Kategori: Berita

  • Grab Buka Lagi Pendaftaran GrabScholar 2026 Setelah Salurkan 5.700 Beasiswa

    Grab Buka Lagi Pendaftaran GrabScholar 2026 Setelah Salurkan 5.700 Beasiswa

    Grab membuka kembali pendaftaran program beasiswa GrabScholar untuk tahun 2026, menyasar pelajar dari tingkat SD, SMP, SMA/sederajat hingga mahasiswa Strata-1 (S1) di seluruh Indonesia. Pendaftaran dibuka pada 17 Juni hingga 19 Juli 2026 melalui kanal pendaftaran yang disediakan mitra pelaksana.

    Program ini sebelumnya telah menjangkau 5.700 penerima manfaat di Indonesia dengan total bantuan pendidikan sebesar Rp25,8 miliar, menurut data internal Grab. Inisiatif merupakan bagian dari program GrabForGood Fund yang bertujuan meringankan hambatan finansial dan memperluas akses pendidikan.

    Tujuan dan Kelompok Penerima

    Grab menyatakan program ini ditujukan kepada pelajar dan mahasiswa dari berbagai latar belakang, termasuk anak Mitra Pengemudi, Mitra Merchant, masyarakat umum, serta penyandang disabilitas. Untuk jenjang SD hingga SMA/sederajat, bantuan difokuskan pada kebutuhan sekolah, sedangkan penerima jenjang S1 dapat memperoleh dukungan biaya kuliah, biaya akomodasi, dan laptop.

    Pelaksanaan dan Seleksi

    Pelaksanaan program di Indonesia dilakukan bekerja sama dengan BenihBaik.com sebagai mitra implementasi. Proses seleksi berjalan bertahap meliputi seleksi administrasi, tes tertulis, tes psikologi, dan wawancara sesuai kategori program. Tim dari BenihBaik, Grab, serta mitra psikolog profesional dilibatkan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

    Sejak diluncurkan, GrabScholar mencatat lebih dari 120.000 pendaftar di Indonesia. Pada periode pendaftaran 2025 yang berlangsung Juni–Juli, tercatat lebih dari 56.000 pendaftar dari lebih 400 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

    Respons Pihak Terkait

    Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indonesia, menyatakan, “Pendidikan adalah investasi untuk masa depan generasi muda Indonesia. Melalui GrabScholar 2026, kami berupaya membuka lebih banyak kesempatan bagi pelajar, mahasiswi, dan mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih setara.”

    Andy F. Noya, pendiri BenihBaik.com, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi lintas sektor untuk memperluas akses pendidikan dan menilai pentingnya mekanisme yang transparan dan akuntabel dalam pelaksanaan program.

    Contoh Dampak Program

    Salah satu penerima beasiswa GrabScholar 2025, Aldo Triawan Saputra—mahasiswa UIN Syekh Wasil Kediri dan anak Mitra Merchant Grab—mengungkapkan manfaat dukungan. Ia mengatakan dukungan biaya kuliah dan laptop membantu aktivitas perkuliahan dan akses materi, sekaligus mendorongnya untuk tetap berprestasi meski sebagai penyandang disabilitas.

    Secara regional, program GrabScholar dijalankan di lima negara Asia Tenggara: Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Total penerima manfaat di tingkat regional mencapai 8.238 orang sejak peluncuran, dengan Indonesia menyumbang lebih dari 5.700 penerima atau hampir 70 persen dari total dampak program.

    Informasi lengkap mengenai persyaratan, jadwal seleksi, dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui kanal pendaftaran resmi mitra pelaksana program.

  • Lima Berita Populer 29 Juni 2026: Saham Keluar MSCI, Update Harga Emas, dan Laporan Keuangan MBMA

    Lima Berita Populer 29 Juni 2026: Saham Keluar MSCI, Update Harga Emas, dan Laporan Keuangan MBMA

    Berikut rangkuman lima berita yang menjadi perhatian pembaca hingga Senin, 29 Juni 2026. Pilihan ini mencakup pergerakan indeks saham, perkembangan harga emas, rencana korporasi, dan kinerja kuartalan emiten.

    Setiap poin menyajikan fakta utama dan data yang dipublikasikan per 29 Juni 2026, tanpa tambahan analisis atau komentar di luar keterangan resmi.

    Saham-Saham Yang Dikeluarkan Dari MSCI

    Maybank Sekuritas mencatat dua dari lima saham yang dikeluarkan dari MSCI Large Cap relatif lebih tahan banting berdasarkan penutupan perdagangan Jumat, 26 Juni 2026.

    MSCI Inc sebelumnya menyelesaikan tinjauan indeks Mei 2026 dan mengumumkan perubahan pada 12 Mei 2026, yang kemudian diimplementasikan pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.

    Dalam putusan itu, enam saham emiten Indonesia dicoret dari perhitungan MSCI Global Standard Index: PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Kaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

    Harga Emas Perhiasan Periode 29 Juni 2026

    Harga emas perhiasan pada pagi Senin, 29 Juni 2026, tercatat solid menurut data dari Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas.

    Pergerakan yang dinamis mendorong anjuran bagi calon pembeli maupun investor untuk terus memantau harga sebelum memutuskan membeli atau menjual emas perhiasan.

    Mitratel Ikut Menyederhanakan Struktur Grup

    PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) berencana melakukan penyederhanaan struktur grup dengan menerima penggabungan usaha (merger) dari dua anak usaha: PT Persada Sokka Tama (PST) dan PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT).

    Kedua entitas merupakan anak perusahaan yang 100% sahamnya dikendalikan MTEL, sehingga transaksi dikategorikan sebagai transaksi afiliasi tanpa menimbulkan dilusi. Tujuan merger meliputi peningkatan skala dan portofolio, optimalisasi rasio kolokasi, efisiensi biaya operasional, memperkuat struktur permodalan, memperluas jangkauan, dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

    Mitratel akan meminta persetujuan pemegang saham terkait penggabungan usaha dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada Selasa, 30 Juni 2026, setelah terlebih dahulu menggelar RUPS Luar Biasa terkait penambahan kegiatan usaha sebagai konsekuensi merger.

    MBMA Catat Laba Kuartal I-2026 Mendekati Rekor Pra-IPO

    PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) membalikkan rugi menjadi laba pada kuartal I-2026, mencatat keuntungan US$29,94 juta atau setara Rp534 miliar (kurs asumsi Rp17.850 per US$).

    Perolehan itu membalikkan rugi US$3,45 juta pada periode sama tahun sebelumnya dan menjadi laba kuartalan tertinggi sejak penawaran umum perdana saham pada April 2023. Angka tersebut juga mulai mendekati rekor laba bersih MBMA pada semester I-2022 sebesar US$33,42 juta.

    Catatan kinerja menunjukkan fluktuasi selama tiga tahun terakhir; misalnya, Januari–Maret 2024 MBMA mencetak laba US$3,66 juta setelah rugi US$7 juta pada Januari–Maret 2023.

    Harga Emas Batangan Antam Amblas Pada 29 Juni 2026

    Harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) tercatat turun pada Senin, 29 Juni 2026. Data dari laman Logam Mulia menunjukkan penurunan harga sebesar Rp15.000 pada hari tersebut.

    Selain itu, harga beli kembali (buyback) emas Antam pada hari yang sama juga mengalami penurunan. Daftar harga pecahan emas batangan yang dipublikasikan di laman Logam Mulia tidak termasuk pajak.

  • Soroti Ketegangan AS-Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak

    Soroti Ketegangan AS-Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak

    Harga minyak dunia ditutup menguat lebih dari 1% pada perdagangan Senin (29/6/2026) seiring meningkatnya kekhawatiran pasar atas memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

    Peningkatan harga terpantau meski pasar masih menaruh harap bahwa implementasi kesepakatan damai sementara akan terus berjalan dan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

    Perkembangan Harga

    Harga minyak mentah Brent naik US$1,16 atau 1,61% menjadi US$73,15 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat US$1,52 atau 2,2% ke level US$70,75 per barel.

    Ketegangan Militer Dan Respons Diplomasi

    Sentimen pasar berubah setelah aksi balasan antara AS dan Iran pada akhir pekan yang memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global. Aksi saling serang itu dinilai berpotensi mengganggu implementasi kesepakatan damai sementara yang sebelumnya disepakati kedua negara.

    Di tengah ketegangan, tim teknis AS dan Iran dijadwalkan menggelar pertemuan di Doha, Qatar, dalam beberapa hari ke depan untuk membahas implementasi kesepakatan damai sementara. Pertemuan ini menjadi salah satu faktor yang memberi harapan pasar agar konflik tidak berkembang menjadi perang yang lebih luas.

    Risiko Di Selat Hormuz

    Perhatian pelaku pasar juga tertuju pada kondisi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia. Iran menyatakan para ahli dari Iran dan Oman akan memulai pembahasan mengenai pengaturan ulang jalur pelayaran di Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang, serta menegaskan akan menghalangi kapal-kapal yang berlayar di luar jalur yang telah ditetapkan.

    Namun, kekhawatiran terhadap keamanan tetap tinggi. Direktur Energy Futures Mizuho, Bob Yawger, mengatakan risiko keamanan di Selat Hormuz masih tinggi sehingga arus pengiriman minyak belum dapat kembali normal dalam waktu dekat.

    “Pasokan minyak tidak bisa langsung kembali ke level sebelum perang dalam satu atau dua pekan. Selama ancaman keamanan masih ada, setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz tetap menghadapi risiko serangan,”

    Yawger juga menyebutkan keberadaan ranjau laut di sejumlah titik serta tingginya biaya asuransi pelayaran sebagai hambatan bagi normalisasi lalu lintas kapal di jalur tersebut.

    Aktivitas Ekspor Dan Dampaknya

    Meski situasi ketegangan, aktivitas ekspor dari kawasan Teluk Persia mulai menunjukkan pemulihan. Analis Gelber & Associates memperkirakan ekspor minyak dari kawasan tersebut telah kembali mencapai sedikitnya 75% dari level sebelum konflik meletus.

    Perusahaan energi Arab Saudi, Aramco, dilaporkan kembali melakukan pemuatan minyak mentah di Terminal Ras Tanura sejak Jumat lalu setelah aktivitas tersebut sempat terhenti hampir empat bulan akibat konflik. Operasional terminal tetap berjalan meski sebuah helikopter milik Aramco jatuh di Ras Tanura pada Minggu yang menewaskan 14 orang; penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan.

    Analis menilai harga minyak berpotensi bergerak fluktuatif dalam beberapa waktu ke depan. Selain perkembangan konflik AS-Iran, pelaku pasar akan terus mencermati kelancaran pengiriman minyak melalui Selat Hormuz sebagai salah satu faktor utama menentukan stabilitas pasokan energi global.