Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan berada di bawah tekanan pada perdagangan Rabu (1/7/2026) menyusul koreksi yang berlanjut pada akhir sesi sebelumnya.
Kemarin IHSG ditutup melemah 3,05% ke level 5.643,1, memperpanjang penurunan tahun berjalan sebesar 35,49%. Sepanjang Semester I-2026 tercatat net sell asing lebih dari Rp 88 triliun, mencerminkan tekanan jual yang signifikan di pasar saham domestik.
Pelaku pasar diperkirakan akan mengamati beberapa rilis data domestik hari ini, termasuk S&P Global Manufacturing PMI Indonesia, angka inflasi, dan neraca perdagangan, sebagai indikator kondisi ekonomi dalam negeri.
Dari sisi eksternal, fokus tertuju pada data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed, sehingga memberi dampak pada sentimen global dan pasar saham lokal.
Proyeksi Teknis Pasar
Dalam analisis teknikal, IHSG masih berada dalam tren bearish. BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan level support terpantau di 5.560 dan resistance di 5.735.
“Selama belum mampu kembali ke atas area resistance, tekanan jual diperkirakan masih akan mendominasi,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasan mereka.
Pergerakan Bursa Global
Sentimen global sedikit positif pada perdagangan sebelumnya. Indeks di Wall Street menutup perdagangan menguat, dengan Dow Jones Industrial Average naik 0,26% ke 52.319,2, S&P 500 menguat 0,79% ke 7.499,3, dan Nasdaq Composite bertambah 1,52% menjadi 26.213,7.
Saran Saham Untuk Trading
Berdasarkan penilaian broker tersebut, beberapa saham dianggap menarik untuk strategi trading pada hari ini, yaitu HMSP, ARTO, dan CPIN.

Tinggalkan Balasan