Anjlok 6,33%, BBCA Alami Tekanan Jual Asing Meski Valuasi Dinilai Masih Menarik

Written by

in

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tertekan pada akhir perdagangan Selasa (30/6/2026), terkoreksi 6,33% menjadi Rp5.550 per saham. Penurunan disertai aktivitas jual bersih investor asing yang signifikan.

Volume perdagangan hari itu mencapai 440,74 juta saham dengan frekuensi 87.107 kali dan nilai transaksi Rp2,50 triliun. Investor asing mencatat net sell sebesar Rp766,36 miliar pada saham berkode BBCA.

Sebelumnya, pada Senin (29/6/2026) saham BBCA juga turun 4,05% dan investor asing melakukan net sell Rp423,63 miliar. Dalam sepekan terakhir, harga saham bank yang terafiliasi Grup Djarum ini merosot 9,39%.

Pandangan Teknikal dan Level Kritis

CGS International Sekuritas memperkirakan saham BBCA berisiko turun pada perdagangan Rabu (1/7/2026), dengan support pertama di 5.458 dan support kedua di 5.367. Namun, peluang rebound muncul bila saham menembus pivot 5.642, dengan resistance pertama 5.733 dan resistance kedua 5.917.

Hasil Simulasi Valuasi

KB Valbury Sekuritas menguji batas bawah valuasi BBCA menggunakan model pertumbuhan dividen jangka panjang, Gordon Growth Model (GGM). Dalam skenario sangat konservatif, rumah sekuritas itu menaikkan tingkat imbal hasil bebas risiko sebesar 100 bps dan premi risiko ekuitas sebesar 240 bps.

“Meski menggunakan asumsi yang sangat defensif, hasil simulasi tetap menghasilkan nilai dasar sebesar Rp6.860 per saham. Temuan ini menunjukkan masih terdapat ruang kenaikan yang menarik,”

tulis analis KB Valbury Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi, dalam risetnya.

KB Valbury mempertahankan rekomendasi buy untuk BBCA dengan target harga berdasarkan GGM sebesar Rp9.480 per saham. Target tersebut setara estimasi price to book value (P/B) 2026 sebesar 3,8 kali.

Posisi Valuasi Saat Ini

Saat ini saham BBCA diperdagangkan pada P/B 2026 sebesar 2,5 kali, lebih rendah dari rata-rata historis. Menurut riset, valuasi saham tersebut bahkan berada di bawah level minus dua standar deviasi (-2SD) dibandingkan sejarah perdagangan BBCA.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *