pada Sesi Pertama

    IHSG Ambruk 2,87%, Lima Saham Sentuh ARB pada Sesi Pertama

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 166,94 poin atau 2,87% ke level 5.653,84 pada sejam perdagangan Selasa (30/6/2026). Pergerakan hari ini berada di kisaran 5.638–5.811, dengan mayoritas saham memerah.

    Perdagangan pada sesi pertama mencatatkan 7,78 miliar lembar saham yang diperdagangkan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,94 triliun dan frekuensi 533.908 kali transaksi.

    Ada 72 saham yang mencatatkan kenaikan, 590 saham turun, dan 117 saham stagnan. Kelompok saham unggulan LQ45 terkoreksi 2,75% pada sesi tersebut.

    Pergerakan Pasar Asia

    Saat IHSG melemah, indeks-indeks saham utama Asia mayoritas juga bergerak turun pada jam yang sama. Shanghai turun 0,18%, Straits Times turun 0,58%, dan Hang Seng anjlok 1,27%. Sebaliknya, Nikkei menguat 0,93%.

    Saham Tersungkur Sentuh ARB

    Lima saham tercatat membentur batas auto rejection bawah (ARB) dengan penurunan di atas 14% pada sesi pertama. Rinciannya sebagai berikut:

    • PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) turun 14,84% menjadi Rp 545.
    • PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) turun 14,78% menjadi Rp 1.585.
    • PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) anjlok 14,77% menjadi Rp 456.
    • PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) jatuh 14,62% menjadi Rp 181.
    • PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) turun 14,48% menjadi Rp 124.

    Saham Paling Menguat

    Di sisi penguat, lima saham tercatat teratas dalam daftar top gainers pada sesi tersebut:

    • PT Arkayana Lestari Grup Tbk (AYLS) naik 24,64% menjadi Rp 172.
    • PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK) melonjak 19,29% menjadi Rp 334.
    • PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) melesat 17,07% menjadi Rp 288.
    • PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) naik 13,89% menjadi Rp 410.
    • PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) naik 12,07% menjadi Rp 65.

    Data perdagangan dan pergerakan saham tercatat pada sejam pertama perdagangan hari Selasa, mencerminkan kondisi pasar dalam sesi pembukaan.