Harga Bitcoin Naik, Peluang Tembus US$62.000 Masih Menunggu Katalis

Written by

in

Harga Bitcoin (BTC) melonjak pada Selasa pagi dan berhasil bertahan di atas level psikologis US$60.000. Lonjakan tersebut membuat pasar menunggu katalis baru yang dapat mendorong Bitcoin menembus level krusial US$62.000 atau sebaliknya memicu koreksi jika sentimen makro kembali memanas.

Pukul 06.00 WIB, kapitalisasi pasar kripto global tercatat sekitar US$2,09 triliun, sementara harga Bitcoin berada di kisaran US$60.269 per koin atau sekitar Rp1,08 miliar dengan kurs Rp17.953 per dolar AS.

Pergerakan Aset Kripto Lain

Indeks yang merekam kinerja 20 aset kripto terbesar naik 2,08%. Beberapa aset utama juga mencatat kenaikan: Ethereum naik 3,63% ke US$1.610, Binance Coin bertambah 2,45% ke US$559, XRP ke US$1,05 naik 2,11%, Dogecoin naik 1,45% ke US$0,07, dan Solana melonjak 7,27% ke US$75,18.

Sentimen Pasar dan Aliran Dana

Sentimen pasar masih didominasi kehati-hatian. Indeks Crypto Fear & Greed berada di level 36 dari skala 100, mencerminkan suasana takut namun belum mencapai tahap kepanikan.

Sepanjang Juni, tercatat arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencapai US$4,4 miliar, menjadi arus keluar bulanan terbesar tahun ini dan menunjukkan sebagian investor mengurangi eksposur terhadap kripto.

Peran Investor Institusi dan Derivatif

Di sisi institusi, beberapa perusahaan yang memegang Bitcoin sebagai aset cadangan menambah kepemilikan, namun aksi beli dilakukan lebih hati-hati dibanding periode sebelumnya. Mayoritas perusahaan penyimpan Bitcoin belum melakukan penjualan besar-besaran, sehingga menunggu perkembangan pasar selanjutnya.

Di pasar derivatif, total open interest kontrak berjangka Bitcoin tercatat sekitar US$19,92 miliar, sedikit turun dibanding dua pekan sebelumnya yang mencapai US$20,1 miliar. Penurunan ini disertai turunnya biaya pendanaan (funding rate) dari 0,25% menjadi 0,12%, menandakan tekanan likuidasi mulai mereda.

Level Teknis yang Perlu Diwaspadai

Analis menunjukkan area US$58.800 sebagai level support penting. Jika harga menembus level tersebut, posisi beli senilai sekitar US$500 juta berisiko dilikuidasi, yang berpotensi mendorong Bitcoin ke kisaran US$56.000.

Volume perdagangan Bitcoin saat ini masih relatif rendah dan perubahan posisi di pasar berjangka terbatas, mencerminkan fase wait-and-see. Untuk menghidupkan kembali momentum kenaikan, pasar menilai Bitcoin perlu menembus US$62.000 agar minat beli dari investor kembali meningkat.

Faktor Risiko Makro

Sejumlah sentimen makro tetap berpotensi memengaruhi arah pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari mendatang, termasuk rilis data ketenagakerjaan AS dan perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah. Perkembangan faktor-faktor tersebut dipantau pasar sebagai penentu arah jangka pendek.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *