Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan tetap berada dalam tekanan pada perdagangan Rabu, 1 Juli 2026. Sentimen global yang mendukung pasar saham Amerika Serikat belum cukup menutupi faktor-faktor negatif domestik.
Penguatan di Wall Street disebut menjadi katalis positif, namun aksi jual investor asing, pelemahan harga sejumlah komoditas, dan tekanan pada nilai tukar rupiah berpotensi menahan laju IHSG.
Proyeksi Pergerakan
CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. Rentang support yang disebutkan berada pada 5.485-5.330, sedangkan level resist diperkirakan di 5.800-5.960.
Sentimen Global
Pada perdagangan sebelumnya, bursa Wall Street mencatat penguatan yang didorong oleh reli saham produsen chip dan aksi window dressing menjelang penutupan paruh pertama tahun ini. Beberapa emiten semikonduktor mencatatkan kenaikan, antara lain Nvidia, Advanced Micro Devices, dan Intel, sehingga menarik aliran ke sektor terkait.
Rekomendasi Saham
Berdasarkan ulasan CGS International Sekuritas Indonesia, beberapa saham yang layak dicermati untuk strategi trading pada hari tersebut adalah CPIN, ICBP, UNVR, HMSP, CMRY, dan AALI.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.485-5.330 dan resist 5.800-5.960,”
Rekomendasi tersebut diberikan dalam konteks kondisi pasar yang masih rentan terhadap dinamika arus modal dan pergerakan harga komoditas.

Tinggalkan Balasan