WhatsApp membuka opsi bagi sekitar tiga miliar penggunanya untuk memesan nama pengguna (username) unik. Fitur ini dimaksudkan agar pengguna dapat saling terhubung tanpa harus saling membagikan nomor telepon pribadi.
Perusahaan menyatakan proses reservasi username telah dimulai sejak awal pekan ini dan fitur tersebut direncanakan berfungsi penuh serta diterapkan secara luas pada akhir tahun ini.
Cara Kerja Username
Alice Newton-Rex, Head of Product WhatsApp, menjelaskan username memberi kontrol lebih besar atas nomor telepon pengguna. Menurutnya, mekanisme ini berguna saat berinteraksi dengan kontak baru atau saat bergabung ke grup obrolan.
Newton-Rex mengatakan, “Saat Anda bertemu orang baru—apakah itu teman sekelas, tetangga, atau seseorang di sebuah acara—membagikan nomor telepon terkadang terasa seperti langkah yang terlalu jauh.”
Berbeda dengan sistem profil publik, fitur username WhatsApp dirancang untuk menjaga privasi. Pengguna tidak bisa mencari daftar username secara acak di dalam aplikasi; untuk memulai kontak, seseorang harus mengetahui username yang dituju secara tepat.
Perlindungan Dari Penipuan dan Impersonation
Untuk mengurangi risiko penipuan dan peniruan identitas (impersonation), WhatsApp mengatakan telah memesan dan mengamankan username yang sama dengan pemilik akun Facebook dan Instagram selama masa reservasi.
Perusahaan juga menyebut akan memproteksi secara permanen sejumlah username penting milik tokoh publik, selebritas, dan lembaga pemerintah agar tidak disalahgunakan pihak lain.
Newton-Rex menegaskan tujuan fitur ini: “Kami menganggap fitur ini sukses jika Anda merasa lebih aman di WhatsApp, merasa nomor telepon Anda tetap privat, dan Anda bisa merasa percaya diri untuk terhubung dengan orang baru jika Anda mau.”
Latar Belakang Privasi WhatsApp
Sejak diakuisisi oleh Meta pada 2014, WhatsApp terus berkembang dari aplikasi pesan sederhana menjadi platform komunikasi global yang menekankan keamanan data. Salah satu langkah besar sebelumnya adalah penerapan enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption) secara menyeluruh pada 2016.
Meskipun demikian, penggunaan nomor telepon sebagai identitas utama akun selama ini kerap dianggap sebagai celah privasi. Nomor yang tersebar dapat memicu panggilan spam, pemasaran tanpa izin, hingga ancaman penguntitan (stalking).
Dengan memperkenalkan username, WhatsApp berharap memberi alternatif identitas yang lebih privat bagi penggunanya tanpa mengubah cara dasar aplikasi bekerja.



