Saham PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) tercatat melompat pada sesi I perdagangan Selasa (30/6/2026) setelah perusahaan memutuskan pembagian dividen tunai. Pada sekitar pukul 09.44 WIB, harga saham DEPO naik 12,26% menjadi Rp238 per saham.
Lonjakan terjadi setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2026 mengesahkan pembagian dividen tunai sebesar Rp10,2 miliar atau Rp1,5 per saham. Sebelumnya, dari 19 hingga 29 Juni, pergerakan saham mayoritas menunjukkan tren turun dengan dua hari stagnan.
Kinerja Perdagangan Saham
Sampai catatan perdagangan sesi pagi itu, telah diperdagangkan sebanyak 673.700 saham DEPO dengan frekuensi 432 kali dan nilai transaksi mencapai Rp162,56 juta.
Keputusan RUPST dan Penggunaan Laba
Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp77 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp10,2 miliar dialokasikan untuk dividen tunai, Rp5 miliar disisihkan sebagai dana cadangan sesuai ketentuan, dan sisa laba dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha.
Kinerja Operasional 2025
Manajemen melaporkan pendapatan usaha pada 2025 sebesar Rp2,88 triliun, naik 2,1% dari Rp2,82 triliun pada 2024. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan penjualan organik di sejumlah wilayah operasional, dengan kontribusi terbesar berasal dari Bali.
Laba kotor tercatat meningkat menjadi Rp584,2 miliar dibandingkan Rp557,3 miliar pada 2024, sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp77 miliar.
Perubahan Susunan Direksi dan Dewan Komisaris
RUPST juga menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris yang efektif berlaku mulai 1 Juli 2026. Henryanto Komala diangkat sebagai Direktur Utama, sedangkan Kambiyanto Kettin dipercaya sebagai Komisaris Utama perseroan.
Strategi Pertumbuhan dan Digitalisasi
Komisaris Utama DEPO, Kambiyanto Kettin, menyatakan perseroan akan melanjutkan strategi pertumbuhan melalui ekspansi jaringan toko secara selektif, peningkatan efisiensi operasional, penguatan portofolio produk, serta pengembangan kapabilitas digital.
“Perseroan melihat peluang pertumbuhan yang masih terbuka seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap produk bahan bangunan dan home improvement di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu, kami akan terus memperkuat daya saing melalui peningkatan kualitas layanan, penguatan portofolio produk, serta pengembangan jaringan usaha secara selektif dan terukur,”
Kambiyanto menambahkan bahwa ekspansi gerai baru akan mempertimbangkan potensi pasar, kualitas lokasi, dan disiplin investasi agar memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan.
Selain memperluas jaringan, DEPO juga berencana meningkatkan profitabilitas melalui optimalisasi bauran produk, peningkatan kontribusi house brand, penguatan kerja sama dengan pemasok strategis, serta inisiatif efisiensi operasional.
Dari sisi kanal daring, perseroan menegaskan pengembangan omnichannel sebagai pelengkap jaringan fisik untuk menghadirkan pengalaman belanja yang lebih terintegrasi dan mendukung efektivitas operasional.
Realisasi Dana IPO dan Fokus Ke Depan
Manajemen melaporkan seluruh dana bersih hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp487,8 miliar telah direalisasikan sesuai rencana penggunaan. Dana tersebut digunakan untuk belanja modal, pelunasan pinjaman, investasi pada entitas anak, serta modal kerja perseroan.
Ke depan, manajemen menegaskan akan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, profitabilitas, dan pengelolaan modal yang disiplin untuk menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham.
“Fokus utama manajemen ke depan adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, profitabilitas, dan disiplin pengelolaan modal. Kami berkomitmen menjalankan strategi yang memperkuat fundamental Perseroan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan,” tutup Kambiyanto.

Tinggalkan Balasan